Jangan Asal Hemat! Ini 6 Barang Secondhand yang Sebaiknya Jangan Kamu Beli
Kalau kamu tipe yang suka berburu barang murah, dunia secondhand memang terasa seperti surga. Banyak barang yang terlihat masih bagus dan dijual dengan harga miring, dan rasanya sayang kalau dilewatkan begitu saja. Namun, di balik itu semua, ada beberapa barang secondhand yang diam-diam bisa menyimpan risiko kesehatan dan keamanan yang tidak kamu sadari.
Membeli barang secondhand secara impulsif tanpa riset mendalam sering kali berujung pada biaya perbaikan atau risiko kesehatan yang lebih mahal. Melansir dari Reader's Digest, berikut 6 barang secondhand yang sebaiknya jangan kamu beli.
1. Kasur
![]() Kasur, barang secondhand yang bisa menyimpan bakteri/Foto: Pexels.com/Max Vakhtbovych |
Membeli kasur bekas demi menghemat budget mungkin terlihat logis, tapi ada bahaya kesehatan yang mengintai di balik kainnya yang tampak bersih. Menurut Humberto Maldonado, seorang ahli kimia dan biologi, kasur lama dapat menyimpan berbagai macam hal, mulai dari alergen hingga bakteri.
Selain itu, kasur bekas juga bisa menjadi tempat persembunyian kutu kasur. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kutu kasur dapat menyebabkan gatal parah, gangguan tidur, hingga infeksi sekunder.
2. Furnitur Berlapis Kain
Furnitur berlapis kain, barang secondhand yang menyimpan kuman/Foto: Pexels.com/Andrea Piacquadio
Kursi sofa atau ottoman bekas dengan desain vintage memang sangat menggoda untuk melengkapi estetika rumah. Sayangnya, furnitur berlapis kain memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap kotoran, keringat, hingga kuman yang sudah tertimbun bertahun-tahun sejak pemilik pertamanya.
Sebuah studi dalam American Journal of Infection Control menemukan bahwa patogen dapat bertahan setidaknya selama seminggu di tempat duduk berbahan kain. Artinya, kuman tidak langsung hilang meski sofa sudah dibersihkan. Penelitian lain yang dipublikasikan di Eurasian Journal of Medicine bahkan menyebutkan bahwa beberapa bakteri dan jamur bisa bertahan di kain selama hampir sebulan atau lebih dalam kondisi tertentu.
3. Kursi Mobil Bayi
![]() Kursi mobil bayi, barang secondhand yang memiliki masa pakai terbatas/Foto: Magnific.com/ASphotofamily |
Kursi mobil bayi mungkin terlihat seperti barang yang awet, padahal tidak sepenuhnya begitu. Menurut Consumer Reports, masa pakai kursi mobil bayi relatif terbatas, sekitar enam hingga sepuluh tahun. Setelah itu, material plastik dan komponen lainnya bisa mengalami penurunan kualitas tanpa terlihat dari luar.
Masalahnya, kamu tidak bisa tahu apakah kursi tersebut pernah mengalami benturan atau kerusakan struktural. Daripada membeli kursi mobil bayi bekas, lebih baik berinvestasi pada barang baru yang sudah terjamin standar keselamatannya.
4. Ranjang Bayi
![]() Ranjang bayi, barang secondhand yang tidak lagi sesuai standar keselamatan/Foto: Pexels.com/Pavel Danilyuk |
Sama halnya dengan kursi mobil, ranjang bayi bekas sering kali tidak memenuhi standar keamanan modern yang terus diperbarui demi keselamatan anak. Banyak model lama memiliki celah antar jeruji yang terlalu lebar atau mekanisme kunci yang sudah longgar, sehingga berisiko membahayakan bayi saat mereka aktif bergerak atau mencoba memanjat.
Selain risiko mekanis, ranjang bayi bekas juga berpotensi mengandung cat yang sudah mengelupas atau mengandung zat kimia berbahaya seperti timbal. Mengingat bayi sering memiliki kebiasaan menggigit atau menjilat permukaan di sekitarnya, risiko paparan zat berbahaya dari barang secondhand ini tentu saja tidak terelakkan dan sebaiknya dihindari demi kesehatan mereka.
5. Karpet
Karpet, barang secondhand yang menyimpan debu dan alergen/Foto: Magnific.com/mrsiraphol
Karpet sering dianggap sebagai elemen dekorasi yang membuat ruangan terasa hangat, tapi di balik itu, karpet bekerja seperti filter besar. Karpet menangkap partikel dari segala sesuatu yang bersentuhan dengannya dan menjebak tungau debu, bulu hewan peliharaan, spora jamur, dan alergen jauh di dalam seratnya.
Tidak seperti lantai, karpet sulit dibersihkan secara menyeluruh tanpa peralatan khusus. Karena itu, karpet bekas termasuk barang secondhand yang bisa menjadi rumah tersembunyi bagi berbagai partikel yang tidak kamu inginkan di dalam rumah.
6. Peralatan Makan Keramik Antik
![]() Peralatan makan keramik antik, barang secondhand yang mengandung timbal/Foto: Pexels.com/MAG Photography |
Mengoleksi peralatan makan keramik antik memang memberikan kepuasan tersendiri bagi pencinta gaya klasik. Namun, benda-benda ini memiliki risiko tersembunyi yang perlu kamu waspadai.
Peralatan makan keramik antik terkadang mengandung timbal dalam glasurnya untuk meningkatkan warna dan daya tahan. Sayangnya, glasur ini dapat aus seiring waktu, terutama jika barang sudah terkelupas atau retak. Ketika itu terjadi, timbal dapat larut ke dalam makanan dan minuman yang kamu sajikan, yang tentu saja sangat berbahaya bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Tidak semua barang secondhand itu buruk. Namun, ada beberapa yang memang punya risiko tersembunyi yang tidak sebanding dengan harga murahnya. Jadi sebelum kamu tergoda label “murah” atau “masih bagus”, ingat lagi bahwa memilih barang secondhand bukan hanya soal berhemat, tapi juga soal keamanan dan kesehatan jangka panjang.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!



