sign up SIGN UP

Fakta Pemerkosaan 12 Santriwati di Bandung: Dipaksa Jadi Kuli Bangunan dan Bayi Korban Dijadikan Alat Cari Sumbangan

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 10 Dec 2021 14:00 WIB
Fakta Pemerkosaan 12 Santriwati di Bandung: Dipaksa Jadi Kuli Bangunan dan Bayi Korban Dijadikan Alat Cari Sumbangan

Kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh guru pesantren di Bandung, Herry Wirawan (36) terhadap 12 santriwati terus menguak fakta baru. Sebelumnya, Herry Wirawan diketahui telah memperkosa 12 santriwati hingga beberapa korbannya hamil dan telah melahirkan. Belasan korban tersebut diketahui merupakan santriwati yang tengah belajar di pesantren milik Herry di kawasan Cibiru, Kota Bandung

Aksi bejatnya tersebut sudah dilakukan selama lima tahun, yakni dari 2016 hingga 2021. Diketahui santriwati yang telah melahirkan ada 4 orang dan anak yang lahir dari korban pemerkosaan diketahui ada 9 bayi.

Simak beberapa fakta terbaru dari kasus pemerkosaan 12 santriwati di bawah ini.

Diduga Pemerkosaan di Pesantren-Hotel Pakai Dana Sumbangan

Perbuatan biadab yang dilancarkan Herry Wirawan diketahui dilakukan di beberapa lokasi. Mulai dari lingkungan pesantren, apartemen, hingga beberapa hotel di Bandung.

Diduga kuat, kucuran dana untuk pesantren miliknya digunakan Herry untuk menyewa apartemen dan hotel untuk melakukan aksi bejat tersebut.

"Jadi ada dugaan-dugaan kami dari teman-teman intelejen setelah pengumpulan data dan keterangan melalui di penyelidikan bahwa kemudian juga terdakwa menggunakan dana, menyalahgunakan yang berasal dari bantuan pemerintah, untuk kemudian digunakan misalnya katakanlah menyewa apartemen," ujar Asep N Mulyana, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat, Kamis (9/12), seperti dikutip dari detikcom.

Walau ada dugaan ke arah sana, Asep menegaskan pihaknya akan melakukan pendalaman terkait aliran dana yang digunakan oleh Herry.

Usia Santriwati yang Menjadi Korban Mulai dari 13 Tahun

Deretan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus Selama 2021Ilustrasi korban kekerasan seksual/ Foto: Pexels/Engin Akyurt

Korban pemerkosaan yang dilakukan oleh Herry Wirawan berjumlah sebanyak 12 orang, 11 di antaranya merupakan warga Garut. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Garut, Diah Kurniasari. Selain asal Garut, ada pula korban yang berasal dari Bandung.

Rata-rata, korban dari Garut berusia 13 tahun. Sementara jaksa sebelumnya menyebut usia santri yang menjadi korban rata-rata 16-17 tahun.

Mayoritas Korban Pemerkosaan Berasal dari Keluarga Kurang Mampu

Kekerasan Dalam Rumah TanggaIlustrasi kekerasan seksual/ Foto: Pexels/Karolina Grabowska

Diah menjelaskan bahwa para korban mengenyam pendidikan di pesantren milik Herry Wirawan secara gratis.

"Sebenarnya mereka sekolah di sana karena gratis. Jadi, banyak ketalian (terikat) saudara dan tetangga. Jadi... seperti 'yuk kita belajar di sana'," ujar Diah, dikutip dari detikcom.

Lebih lanjut, Diah mengungkapkan bahwa mayoritas korban berasal dari keluarga yang kurang mampu. Beberapa orang tua mereka memiliki profesi sebagai buruh lepas.

"Apalagi maaf, orang tua mereka ini rata-rata adalah buruh lepas. Jualan kitab, jok, ada yang hanya petani," tambahnya.

Mirisnya, para orang tua korban ternyata membantu proses pembangunan pesantren milik Herry tersebut. Beberapa ada yang memberikan sumbangan berupa material seperti kayu, bahkan tenaga. Namun, mereka tidak tahu jika anaknya diperlakukan seperti itu.

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id