Bagi sebagian orang, istirahat di tengah kesibukan terasa sulit dilakukan. Fenomena ini terlihat dari munculnya rest club, komunitas yang mengajak orang berhenti sejenak dari rutinitas dan memberikan waktu khusus untuk beristirahat. Salah satunya adalah Club Rest Stop di New York City yang dibuat Maaliyah Symoné, seorang praktisi Reiki.
Komunitas ini mengadakan pertemuan untuk orang-orang yang merasa lelah dan membutuhkan ruang untuk benar-benar berhenti dari aktivitas. Peserta Club Rest Stop juga berasal dari berbagai kalangan, termasuk Gen Z.
Dalam salah satu pertemuannya, peserta diajak berbaring di taman, melakukan meditasi, latihan pernapasan, sound bath, hingga menikmati waktu tanpa melakukan apa-apa. Kalau kamu merasa bersalah ketika sedang tidak produktif, konsep rest club ini mungkin bisa memberi sudut pandang baru tentang arti istirahat. Yuk, kenali apa itu rest club dan seperti apa aktivitas yang dilakukan di dalamnya!
Apa Itu Rest Club?
|
Pengertian rest club/Foto: Pexels.com/ArtHouse Studio |
Konsep rest club sebenarnya cukup sederhana. Alih-alih bertemu untuk berolahraga, bekerja, networking, atau melakukan aktivitas tertentu, anggota komunitas justru berkumpul untuk beristirahat. Club Rest Stop, misalnya, dibuat sebagai ruang gratis bagi warga New York yang merasa kelelahan untuk melepaskan diri sejenak dari kesibukan dan menenangkan pikiran.
Salah satu alasan konsep ini muncul adalah karena sebagian orang merasa kesulitan untuk beristirahat sendirian. Symoné mengatakan bahwa banyak orang terbiasa diajarkan untuk produktif, melakukan lebih banyak hal, dan mengejar pencapaian, tetapi tidak banyak diajarkan bagaimana cara beristirahat. Karena itu, rest club diciptakan sebagai ruang untuk melepaskan diri sejenak dari kesibukan.