Hati-Hati, 7 Daftar Barang yang Tidak Boleh Ditaruh di Jok Motor

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Kamis, 20 Aug 2026 15:15 WIB
1. Perangkat Elektronik
Ilustrasi perangkat elektronik/Freepik: wirestock

Bagasi di bawah jok motor memang praktis untuk menyimpan berbagai barang ketika bepergian, terutama barang berukuran kecil yang tidak ingin dibawa di tangan. Namun, ruang tersebut bukan tempat yang aman untuk semua jenis benda karena suhunya dapat meningkat dan ruang penyimpanannya cukup sempit.

Tanpa disadari, barang yang terlihat sepele bisa mengalami kerusakan atau bahkan menimbulkan masalah jika disimpan di sana terlalu lama. Lantas, apa saja barang yang sebaiknya tidak ditaruh di jok motor?

1. Perangkat Elektronik

Ilustrasi perangkat elektronik/Freepik: wirestock

Suhu di ruang tertutup seperti bagasi kendaraan dapat meningkat jauh lebih tinggi dibandingkan suhu lingkungan. Apple menyarankan iPhone dan perangkat sejenis tidak ditinggalkan di dalam kendaraan karena suhu tinggi dapat merusak baterai dan komponen internal.

Hal yang sama perlu diperhatikan pada perangkat dengan baterai lithium-ion, termasuk power bank. U.S. Fire Administration menjelaskan bahwa baterai lithium-ion dapat mengalami thermal runaway ketika rusak atau mengalami kondisi panas tertentu, sehingga dapat menyebabkan kebakaran. Karena itu, perangkat elektronik sebaiknya dibawa bersama dan tidak ditinggalkan lama di bagasi motor yang panas.

2. Benda Mudah Terbakar

Ilustrasi benda mudah terbakar/Freepik: rawpixel.com

Ruang di bawah jok bukan tempat yang tepat untuk menyimpan bahan mudah terbakar, terutama ketika motor berada di bawah sinar matahari. Suhu tinggi dapat meningkatkan tekanan pada wadah tertentu dan membuat penyimpanan benda mudah terbakar menjadi lebih berisiko.

National Fire Protection Association (NFPA) juga mengingatkan bahwa produk yang mudah terbakar harus dijauhkan dari sumber panas dan api serta disimpan sesuai petunjuk keselamatan pada kemasannya. Jadi, korek api atau bahan mudah terbakar sebaiknya tidak ditinggalkan di ruang bagasi motor yang panas.

3. Dokumen Penting dan Uang Tunai

Ilustrasi dokumen penting/Freepik: magnific

Dokumen berbahan kertas dapat rusak jika terkena air atau berada dalam kondisi lembap terlalu lama. Bagasi motor juga bukan ruang penyimpanan yang benar-benar kedap air, sehingga barang di dalamnya tetap berisiko terkena kelembapan ketika motor digunakan saat hujan.

Selain risiko kerusakan, menyimpan dokumen identitas dan uang dalam jumlah besar di bagasi juga tidak ideal dari sisi keamanan. Jika motor dibobol atau dicuri, barang-barang tersebut dapat ikut hilang. Karena itu, dokumen penting dan uang dalam jumlah besar lebih baik dibawa bersama atau disimpan di tempat yang aman.

4. Makanan dan Minuman

Ilustrasi makanan/Freepik: magnific

Makanan yang mudah rusak, terutama makanan yang mengandung daging, susu, telur, atau santan, membutuhkan pengendalian suhu agar tetap aman dikonsumsi. USDA menjelaskan bahwa bakteri dapat berkembang dengan cepat ketika makanan mudah rusak berada pada suhu yang tidak aman dalam waktu tertentu.

Minuman bersoda juga sebaiknya tidak ditinggalkan lama di tempat yang sangat panas. Suhu tinggi dapat meningkatkan tekanan di dalam wadah minuman berkarbonasi dan berpotensi menyebabkan kebocoran atau masalah pada kemasan. Jadi, setelah membeli makanan atau minuman, sebaiknya segera dibawa ke tempat penyimpanan yang sesuai, terutama jika produk membutuhkan suhu dingin.

5. Kosmetik dan Parfum

Ilustrasi kosmetik dan parfum/Freepik: magnific

Produk kosmetik seperti foundation, lipstik, losion, dan skincare tertentu dapat mengalami perubahan tekstur ketika terpapar suhu tinggi. Produk yang awalnya berbentuk padat atau creamy bisa menjadi lebih cair dan kualitasnya menurun.

Untuk parfum, masalah utamanya bukan sekadar perubahan aroma. Produk parfum biasanya mengandung alkohol dan merupakan cairan yang mudah terbakar, sehingga penyimpanannya perlu dijauhkan dari panas dan sumber api. Jika produk berada dalam wadah bertekanan seperti aerosol, risiko akibat panas menjadi lebih penting lagi.

6. Jas Hujan Basah

Ilustrasi jas hujan/FreepikL magnific

Air yang terperangkap dalam ruang tertutup dapat membuat kondisi di dalam bagasi menjadi lembap. Jika jas hujan basah disimpan berulang kali tanpa dikeringkan, kelembapan tersebut dapat menyebabkan munculnya bau tidak sedap dan pertumbuhan jamur pada material tertentu.

Selain itu, kelembapan yang terus-menerus berada di sekitar komponen motor bukan kondisi yang ideal. Karena itu, setelah digunakan, sebisa mungkin keringkan jas hujan terlebih dahulu sebelum menyimpannya kembali di bawah jok.

7. Obat Tertentu

Ilustrasi obat-obatan/Freepik: magnific

Obat memiliki aturan penyimpanan yang berbeda-beda. U.S. Food and Drug Administration (FDA) menjelaskan bahwa penyimpanan obat dalam kondisi yang tidak sesuai, termasuk paparan panas berlebihan, dapat memengaruhi kualitas dan efektivitas obat tertentu.

Karena itu, jangan menjadikan bagasi motor sebagai tempat menyimpan obat dalam waktu lama, terutama ketika cuaca panas. Selalu cek petunjuk penyimpanan pada kemasan, jika tertulis harus disimpan pada suhu tertentu atau di lemari es, ikuti ketentuan tersebut. Untuk obat yang sensitif terhadap suhu, aturan pada kemasan atau dari apoteker harus menjadi acuan utama.

Intinya, bagasi motor memang praktis, tetapi bukan tempat penyimpanan yang cocok untuk semua barang, terutama benda yang sensitif terhadap panas, kelembapan, tekanan, atau memiliki risiko kebakaran.

__


Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.