Viral Slogan "Bismillah C'est Les Tenebres" di Demo Pelajar Prancis, Apa Maknanya?

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 21 Oct 2026 11:30 WIB
Viral Slogan
Viral Slogan 'Bismillah C'est Les Tenebres' di Demo Pelajar Prancis, Apa Maknanya?/Foto: Dok. X

Aksi unjuk rasa pelajar di Prancis kini tengah jadi sorotan dunia, Beauties. Para pelajar awalnya memprotes terkait isu pendidikan, mulai dari fasilitas sekolah, kekurangan guru, hingga ketimpangan sosial. Namun, isu meluas dan publik akhirnya juga unjuk rasa terkait krisis ekonomi dan politik.

Di tengah aksi tersebut, sebuah slogan bertuliskan "Bismillah C'est Les Tenebres" yang dibawa oleh pengunjuk rasa menjadi viral di media sosial. Mereka menulis slogan itu di atas kardus dan meneriakkannya di hadapan para polisi yang berjaga.

Banyak yang bertanya-tanya apa makna dari kalimat dalam bahasa Arab dan Prancis tersebut. Bahkan, pesan tersebut juga ikut disuarakan oleh aktivis muda asal Swedia Greta Thunberg.

Lantas, apa makna dari slogan "Bismillah C'est Les Tenebres" yang jadi simbol perjuangan pelajar di Prancis? Simak penjelasannya berikut ini.

Makna 'Bismillah C'est Les Tenebres' di Aksi Unjuk Rasa Pelajar Prancis

Kalimat

Makna 'Bismillah C'est Les Tenebres' di Aksi Unjuk Rasa Pelajar Prancis/Foto: Dok. X

"Bismillah C'est Les Tenebres" merupakan gabungan dari bahasa Arab dan Prancis. "Bismillah", yang berasal dari bahasa Arab, memiliki makna "dengan nama Allah". "Bismillah" merupakan sebuah kata yang diucapkan oleh umat Islam sebelum memulai berbagai aktivitas.

Sementara itu, "C’est les ténèbres" memiliki makna "ini adalah kegelapan". Di kalangan anak muda, frasa ini merupakan bahasa gaul untuk menggambarkan situasi yang membawa bencana atau suram, sebagaimana dilansir dari Euro News.

Jika digabungkan, kalimat "Bismillah C'est Les Tenebres" memiliki makna "dengan menyebut nama Tuhan, ini adalah kegelapan." Mungkin terdengar tidak lazim, namun, para pelajar mengatakan justru itulah alasan mengapa frasa ini menjadi populer. Para pelajar menggunakan kalimat ini untuk mengejek seseorang yang berusaha untuk berbicara dengan gaya bahasa mereka, tapi gagal.

Asal-Usul Slogan 'Bismillah C'est Les Tenebres'

Kalimat

Asal-Usul Slogan 'Bismillah C'est Les Tenebres'/Foto: Dok. X

Kalimat ini diduga muncul dari sebuah tangkapan layar dalam percakapan di Snapchat yang beredar pada awal Oktober 2026. Kala itu, para pelajar menggunakan Snapchat untuk mengatur dan merencanakan aksi blokade sekolah.

Namun, dalam percakapan itu, muncul seorang pengguna bernama "Mamadou" yang meminta untuk bergabung ke dalam grup. Ia menulis pesan, "Salut! Bismillah c’est les ténèbres (Hai, dengan menyebut nama Tuhan, ini adalah kegelapan). Kapan blokadenya, kawan?" Pesan tersebut juga disertai dengan emoji bendera Aljazair.

Tangkapan layar lainnya memperlihatkan akun-akun serupa yang bertanya kepada para pelajar mengenai lokasi blokade, serta siapa yang menjual kembang api dan granat asap.

Bagi banyak pelajar, perpaduan yang tidak lazim antara bahasa Arab, bahasa gaul Prancis, dan bendera negara tersebut langsung membongkar kedok mereka. Mereka menyimpulkan bahwa pesan-pesan itu ditulis oleh petugas kepolisian yang menyamar sebagai pelajar untuk menyusup ke dalam kelompok protes tertutup.

Di sisi lain, baik pihak kepolisian maupun kementerian dalam negeri Prancis belum memberikan komentar mengenai tangkapan layar tersebut, dan belum ada pihak yang secara independen memverifikasi siapa sosok di balik akun-akun itu.

Kalimat ini akhirnya menjadi meme yang digunakan pengunjuk rasa untuk mengejek stereotip rasial dan infiltrasi kepolisian. Kini kalimat "Bismillah C'est Les Tenebres" mulai menyebar ke aksi protes yang dipimpin oleh kaum muda di negara-negara Eropa lainnya.

Menurut kantor berita Italia ANSA, aktivis asal Swedia, Greta Thunberg, menggunakan "Bismillah C'est Les Tenebres" kalimat saat mengunjungi para pelajar yang sedang melakukan aksi unjuk rasa di Seine-Saint-Denis, sebelah utara Paris, pada Selasa (13/10).

Kalimat ini juga muncul di poster-poster dalam sebuah demonstrasi yang dipimpin oleh serikat pekerja di Brussels untuk menentang pemangkasan anggaran oleh pemerintah Belgia. Dalam kesempatan itu, ungkapan tersebut digunakan sebagai bentuk solidaritas terhadap para pelajar Prancis, bukan sebagai rujukan pada klaim mengenai adanya penyusupan.

Di Italia, ANSA melaporkan bahwa kalimat tersebut muncul dalam demonstrasi pelajar di Bologna pada Kamis (15/10).  Ungkapan itu kembali terdengar di Milan pada akhir pekan tanggal 17 dan 18 Oktober, saat aksi protes di Piazza del Duomo sempat diwarnai penjarahan, dan para pelajar dari sebuah sekolah Prancis di Berlin juga terlihat dalam foto sedang memegang spanduk yang memuat slogan tersebut.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.