Ima Keithel, Pasar Unik di India yang Seluruh Pedagangnya adalah Perempuan

Retno Anggraini | Beautynesia
Selasa, 30 Jun 2026 13:15 WIB
Ima Keithel Menjadi Jantung Sosial Manipur
Ima Keithel menjadi jantung sosial Manipur/Foto: Dok. India Today

Beauties, pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya berbelanja di sebuah pasar yang seluruh aktivitas jual-belinya dikelola oleh perempuan? Di tengah hiruk-pikuk Kota Imphal, negara bagian Manipur, India, terdapat sebuah pasar bernama Ima Keithel yang bukan hanya menjadi pusat perdagangan, tapi juga simbol kekuatan perempuan selama ratusan tahun.

Dengan usia yang diperkirakan mencapai 500 tahun dan memiliki ribuan pedagang perempuan, Ima Keithel menjadi bukti bahwa tradisi, ekonomi, dan peran perempuan bisa berjalan berdampingan hingga saat ini. Melansir dari Times of India dan India Today, berikut kisah tentang Ima Keithel, pasar unik di India yang seluruh pedagangnya adalah perempuan.

Ima Keithel, Pasar Perempuan Terbesar dan Tertua di Dunia

Ima Keithel dikenal sebagai pasar yang dikelola sepenuhnya oleh perempuan dengan lebih dari 5.000 pedagang yang menjadikannya salah satu pasar perempuan terbesar di dunia.
Ima Keithel, pasar perempuan terbesar dan tertua di dunia/Foto: Unsplash.com/Frédéric Barriol

Dalam bahasa Meitei, Ima Keithel memiliki arti Mother’s Market atau pasar ibu. Tempat ini juga dikenal dengan nama Ema Market atau Nupi Keithel. Berlokasi di pusat Kota Imphal, Manipur, pasar ini menghadirkan pemandangan yang berbeda dari pasar pada umumnya karena semua kios dan lapak dagangnya dijalankan oleh perempuan.

Setiap hari, lebih dari 5.000 perempuan datang untuk menjalankan usaha mereka di Ima Keithel. Mulai dari menjual sayuran segar, buah-buahan, ikan, rempah, tekstil khas Manipur, hingga berbagai kerajinan tangan, semuanya berada di bawah pengelolaan para perempuan yang telah mewariskan tradisi berdagang dari generasi ke generasi.

Sejarah Ima Keithel

Sejarah Ima Keithel/Foto: Unsplash.com/hsin-you chen

Asal-usul Ima Keithel diperkirakan sudah ada sejak abad ke-16. Kemunculannya sering dikaitkan dengan sistem Lallup-Kaba, yaitu kebijakan kerja paksa yang membuat banyak pria dari komunitas Meitei harus meninggalkan rumah untuk bertani di wilayah jauh atau ikut dalam peperangan.

Saat para pria pergi, perempuan mengambil alih berbagai tanggung jawab, mulai dari mengelola rumah, bekerja di ladang, hingga menjual hasil panen yang berlebih. Aktivitas perdagangan tersebut perlahan berkembang menjadi pasar yang lebih terorganisasi dan akhirnya dikenal sebagai Ima Keithel seperti yang ada sekarang.

Pernah Menjadi Pusat Perlawanan terhadap Kolonial Inggris

Selain menjadi tempat perdagangan, Ima Keithel juga memiliki sejarah panjang sebagai ruang perjuangan perempuan Manipur melawan kebijakan kolonial Inggris.
Ima Keithel menjadi pusat perlawanan terhadap kolonial Inggris/Foto: Unsplash.com/Lewis J Goetz

Pada masa kolonial Inggris, perempuan pedagang Ima Keithel tidak hanya berdiam diri ketika pemerintah kolonial menerapkan kebijakan ekonomi yang dianggap merugikan masyarakat. Mereka melakukan aksi protes yang kemudian dikenal sebagai Nupi Lan atau Perang Perempuan.

Gerakan tersebut melibatkan demonstrasi, blokade jalan, dan berbagai aksi penolakan terhadap kebijakan kolonial. Bahkan, ketika ada upaya untuk menjual area pasar kepada pihak luar, para perempuan mempertahankan keberadaan Ima Keithel dengan gigih. Sejak saat itu, pasar ini semakin dikenal sebagai simbol keberanian dan perlawanan perempuan Manipur.

Hanya Perempuan Tertentu yang Bisa Menjadi Pedagang di Ima Keithel

Tidak semua orang dapat membuka kios di Ima Keithel karena terdapat aturan tradisional yang menjaga keberlanjutan pasar perempuan ini.
Hanya perempuan tertentu yang bisa menjadi pedagang di Ima Keithel/Foto: Pexels.com/SharikaShivani U J

Keunikan Ima Keithel terletak pada aturan bahwa pria tidak diperbolehkan menjadi pedagang. Mereka hanya dapat memasuki kawasan pasar sebagai pembeli, petugas keamanan, pekerja angkut, atau membantu kebutuhan lainnya.

Selain itu, secara tradisional pedagang di Ima Keithel adalah perempuan yang sudah menikah. Hak untuk memiliki kios biasanya diwariskan oleh pedagang yang sudah pensiun kepada anggota keluarga seperti anak perempuan, saudara perempuan, atau kerabat lainnya sehingga keberlangsungan pasar tetap terjaga.

Ima Keithel Menjadi Jantung Sosial Manipur

Ima Keithel menjadi jantung sosial Manipur/Foto: Dok. India Today

Selama berabad-abad, Ima Keithel menjadi sumber penghidupan bagi ribuan keluarga di Manipur. Pasar ini juga memiliki organisasi yang membantu para pedagang, termasuk memberikan dukungan seperti pinjaman ketika mereka membutuhkan bantuan ekonomi.

Pada masa lalu, Ima Keithel bahkan menjadi tempat masyarakat memperoleh informasi karena terbatasnya sumber berita. Hingga kini, pasar tersebut masih menjadi ruang diskusi berbagai persoalan sosial sekaligus mencerminkan masyarakat Manipur yang menjunjung tinggi peran perempuan.

Pasar yang Penuh Warna dan Tradisi

Wisatawan dapat menemukan pengalaman budaya yang berbeda saat mengunjungi Ima Keithel melalui suasana pasar, makanan lokal, dan pakaian tradisional perempuan Manipur.
Ima Keithel, pasar yang penuh warna dan tradisi/Foto: Unsplash.com/Harshit Katiyar

Berjalan di antara lorong-lorong Ima Keithel menghadirkan pengalaman yang kaya akan warna dan budaya. Pengunjung dapat menemukan kain tradisional seperti phanek dan innaphi, mencicipi makanan khas seperti eromba, hingga melihat ribuan perempuan mengenakan pakaian tradisional sambil menjalankan aktivitas perdagangan mereka.

Suasana pasar semakin menarik ketika malam tiba dan cahaya lampu menerangi deretan kios yang ramai. Pemandangan perempuan yang bernegosiasi, berbagi cerita, dan menjaga tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun menjadikan Ima Keithel sebagai salah satu pasar paling luar biasa di dunia.

Setelah bertahan selama sekitar lima abad, Ima Keithel tetap menjadi kebanggaan masyarakat Manipur dan daya tarik unik bagi wisatawan dari berbagai negara. Dari deretan kios sederhana, tersimpan kisah ribuan perempuan yang membuktikan bahwa mereka bukan hanya penggerak ekonomi keluarga, tapi juga penjaga sejarah dan budaya yang tak ternilai. Apa kamu tertarik untuk mengunjunginya, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.