Ini Daftar Fenomena Langit Sepanjang September 2026, Ada Harvest Moon!
Beauties, di September 2026 ini, bersiap untuk menyaksikan berbagai fenomena langit yang memanjakan mata. Fenomena astronomi ini melibatkan objek langit seperti matahari, bulan, planet, bintang, komet dan meteroid. Beberapa pergerakan benda-benda langit tersebut dapat kita amati dari bumi, baik dengan mata telanjang ataupun bantuan alat.
Mulai dari Bulan Purnama hingga Harvest Moon, berikut ini daftar fenomena langit sepanjang September 2026 yang bisa kamu amati, dilansir CNN Indonesia dari timeanddate dan In The Sky.
Hujan Meteor Aurigid
Fenomena langit pertama yang bisa kamu saksikan ada hujan meteor Aurigid. Fenomena ini aktif mulai 28 Agustus hingga 5 September, dengan puncaknya terjadi sekitar 1 September.
Selama periode ini, intensitas hujan meteor yang terletak di rasi bintang Auriga ini akan meningkat. Jumlah meteor yang terlihat akan semakin banyak seiring semakin tingginya posisi titik radian di langit, Beauties.
Jika dilihat dari Jakarta, hujan meteor ini tidak akan terlihat sebelum sekitar pukul 01.33 WIB setiap malam, saat titik radiannya muncul di atas cakrawala timur. Hujan meteor ini kemudian akan tetap aktif hingga fajar menyingsing sekitar pukul 05.29.
Titik radian mencapai titik tertinggi di langit setelah fajar, sehingga hujan meteor ini kemungkinan akan menampilkan pemandangan terbaiknya sesaat sebelum fajar, saat titik radiannya berada pada posisi tertinggi.
Konjungsi Bulan Sabit dan Mars
Ilustrasi/Foto: Pexels/Dijanynni Kiratza
Dalam konteks astronomi, konjungsi adalah fenomena ketika dua atau lebih benda langit terlihat sangat berdekatan jika diamati dari Bumi. Pada 6 hingga 7 September 2026, bulan sabit tipis akan tampak berdampingan secara visual dengan Planet Merah, Mars. Perkiraan fenomena ini terjadi pada 6 September 2026 pukul 18.24 UTC atau sekitar 7 September 2026 pukul 01.24 WIB.
Kemudian, pada tanggal 27 September, Bulan juga akan tampak berdekatan dengan Saturnus. Peristiwa konjungsi ini dapat diamati dengan mata telanjang di langit bagian timur menjelang subuh.
Okultasi Bulan
Okultasi bulan adalah peristiwa saat Bulan melintas di depan benda langit lain, seperti planet atau bintang, dan menutupinya dari pandangan kita di Bumi. Pada 8 September, Bulan akan melintas di depan Jupiter. Peristiwa Bulan menutupi Jupiter ini hanya dapat dilihat dari beberapa lokasi, termasuk sebagian wilayah Rusia timur.
Pada 14 September, beberapa lokasi, termasuk Kuala Lumpur, dapat menyaksikan Bulan menutupi Venus, sedangkan di tempat lain keduanya akan tampak berdekatan di langit.
Ekuinoks September
Pada 23 September, Matahari akan berada tepat di atas suatu titik di khatulistiwa Bumi. Di momen ini, durasi siang dan malam akan lebih seimbang, masing-masing sekitar 12 jam di lebih banyak wilayah.
Ekuinoks September umumnya menandai titik balik musim. Di utara khatulistiwa, ini adalah ekuinoks musim gugur, yang membuat malam menjadi lebih panjang daripada siang. Sebaliknya, ini adalah ekuinoks musim semi di selatan khatulistiwa, yang membuat siang menjadi lebih panjang daripada malam.
Bulan Purnama Harvest Moon
Ilustrasi/Foto: Pexels/Sóc Năng Động
Harvest moon adalah bulan purnama yang terlihat pada bulan September. Puncak fenomena Harvest Moon pada tahun 2026 akan terjadi pada tanggal 26 September 2026 pukul 23.48 WIB.
Fenomena ini membuat Bulan tampak lebih besar, terang, dan terbit lebih awal setelah matahari terbenam, Beauties. Kamu bisa mengamati peristiwa tersebut dengan jelas di seluruh wilayah Indonesia asalkan kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan atau polusi asap.
Cassiopeia Lebih Mudah Terlihat
Cassiopeia adalah rasi bintang yang menyerupai huruf "W" atau "M". Cassiopeia akan mudah ditemukan sepanjang bulan ini karena bersifat sirkumpolar atau tidak pernah terbenam di bawah cakrawala jika diamati dari wilayah utara sekitar 34 derajat LU.
Dikarenakan sangat mudah dikenali, rasi bintang ini menjadi titik acuan yang berguna untuk melakukan navigasi ke rasi bintang lain yang lebih sulit atau benda langit lainnya, termasuk Bima Sakti.
Hujan Meteor Sextantid
Dilansir dari detikcom, rangkaian fenomena astronomi bulan ini ditutup oleh puncak Hujan Meteor Sextantid pada 27 September. Hujan meteor ini memancar dari konstelasi Sextans dan paling baik diamati pada jam-jam terakhir sebelum fajar.
Waktu aktif berlangsung sejak 9 September hingga 9 Oktober. Hujan meteor ini terjadi pada siang hari, dengan begitu ia dikenal sebagai daytime meteor shower karena titik radiannya berada tinggi setelah Matahari terbit.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!