Gen Z Mulai Ikut Rest Club untuk Melawan Burnout, Apa Itu?

Retno Anggraini | Beautynesia
Rabu, 23 Sep 2026 11:30 WIB
Rest Club Bisa Membuat Istirahat Terasa Lebih Mudah
Rest club bantu Gen Z beristirahat tanpa rasa bersalah/Foto: Pexels.com/Tahir Xəlfəquliyev

Bagi sebagian orang, istirahat di tengah kesibukan terasa sulit dilakukan. Fenomena ini terlihat dari munculnya rest club, komunitas yang mengajak orang berhenti sejenak dari rutinitas dan memberikan waktu khusus untuk beristirahat. Salah satunya adalah Club Rest Stop di New York City yang dibuat Maaliyah Symoné, seorang praktisi Reiki.

Komunitas ini mengadakan pertemuan untuk orang-orang yang merasa lelah dan membutuhkan ruang untuk benar-benar berhenti dari aktivitas. Peserta Club Rest Stop juga berasal dari berbagai kalangan, termasuk Gen Z.

Dalam salah satu pertemuannya, peserta diajak berbaring di taman, melakukan meditasi, latihan pernapasan, sound bath, hingga menikmati waktu tanpa melakukan apa-apa. Kalau kamu merasa bersalah ketika sedang tidak produktif, konsep rest club ini mungkin bisa memberi sudut pandang baru tentang arti istirahat. Yuk, kenali apa itu rest club dan seperti apa aktivitas yang dilakukan di dalamnya!

Apa Itu Rest Club?

Rest club adalah komunitas yang menyediakan ruang bagi orang-orang untuk beristirahat bersama, memperlambat aktivitas, dan melakukan berbagai bentuk relaksasi untuk membantu menghadapi rasa lelah akibat rutinitas sehari-hari.
Pengertian rest club/Foto: Pexels.com/ArtHouse Studio

Konsep rest club sebenarnya cukup sederhana. Alih-alih bertemu untuk berolahraga, bekerja, networking, atau melakukan aktivitas tertentu, anggota komunitas justru berkumpul untuk beristirahat. Club Rest Stop, misalnya, dibuat sebagai ruang gratis bagi warga New York yang merasa kelelahan untuk melepaskan diri sejenak dari kesibukan dan menenangkan pikiran.

Salah satu alasan konsep ini muncul adalah karena sebagian orang merasa kesulitan untuk beristirahat sendirian. Symoné mengatakan bahwa banyak orang terbiasa diajarkan untuk produktif, melakukan lebih banyak hal, dan mengejar pencapaian, tetapi tidak banyak diajarkan bagaimana cara beristirahat. Karena itu, rest club diciptakan sebagai ruang untuk melepaskan diri sejenak dari kesibukan.

Kegiatan di Rest Club

Aktivitas rest club untuk relaksasi dan melawan burnout/Foto: Pexels.com/Rishikesh Yogkulam

Setiap pertemuan Club Rest Stop memiliki aktivitas yang berbeda. Salah satu acara yang diberitakan New York Post berlangsung selama sekitar dua jam dan diisi dengan meditasi, sound bath, latihan pernapasan, serta waktu ketika peserta berbaring dalam diam di Central Park. Suasananya cukup berbeda dari kehidupan kota New York yang identik dengan aktivitas cepat dan padat.

Sementara itu, kegiatan rest club bisa juga dilakukan di taman dan diawali dengan penjelasan singkat mengenai jenis istirahat yang akan dipraktikkan. Setelahnya, peserta memiliki waktu untuk beristirahat secara mandiri.

Rest Club Mengenalkan 7 Jenis Istirahat

Dalam rest club, istirahat tidak hanya dikaitkan dengan tidur. Salah satu kegiatan Club Rest Stop menggunakan konsep tujuh jenis istirahat, yaitu fisik, mental, sensorik, kreatif, emosional, sosial, dan spiritual.
Jenis-jenis istirahat dalam rest club/Foto: Pexels.com/Oksana Pavlova

Konsep ini diperkenalkan dalam kegiatan Club Rest Stop melalui kerangka 7 Types of Rest dari dokter sekaligus peneliti work-life integration, Saundra Dalton-Smith. Kerangka ini menjelaskan bahwa rasa lelah tidak selalu berasal dari kurang tidur. Kamu juga bisa merasa terkuras secara mental, emosional, sosial, kreatif, maupun spiritual.

Karena itu, cara beristirahat bisa disesuaikan dengan bentuk kelelahan yang sedang dirasakan. Ketika pikiran terlalu penuh, mungkin kamu membutuhkan waktu tenang tanpa distraksi. Pada kesempatan lain, kamu mungkin membutuhkan ruang sosial yang membuat kamu merasa aman dan nyaman.

Rest Club Bisa Membuat Istirahat Terasa Lebih Mudah

Rest club bantu Gen Z beristirahat tanpa rasa bersalah/Foto: Pexels.com/Tahir Xəlfəquliyev

Menurut HJ Cho, seorang licensed clinical social worker yang dikutip Real Simple, suasana komunitas bisa membantu menormalkan kebiasaan memperlambat diri. Ia membandingkannya dengan waktu tidur siang ketika masih kecil, saat kebutuhan untuk beristirahat dianggap sebagai sesuatu yang wajar.Ketika dewasa, sebagian orang justru merasa harus kelelahan dulu sebelum menganggap dirinya pantas beristirahat.

Beristirahat bersama orang lain juga bisa mengurangi rasa bersalah karena tidak produktif. Cho menjelaskan bahwa ketika seseorang beristirahat sendirian, ia bisa saja terus mendengarkan kritik dari dalam dirinya mengenai apakah waktu istirahat tersebut memang pantas. Dalam kegiatan rest club, semua orang melakukan hal yang sama sehingga peserta tidak merasa menjadi satu-satunya orang yang sedang berhenti dari kesibukan.

Istirahat Tidak Harus Menunggu Liburan

Konsep rest club mengingatkan bahwa istirahat tidak harus dilakukan melalui liburan, spa, atau retreat mahal karena jeda singkat juga bisa menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Rest club mengajarkan cara istirahat singkat di tengah kesibukan/Foto: Magnific.com/benzoix

Symoné melihat adanya anggapan bahwa istirahat hanya berarti tidur atau harus dilakukan melalui aktivitas seperti retreat dan spa. Padahal, ia menganjurkan waktu istirahat yang lebih sederhana, termasuk menjadwalkan lima menit untuk berhenti sejenak sebelum melakukan pekerjaan yang melelahkan.

Dalam kegiatan Club Rest Stop, peserta juga diperkenalkan dengan teknik sederhana seperti menarik napas dalam, melakukan peregangan, atau menutup mata di tempat yang tenang. Club Rest Stop sendiri mendapatkan perhatian besar setelah kegiatan pertamanya dipromosikan secara online. New York Post melaporkan bahwa lebih dari 700 orang telah mendaftar untuk mengetahui lebih lanjut mengenai komunitas ini setelah sekitar lima minggu promosi.

Rest club sendiri bisa menjadi salah satu bentuk aktivitas sosial yang memberi kesempatan bagi orang untuk mempraktikkan istirahat bersama. Kalau ada komunitas rest club di daerah tempat kamu tinggal, apa kamu tertarik untuk mengikutinya, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE