Ini Alasan Bogor Memiliki Julukan "Kota Hujan", Sudah Tahu?
Setiap kota di Indonesia memiliki julukannya tersendiri. Salah satu kota dekat Jakarta yang sering tersorot saat musim hujan ialah Kota Bogor.
Kota Bogor memiliki julukan sebagai "Kota Hujan". Hal ini karena curah hujannya yang tinggi sepanjang tahun. Di Bogor bisa pagi hari panas dengan matahari, tapi memasuki sore sudah mulai diguyur hujan.
Apa alasan yang membuat Bogor sering hujan sampai disebut "Kota Hujan" ya, Beauties? Simak!
Musim Kemarau yang Singkat
Ilustrasi hujan/Foto: pixabay.com/Pexels
Indonesia memiliki dua jenis musim, yakni musim hujan (Oktober hingga Maret) dan musim kemarau (April hingga September). Namun, musim kemarau di Kota Bogor sangat singkat.
Mengutip detikJabar, Kepala Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dedi Suwahyono mengatakan bahwa musim kemarau juga banyak hujan di Bogor.
“Disebut kota hujan karena kemarau pun banyak hujan, di mana musim kemaraunya sangat pendek,” ujar Dedi.
Musim kemarau di Bogor hanya terjadi pada bulan Juli hingga September. Di tengah musim kemarau pun, biasanya hujan tetap turun.
3 Faktor Utama Curah Hujan Tinggi di Kota Bogor
Ilustrasi hujan/Foto: Pexels.com/Nasirun Khan
Melansir laman IPB Univeristy, Ahli Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, S.Si., M.Si. menjelaskan bahwa ada tiga faktor utama curah hujan tinggi di kota Bogor, yakni sebagai berikut:
1. Angin Monsun
Faktor hujan pertama di Bogor dipengaruhi oleh Angin Monsun Barat dan Monsun Timur. Pergerakannya membawa uap air yang memicu penguapan dan berujung hujan.
“Faktor pertama tingginya curah hujan di Bogor yaitu karena angin monsun barat dari Asia pada bulan Desember-Januari-Februari dan monsun timur dari Australia pada bulan Juni-Juli-Agustus. Faktor ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penguapan uap air dan menghasilkan hujan,” ujar Sonni.
2. Posisi Matahari
Faktor kedua karena posisi matahari. Dosen IPB University dari Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) memaparkan, tingginya curah hujan di Bogor juga didukung oleh posisi matahari yang disebut dengan Intertropical Convergence Zone (ITCZ) yang biasa terjadi di bulan Maret dan September.
3. Topografi
Ketiga adalah faktor lokal, topografi. Kota Bogor terletak di ketinggian 190 sampai 330 dari permukaan laut dan diapit oleh gunung-gunung yang ada di sekitar Bogor, seperti Gunung Gede, Gunung Salak, dan Gunung Pangrango.
“Selain itu, ada juga karena faktor-faktor lokal, yaitu faktor topografi. Gunung-gunung di sekitar Bogor, seperti Gunung Salak dan Pangrango juga turut mempengaruhi pergerakan awan dan curah hujan,” jelas Sonni.
Alhasil, hujan orografi, yakni hujan yang terjadi di daerah pegunungan sering terjadi. Dalam laman BMKG, Kota Bogor pun sering masuk ke dalam daftar wilayah hujan dengan kategori tinggi.
Beauties, itulah alasan mengapa Bogor sering disebut Kota Hujan. Bagaimana menurutmu?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!