Jangan Asal Curhat, Ini 5 Hal yang Sebaiknya Tidak Dibagikan ke ChatGPT atau Chatbot AI Lainnya

Dwi Lindah Permatasari | Beautynesia
Rabu, 21 Oct 2026 10:00 WIB
Informasi Keuangan dan Data Perbankan
Informasi Keuangan dan Data Perbankan/Foto: Magnific/tonodiaz

Penggunaan ChatGPT dan chatbot AI lainnya, seperti Gemin dan Claude semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari. Kamu bisa memanfaatkan teknologi ini untuk mencari ide, menyusun tulisan, merangkum informasi, hingga mendapatkan gambaran awal tentang masalah yang sedang dihadapi.

Melansir dari Huffpost, survei dari Imagining the Digital Future Center di Elon University pada 2025 menemukan bahwa 52 persen orang dewasa di Amerika Serikat telah menggunakan teknologi AI berbasis large language model (LLM). Meski praktis, kamu tetap perlu memperhatikan informasi yang dibagikan karena percakapan dapat disimpan atau diproses sesuai kebijakan layanan masing-masing.

Lantas, informasi apa saja yang sebaiknya tidak kamu bagikan ke ChatGPT maupun chatbot AI lainnya? Simak penjelasannya berikut ini!

Informasi Identitas Pribadi

Informasi Identitas Pribadi/Foto: Magnific/DC studio

Nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon, nomor identitas, dan informasi paspor termasuk data yang bisa digunakan untuk mengenali seseorang. Jika disalahgunakan, informasi tersebut berisiko memicu pencurian identitas, penipuan, hingga serangan phishing.

Misalnya, saat meminta AI membantu memperbaiki CV, hapus informasi yang tidak diperlukan, seperti alamat lengkap dan nomor identitas. Dengan begitu, kamu tetap bisa mendapatkan bantuan tanpa membagikan terlalu banyak data pribadi.

Cerita Intim tentang Kehidupan Pribadi

Cerita Intim tentang Kehidupan Pribadi/Foto: Magnific/drobotdean

Chatbot AI memungkinkan kamu membicarakan berbagai masalah, mulai dari konflik pertemanan hingga hubungan asmara. Responsnya yang terasa personal terkadang membuat kita lebih nyaman untuk bercerita.

Namun, informasi tentang kondisi emosional dan hubungan pribadi berisiko disalahgunakan jika tersebar. Karena itu, Beauties sebaiknya tidak menyertakan nama lengkap, tempat kerja, atau identitas orang lain saat menceritakan masalah. Untuk persoalan emosional yang kompleks, kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog.

Data dan Riwayat Kesehatan

Data dan Riwayat Kesehatan/Foto: Magnific/rawpixel.com

Chatbot AI bisa membantu menjelaskan istilah medis atau menyiapkan pertanyaan sebelum konsultasi dengan dokter. Namun, hindari membagikan rekam medis, hasil laboratorium, riwayat penyakit, dan daftar obat secara sembarangan karena informasi tersebut bersifat sensitif.

Jika ingin meminta AI menjelaskan hasil pemeriksaan, hapus nama, tanggal lahir, nomor rekam medis, dan informasi pengenal lainnya. Gunakan AI untuk memahami informasi awal, sedangkan diagnosis dan keputusan pengobatan tetap perlu dikonsultasikan dengan dokter.

Informasi Rahasia Pekerjaan dan Perusahaan

Informasi Rahasia Pekerjaan dan Perusahaan/Foto: Magnific/rawpixel.com

AI bisa membantu menyusun presentasi, mencari ide konten, hingga merapikan tulisan. Meski begitu, hindari memasukkan dokumen internal, data klien, kode sumber, atau laporan keuangan yang bersifat rahasia. Tindakan tersebut berisiko menyebabkan kebocoran data dan pelanggaran perjanjian kerahasiaan (non-disclosure agreement atau NDA).

Sebagai alternatif, gunakan data simulasi atau informasi yang sudah disamarkan. Jika perusahaan menyediakan chatbot AI khusus untuk pekerjaan, periksa kebijakan penggunaannya sebelum memasukkan informasi internal.

Informasi Keuangan dan Data Perbankan

Informasi Keuangan dan Data Perbankan/Foto: Magnific/tonodiaz

Nomor rekening, PIN, kata sandi, nomor kartu kredit, slip gaji, dan dokumen pajak termasuk informasi yang perlu dijaga kerahasiaannya. Jika bocor, data tersebut bisa dimanfaatkan untuk penipuan, pengambilalihan akun, atau serangan rekayasa sosial (social engineering).

Kamu tetap bisa meminta AI membantu menyusun anggaran atau memahami pilihan investasi dengan angka perkiraan. Misalnya, masukkan nominal pengeluaran berdasarkan kategori tanpa mengunggah rekening koran yang memuat informasi rekening dan riwayat transaksi.

Sudah Terlanjur Membagikan Informasi Pribadi ke AI? Ini yang Bisa Kamu Lakukan

Sudah Terlanjur Membagikan Informasi Pribadi ke AI?/Foto: Magnific

Beauties, kalau kamu pernah membagikan informasi sensitif ke chatbot AI, lakukan beberapa langkah berikut untuk mengurangi risiko penyalahgunaan data.

  • Hapus percakapan sensitif. Periksa riwayat obrolan dan hapus percakapan yang memuat data pribadi. Namun, penghapusan tidak menjamin seluruh salinan data langsung hilang dari semua sistem.
  • Periksa pengaturan privasi. Sesuaikan opsi penggunaan percakapan untuk pelatihan model, riwayat obrolan, dan fitur memori.
  • Amankan akun. Segera ganti kata sandi atau PIN yang terlanjur dibagikan. Aktifkan autentikasi multifaktor dan pantau aktivitas akun.
  • Samarkan informasi dalam prompt. Gunakan nama samaran dan hilangkan detail yang bisa mengungkap identitas seseorang sebelum mengirim pesan.

Pada akhirnya, ChatGPT dan chatbot AI lainnya bisa membantu berbagai aktivitas sehari-hari. Dengan membatasi informasi yang dibagikan dan memahami pengaturan privasi, kamu bisa memanfaatkan teknologi ini sekaligus menjaga keamanan data pribadi.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE