Hobi Foto? Hati-Hati, di 3 Destinasi Ini Kamu Bisa Kena Tegur!
Di era media sosial seperti sekarang, hobi fotografi makin berkembang dan menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Saat traveling, tidak sedikit yang akhirnya sengaja berburu spot estetik demi mendapatkan hasil foto yang menarik dan layak dibagikan di platform media sosial favoritnya. Namun, penting untuk disadari bahwa tidak semua tempat memberikan izin mengambil gambar bagi pengunjungnya.
Beberapa destinasi memiliki aturan foto di tempat wisata yang cukup ketat, baik karena alasan privasi, keamanan, maupun pelestarian lingkungan dan budaya setempat. Oleh karena itu, sebelum mengambil gambar, pastikan kamu memahami dan menghormati aturan yang berlaku agar pengalaman liburan tetap nyaman dan bebas masalah. Dilansir dari We Travel We Bond, inilah beberapa contoh destinasi wisata yang melarang foto!
Jepang
![]() Aturan foto di tempat wisata di Jepang dikenal cukup ketat dan sering mengejutkan wisatawan/Foto: Unsplash/Tianshu Liu |
Di Jepang, aturan fotografi cenderung ketat dan spesifik sehingga sering kali mengejutkan pengunjung, terutama yang baru pertama kali bertandang ke Negeri Sakura itu. Walau fotografi jalanan pada dasarnya diperbolehkan, banyak kuil, tempat suci, museum, serta kawasan tradisional yang melarang atau membatasi aktivitas tersebut, terutama di dalam ruangan.
Di distrik geisha, memotret orang tanpa izin dapat berujung pada denda atau tindakan penegakan hukum. Selain itu, area seperti stasiun kereta, zona keamanan, dan bisnis privat umumnya memiliki larangan tegas terhadap fotografi.
Norma sosial juga perlu diperhatikan, karena mengarahkan kamera ke seseorang, khususnya anak-anak, bisa dianggap mengganggu. Oleh karena itu, pengunjung diharapkan selalu membaca setiap tanda di tempat wisata dengan saksama dan menghormati batasan yang tidak selalu tertulis, karena anggapan bahwa semua objek bebas difoto dapat memicu konflik.
Korea Selatan
Aturan foto di tempat wisata di Korea Selatan diterapkan dengan cukup ketat sehingga wisatawan perlu lebih berhati-hati/Foto: Unsplash/Ali Abbas Kadhim
Di Korea Selatan, aturan fotografi diterapkan dengan cukup ketat sehingga wisatawan perlu lebih berhati-hati. Tidak semua tempat boleh difoto, terutama gedung pemerintah, area militer, dan beberapa fasilitas publik tertentu.
Di lokasi seperti istana, museum, dan ruang pameran, ketentuan biasanya berbeda di tiap area dan sudah diinformasikan secara jelas. Selain itu, memotret orang tanpa izin, khususnya dalam jarak dekat, berisiko menimbulkan keluhan hingga melibatkan pihak berwenang.
Uni Emirat Arab
Aturan foto di tempat wisata di Uni Emirat Arab tergolong ketat karena menyangkut privasi dan keamanan/Foto: Unsplash/Kate Trysh
Di Uni Emirat Arab, aktivitas fotografi diatur ketat karena berkaitan dengan privasi dan keamanan. Pengambilan gambar di area sensitif seperti gedung pemerintah, lokasi militer, bandara, dan wilayah yang digunakan oleh aparat kepolisian tidak diperbolehkan, sedangkan memotret orang tanpa izin—terutama perempuan dan keluarga—dapat berujung pada sanksi hukum. Bahkan dalam konteks fotografi jalanan, risiko tetap ada jika individu dapat dikenali.
Di tempat-tempat seperti mal, masjid, dan area privat, izin umumnya diperlukan, dan penyebaran foto di media sosial bisa memperbesar konsekuensi jika dibagikan secara publik. Oleh karena itu, pengunjung diharapkan lebih berhati-hati, sebab mengandalkan status sebagai turis tidak menjamin kelonggaran dari aturan yang berlaku.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
