Ide Bisnis Gen Z Cuan Miliaran: Layanan Sewa Camcorder di Acara Pernikahan yang Bisa Dicoba

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 10 Jun 2026 16:30 WIB
Awal Mula Bisnis Layanan Sewa Camcorder
Anne Marie Carroll/Foto: Dok. CNBC Make It

Ide bisnis dengan konsep nostalgia kini tengah berkembang pesat. Banyak Gen Z yang merindukan masa-masa yang lebih sederhana sebelum adanya gempuran ponsel pintar, media sosial, dan teknologi yang canggih.

Momen ini dimanfaatkan oleh seorang perempuan bernama Anne Marie Carroll untuk mendirikan bisnis bernama Wedding Weekender, yaitu sebuah  layanan yang menyewakan kamera video atau camcorder kepada pasangan untuk merekam pernikahan mereka. Tak hanya itu, ia juga menyediakan jasa mengedit rekaman menjadi klip video untuk mereka.

Bisnisnya ini menjadi viral di media sosial dan membantunya meraup cuan yang menggiurkan. Dilansir dari CNBC Make It, Wedding Weekender berhasil menerima 50 pesanan dan penjualan lebih dari 36 ribu USD (sekitar Rp640 juta) hanya dalam 10 hari setelah bisnisnya diluncurkan. Pada Maret 2026, ia berhasil mendapatkan penjualan hingga 1 juta USD (sekitar Rp17,7 miliar). Fantastis!

Bagaimana awal mula Carroll memulai bisnis ini dan bagaimana cara ia mengembangkan bisnis ini? Yuk, simak kisahnya berikut ini!

Awal Mula Bisnis Layanan Sewa Camcorder

Anne Marie Carroll

Anne Marie Carroll/Foto: Dok. CNBC Make It

Inspirasi membangun bisnis layanan sewa camcorder berawal dari pernikahan Carroll dengan sang suami, Bryan, pada Agustus 2024. Ia merasa tidak puas dengan biaya videografi yang ia temukan. Akhirnya, ia memutuskan menyewa seorang mahasiswa untuk mengabadikan momen di hari pentingnya tersebut.

Di saat bersamaan, Carroll mengatakan bahwa ia melihat teman-temannya juga memangkas anggaran video pernikahan mereka karena biaya. Rupanya, mereka lebih memprioritaskan fotografi.

Sementara itu, Carroll teringat tren Y2K (gaya dan budaya yang sangat populer pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an). Di era tersebut, ia ingat teman-temannya menggunakan kamera sekali pakai atau kamera digital mereka sendiri ke acara-acara untuk mengabadikan momen-momen menyenangkan.

Carroll akhirnya mendapatkan sebuah ide. Ia ingin menggabungkan keinginan Gen Z akan nostalgia dengan selera mereka dan solusi hemat biaya dengan menawarkan layanan penyewaan camcorder dan pengeditan video.

Akhirnya, pada April 2025, Carroll membeli camcorder Sony yang ia temukan di Amazon seharga 680 USD (sekitar Rp12 juta). Ia juga meluncurkan situs Squarespace untuk bisnisnya dan membayar 290 USD (Rp5 juta).

Keuntungan yang Diraup Wedding Weekender

Kisah Bisnis Gen Z, Layanan Sewa Camcorder di Acara Pernikahan Bisa Raup Untung hingga Miliaran

Keuntungan yang Diraup Wedding Weekender/Foto: Dok. Wedding Weekender

Carroll menggunakan camcorder pertama yang dibelinya untuk merekam video TikTok yang menjelaskan konsep Wedding Weekender. Dia membawa camcorder itu ke beberapa bachelorette trip pada April 2025 dan mempromosikan layanan yang ia tawarkan. 

Ternyata, video yang diunggah Carroll viral di media sosial, dua klip mendapat 300 ribu views di TikTok. Sekitar 10 hari setelah diluncurkan, Wedding Weekender berhasil menerima 50 pesanan dan penjualan lebih dari 36 ribu USD (sekitar Rp640 juta) hanya dalam 10 hari setelah bisnisnya diluncurkan. Pada Maret 2026, ia berhasil mendapatkan penjualan hingga 1 juta USD (sekitar Rp17,7 miliar).

Kini, Wedding Weekender telah menerima lebih dari 2 ribu pesanan dan berhasil membuat lebih dari 650 video untuk kliennya. Bisnis ini telah melampaui penjualan 1,7 juta USD (sekitar Rp30,2 miliar) dan Carroll memperkirakan akan mencapai 2 juta USD (sekitar Rp35,5 miliar) pada Mei 2026 ini.

