Saat memulai sebuah bisnis, kebanyakan orang hanya berfokus pada bagaimana cara untuk sukses tetapi tidak mencari tahu apa saja kesalahan yang bisa terjadi.
Faktanya, sebanyak 50% usaha kecil gagal dalam waktu lima tahun dan 22% di antaranya berhenti di tahun pertama akibat kesalahan di awal yang dilansir dari laman Advisorsmith.
Selain karena tidak adanya anitisipasi akan kekeliruan, masih ada beberapa hal lain yang menjadi penyebab dari kegagalan bisnis. Seperti dirangkum dari laman Business News Daily, ini sederet kesalahan fatal di awal usaha yang tanpa disadari sering dilakukan. Yuk simak!
1. Tidak Membuat Rencana Bisnis yang Jelas
Banyak orang memulai usaha dengan ide bisnis menarik namun tidak dilengkapi oleh visi serta misi yang jelas. Aktivitas yang semula berjalan lancar lambat laun mulai mengalami banyak masalah karena tidak terorganisir dengan baik.
Jika tidak dibenahi sedini mungkin, bisnis milikmu akan sulit untuk berkembang bahkan tidak menutup kemungkinan resiko kerugian sampai bangkrut dapat terjadi.
Tidak memiliki perencanaan sehingga keuangan berantakan /Foto:Freepik.com/Frimufilms |
2. Menghabiskan Terlalu Banyak Uang
Buntut masalah dari tidak adanya rencana bisnis yang jelas ialah kondisi keuangan yang berantakan. Modal di awal dibelanjakan secara berlebihan tanpa mempersiapkan dana untuk menjaga usaha agar tetap berkembang.
Katakan jika laba bisa kembali cepat, usaha tetap dapat diteruskan. Namun, bagaimana jika keuntungan datang lebih lambat? Keuangan menjadi tidak seimbang belum lagi modal yang tidak balik membuat bisnis bisa mati dalam waktu sebentar.
Melakukan semua sendiri membuatmu kewalahan/Foto:Freepik.com/Odua |
3. Melakukan Semuanya Seorang Diri
Sebagian orang merasa terlalu repot untuk melibatkan pihak lain dan memilih untuk menjalankan usaha sendiri dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.
Alih-alih lebih terkontrol, bisnis justru berisiko berjalan kacau karena kurangnya SDM untuk mengelola semua prosedur. Risiko seperti konsumen berpaling akibat bosan dengan ide yang itu-itu saja juga dapat terjadi dikarenakan kurangnya pembaharuan serta wawasan tambahan dari sudut pandang pihak lain.