Jelajahi Deretan Tradisi Menyambut Momen Malam Nisfu Syakban di Indonesia, Adakah Daerahmu?

Nisrina Salsabila | Beautynesia
Selasa, 07 Mar 2023 08:00 WIB
Deretan Tradisi Menyambut Momen Malam Nisfu Syakban di Indonesia/Foto: sumetha/Freepik

Malam Nisfu Syakban merupakan salah satu malam yang penuh kemuliaan daripada malam-malam lainnya bagi umat Muslim, selain Lailatulqadar. Nisfu Syakban diperingati setiap pertengahan bulan Syakban. Berdasarkan pemantauan hilal oleh LF PBNU, malam Nisfu Syakban jatuh antara Selasa, 7 Maret 2023 dan Rabu, 8 Maret 2023.

Malam Nisfu Syakban memiliki keutamaan sebagai bulan yang penuh rahmat dan ampunan atas segala dosa. Umat Muslim dianjurkan untuk menghidupkan malam Nisfu Syakban dengan cara berdoa, berzikir, beristigfar, mengerjakan salat dan puasa sunah, membaca Al-Qur’an, serta ibadah lainnya.

Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi tertentu yang dilakukan secara turun temurun untuk menyambut datangnya malam Nisfu Syakban. Berikut daftarnya.

1. Tradisi Ruwahan pada Masyarakat Betawi

Masyarakat Betawi mempunyai tradisi pada malam Nisfu Syakban bernama ruwahan. Kata ruwahan, yang diambil dari kata ‘arwah’ atau roh leluhur, merujuk pada kepercayaan jika para arwah leluhur akan datang menjelang bulan puasa untuk menengok keluarganya.

Masyarakat Betawi akan mengundang keluarga besar, tetangga, dan pemuka agama untuk menggelar pengajian dan tahlilan guna mendoakan kerabat atau keluarga yang telah meninggal dunia. Pada saat ruwahan juga disediakan berbagai suguhan khas Betawi, seperti ketupat sayur, semur daging, asinan Betawi, dan kue-kue kecil.

2. Tradisi Umbul Dungo Apeman di Demak


Tradisi Umbul Dungo Apeman di Demak/Foto: Mochamad Saifudin/detikJateng

Dewan Kesenian Daerah (DKD) Demak melaksanakan tradisi Umbul Dungo Apeman pada malam Nisfu Syakban. Ini merupakan tradisi warisan dari Kesultanan Demak yang telah berkembang selama berabad-abad.

Mengutip detikJateng, selain berupa acara doa bersama, Umbul Dungo Apeman juga menampilkan seni tari Umbul Dungo dan seni lukisan abstrak. Lalu, yang paling menarik terdapat gunungan kue apem sebagai simbol minta ampunan kepada Allah SWT dan memohon agar diberikan kesehatan serta rezeki yang melimpah. Secara filosofi, kata apem diyakini berasal dari Bahasa Arab ‘afwan’ atau ‘afuwwun’ yang artinya pengampunan.

3. Tradisi Kupatan di Tuban

Tak cuma ketupat Lebaran, masyarakat di Tuban, Jawa Timur juga menghadirkan tradisi kupatan saat malam Nisfu Syakban. Warga biasanya berkumpul menggelar kupatan di musala atau masjid.

Mereka akan menyediakan ketupat beserta lauk-pauknya yang diletakkan rapi di depan. Setelah warga melakukan doa bersama yang dipimpin oleh orang yang dituakan di kampung, acara diakhiri dengan makan ketupat bersama-sama.

4. Tradisi Malam Nisfu Syakban di Desa Pejengkolan

Masyarakat Desa Pejengkolan, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, memiliki ritual malam Nisfu Syakban tersendiri. Tradisi yang dimulai setelah salat Magrib ini diawali dengan melakukan salat Nisfu Syakban berjamaah. Setelah itu, mereka melaksanakan salat Isya berjamaah dan membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali. 

Tradisi ini ditutup dengan makan makanan ringan dan menikmati minuman khas Desa Pejengkolan yaitu roco arang-arang kambang. Minuman yang dibuat dari campuran kelapa muda, walojipang, dawet, cincau, es batu, dan gula jawa ini hanya ada di malam Nisfu Syakban. 

(ria/ria)