Layanan yang ditawarkan Wedding Weekender berupa paket seharga 729 USD (Rp12,9 juta) dan termasuk penyewaan satu camcorder selama seminggu dan video berdurasi tiga hingga lima menit yang diedit oleh tim Wedding Weekender. Sementara itu, ada pula paket deluxe menawarkan dua camcorder dan video berdurasi lima hingga tujuh menit dengan harga 989 USD (sekitar Rp17,5 juta).

Penawaran layanan Wedding Weekender relatif murah dibandingkan pengeluaran untuk jasa sejenis pada umumnya. Carroll mengatakan sebagian besar kliennya menggunakan jasanya sebagai alternatif untuk layanan videografer pernikahan tradisional, yang rata-rata biayanya hampir 4 ribu USD (sekitar Rp71 juta) di seluruh Denver, menurut data dari Zola. Sebagian besar pasangan menghabiskan antara 3.200 USD (sekitar Rp56,9 juta) dan 4.800 USD (sekitar Rp85,3 juta) untuk layanan ini, atau sekitar 8 persen dari anggaran pernikahan mereka, menurut situs tersebut.

“Umpan balik yang paling umum kami terima dari pasangan adalah betapa senangnya mereka menemukan layanan kami karena jika tidak, mereka tidak akan dapat merekam video pernikahan mereka,” katanya.

Keunikan Bisnis Wedding Weekender

Kisah Bisnis Gen Z, Layanan Sewa Camcorder di Acara Pernikahan Bisa Raup Untung hingga Miliaran

Keunikan Bisnis Wedding Weekender/Foto: Dok. Wedding Weekender

Carroll percaya bisnisnya menjadi populer karena keinginan Gen Z pada hal-hal yang berbau nostalgia. Banyak rekan-rekannya bosan melihat visual, baik itu video ataupun foto, yang tampak begitu sempurna dan terencana di sekitar momen-momen besar di media sosial. Kini, banyak orang malah lebih menyukai visual era 90-an dan 2000-an serta estetika yang apa adanya dari rekaman mentah.

“Para videografer sangat berbakat dalam pekerjaan mereka, tetapi saya pikir orang-orang hanya menginginkan video yang membawa Anda kembali ke momen itu sendiri, dan tidak seperti cuplikan film,” kata Carroll.

Sebelum memulai bisnis Wedding Weekender, Carroll bekerja di bidang periklanan. Tapi setelah bisnisnya mengalami pertumbuhan pesat, ia resmi menjadikan Wedding Weekender sebagai pekerjaan utamanya pada Juli 2025. Carroll mengaku bahwa pendapatannya dari bisnis ini jauh lebih besar dibanding pekerjaannya sebelumnya.

"Saya selalu memiliki tujuan untuk bekerja untuk diri sendiri," katanya. “Jadi ketika kesempatan ini muncul, dan jelas ada cukup permintaan bagi saya untuk menekuninya sepenuh waktu dan menghasilkan pendapatan yang sama, itu tidak membuat saya kesulitan untuk mengambil langkah tersebut."

Layanan Wedding Weekender tersedia di seluruh Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Australia dan sudah memiliki pesanan hingga tahun 2027. Sistemnya adalan klien akan menerima camcorder mereka beberapa hari sebelum upacara dan dipersilakan untuk merekam berbagai momen saat acara.

“Orang-orang sangat menyukai produk kami karena mampu merekam makan malam gladi resik, pesta penyambutan, atau semua momen di antara [acara] sepanjang akhir pekan terbaik dalam hidup mereka,” kata Carroll.

Setelah bekerja dengan ratusan pasangan hingga saat ini, Carroll memiliki saran untuk memaksimalkan penggunaan camcorder di acara pernikahan.

Pertama, ia merekomendasikan untuk menugaskan beberapa orang dalam rombongan pengantin untuk merekam momen-momen tertentu sepanjang hari, seperti persiapan pengantin perempuan, tarian pertama, atau pidato di resepsi nanti. Pilihlah pengiring pengantin perempuan atau pria yang ramah untuk berkeliling dan mewawancarai para tamu selama acara atau resepsi. Letakkan pula camcorder di dekat buku tamu untuk orang-orang yang ingin merekam pesan video.

“Orang-orang sangat senang saling mengoperkannya [camcorder],” kata Carroll. “Rekaman itu selalu [di mana] kamera video diperebutkan.”

Carroll mengatakan dia senang melihat tren videografi pernikahan yang personal ​​semakin berkembang. Dia juga menerima permintaan untuk menawarkan layanan Wedding Weekender untuk perjalanan pesta lajang, pesta ulang tahun, acara baby shower, dan momen-momen penting lainnya dalam hidup.

“Saya pribadi senang karena saya merasa telah membangun bisnis yang akan selalu diinginkan semua orang,” tutup Carroll.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE