Fakta Seputar Topan Hagibis yang Hantam Jepang
Topan Hagibis, siklon tropis yang melanda Jepang akhir pekan lalu memberi dampak bencana yang tinggi terhadap masyarakat negeri Matahari Terbit itu.
Topan Hagibis ini akan menerjang Kawasan Tokai atau Kanto. Jutaan warga Jepang pun mengungsi ke pelbagai wilayah yang dinilai aman. Hastag #SaveJapan dan #PrayforJapan juga sempat menjadi trending top dua hari ke belakang.
Dihimpun dari pelbagai sumber informasi, berikut beberapa fakta tentang Topan Hagibis ini.
1. Tekanan Besar
Hagibis memiliki diameter yang luas, mencapai 1.400 kilometer atau hampir setengah dari luas Jepang. Luas yang besar ini secara otomatis membuat durasi bencana lebih lama dan memberi dampak ke area yang lebih luas.
Foto: IstimewaHagibis memiliki tekanan yang juga besar. Tekanan tercatat mencapai 915 hectopascal (hPa). Imbasnya, menyebabkan banyak kerusakan di darat di area metropolitan Tokyo.
Topan yang terpantau mulai terbentuk pada 2 Oktober 2019 itu, tercatat memiliki kecepatan angin sekira 200 kilometer per jam.
2. Topan Terbesar
Menurut Badan Meteorologi Jepang, Topan Hagibis ini menjadi topan terbesar yang menerjang Jepang sepanjang satu dekade terakhir. Mata badai Hagibis, diperkirakan sepanjang 55 mil atau kurang lebih sekitar 88 kilometer.
Foto: IstimewaJauh sebelumnya, Topan Ida adalah topan terdahsyat yang menerjang wilayah Jepang di tahun 1958. Topan Ida menghantam Jepang dengan barbar dan mengakibatkan korban jiwa lebih dari 1.200 orang.
3. Curah Hujan Terbanyak
Foto: IstimewaTopan Hagibis akan jadi topan dahsyat dengan curah hujan tertinggi dalam 60 tahun terakhir. Soal kekuatan, Topan Hagibis akan jauh lebih besar dari Topan Dorian yang menerjang Bahama awal tahun ini.
4. Penerbangan yang Dibatalkan
Akibat ancaman Topan Hagibis, banyak penerbangan maskapai ANA dan JAL yang dibatalkan. Ada kurang lebih 1.280 penerbangan maskapai tersebut yang sudah dibatalkan akibat topan ini.
Foto: IstimewaSelain penerbangan, acara Grand Prix Formula 1 di Sirkuit Suzuka juga terpaksa harus dijadwalkan ulang. Sesi kualifikasi yang harusnya digelar pada Sabtu (12/10), namun diundur.