Hati-Hati! Ini 3 Tanda Seseorang Menguras Energimu

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Rabu, 10 Jun 2026 13:15 WIB
Sering Membesar-besarkan Masalah Kecil
Ciri orang toxic sering terlihat dari kebiasaan membesar-besarkan masalah kecil hingga terasa jauh lebih berat dari kenyataannya/Foto: Magnific

Tidak semua orang yang dekat dengan kita selalu bisa membawa rasa nyaman dan ketenangan. Dalam kehidupan sehari-hari, ada tipe orang yang bikin capek mental, emosi terkuras, dan suasana hati memburuk setelah berinteraksi dengan mereka.

Menariknya, ciri orang toxic seperti ini sering kali tidak muncul dalam bentuk yang terlalu jelas, tetapi terlihat dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang kerap dianggap normal. Oleh karena itu, penting untuk lebih peka terhadap pola interaksi yang membuat energi emosionalmu perlahan habis. Jadi, sudahkah kamu mengenali tanda-tanda seseorang menguras energi? Yuk, cari tahu ulasannya dilansir dari Calm!

Selalu Ingin Menjadi Pusat Perhatian

Tanda seseorang menguras energi sering terlihat dari kebiasaan ingin selalu menjadi pusat perhatian dalam setiap situasi sosial. Mereka cenderung mendominasi percakapan dan sulit memberi ruang bagi orang lain untuk berbicara. Fokus interaksi pun perlahan hanya tertuju pada kebutuhan emosional satu pihak.
Tanda seseorang menguras energi sering terlihat dari kebiasaan ingin selalu menjadi pusat perhatian dalam setiap situasi sosial/Foto: Magnific/azerbaijan_stockers

Seseorang yang menguras energi cenderung ingin selalu menjadi pusat perhatian dalam berbagai situasi sosial. Saat berada di tengah percakapan, mereka cenderung sulit memberi ruang kepada orang lain untuk berbicara atau didengar.

Tidak jarang mereka memotong pembicaraan, mengalihkan topik kembali kepada pengalaman pribadi, atau berusaha membuat suasana tetap berfokus pada diri mereka sendiri. Dalam beberapa kasus, mereka juga dapat bersikap dramatis, atau berlebihan agar perhatian dari orang-orang di sekitarnya tidak berpindah.

Perilaku seperti ini sering kali membuat interaksi terasa melelahkan. Orang lain bisa merasa tidak benar-benar dihargai karena percakapan terus diarahkan pada kebutuhan emosional satu pihak saja. Jika terjadi terus-menerus, situasi tersebut dapat menguras energi mental dan emosional, terutama bagi orang yang terbiasa mendengarkan, memahami, atau menyesuaikan diri demi menjaga suasana tetap nyaman.

Sering Membesar-besarkan Masalah Kecil

Ciri orang toxic sering terlihat dari kebiasaan membesar-besarkan masalah kecil hingga terasa jauh lebih berat dari kenyataannya/Foto: Magnific

Salah satu ciri orang toxic yang menguras energi adalah terbiasa melebih-lebihkan masalah. Situasi kecil yang sebenarnya tidak terlalu serius sering dibicarakan seolah menjadi persoalan besar dan sangat berat.

Mereka cenderung fokus pada sisi negatif dari suatu keadaan, lalu memperpanjang pembahasannya hingga suasana di sekitar ikut terasa tegang. Akibatnya, orang lain sering terseret ke dalam emosi yang sama meskipun masalah tersebut sebenarnya masih bisa diselesaikan dengan tenang.

Kebiasaan ini juga dapat membuat interaksi terasa melelahkan secara mental. Percakapan yang awalnya ringan bisa berubah menjadi penuh keluhan, drama, atau kecemasan yang berlebihan. Dalam jangka panjang, orang-orang di sekitar mereka dapat merasa kewalahan karena terus-menerus harus mendengarkan, menenangkan, atau menghadapi respons emosional yang terlalu besar terhadap hal-hal kecil.

Tidak Pernah Mau Mengakui Kesalahan Sendiri

Ciri orang toxic sering terlihat dari kebiasaan yang tidak pernah mau mengakui kesalahan sendiri/Foto: Magnific

Orang yang menguras energimu biasanya memiliki kebiasaan terus-menerus menyalahkan orang lain atas berbagai masalah yang terjadi dalam hidupnya. Alih-alih melakukan refleksi diri atau mengakui kesalahan, mereka lebih memilih mencari pihak lain untuk dijadikan kambing hitam. Bahkan dalam situasi sederhana, mereka dapat memutar keadaan seolah-olah dirinya selalu menjadi korban dan orang lain adalah penyebab utama dari masalah tersebut.

Kebiasaan menghindari tanggung jawab seperti ini dapat membuat hubungan terasa melelahkan secara emosional. Orang di sekitarnya sering kali harus menghadapi tuduhan, kritik, atau rasa bersalah yang sebenarnya tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab mereka.

Jika dibiarkan terus-menerus, pola perilaku ini dapat menciptakan lingkungan yang negatif, tidak nyaman, dan penuh tekanan karena komunikasi berjalan tanpa adanya sikap saling memahami maupun kesediaan untuk mengakui kesalahan sendiri.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.