Kalimat yang Diucapkan Orang Cerdas saat Mendapat Pertanyaan Menyinggung Menurut Psikolog

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 04 Sep 2026 19:30 WIB
Kapan Boleh Menggunakan Kalimat Ini?
Kalimat yang Diucapkan Orang Cerdas saat Mendapat Pertanyaan Menyinggung Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Beauties, kamu pasti paham bahwa kita tidak bisa mengontrol sikap orang lain, termasuk perkataan mereka. Dalam hidup, kamu pasti pernah berjumpa dengan seseorang yang suka ikut campur urusan orang lain. Mereka seolah tak tahu batasan dengan melempar pertanyaan yang sifatnya menyinggung.

Mudah untuk terpancing dan menjawab pertanyaan mereka dengan emosi yang membuncah. Namun, orang cerdas tidak akan terjebak dengan pertanyaan menyinggung tersebut. Sebaliknya, mereka akan mengucapkan satu kalimat yang bisa mengatasi pertanyaan menyinggung tersebut.

Yuk, simak penjelasan para psikolog mengenai kalimat tersebut dirangkum dari Parade!

Kalimat yang Diucapkan Orang Cerdas saat Mendapat Pertanyaan Menyinggung Menurut Psikolog

Orang cerdas tidak akan terjebak dengan pertanyaan menyinggung tersebut. Sebaliknya, mereka akan mengucapkan satu kalimat yang bisa mengatasi pertanyaan menyinggung tersebut. Mereka akan mengucapkan, 

Kalimat yang Diucapkan Orang Cerdas saat Mendapat Pertanyaan Menyinggung Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Sebelum membahas kalimat yang diucapkan orang cerdas saat mendapat pertanyaan menyinggung, sebenarnya seperti apa, sih, definisi dari pertanyaan menyinggung?

Menurut psikolog klinis Dr. Lily Kaufmann, pertanyaan menyinggung adalah pertanyaan yang melanggar batasan pribadi seseorang. Ia mengatakan bahwa topiknya mungkin terlalu pribadi atau bahkan cara pertanyaan itu diajukan bisa terkesan tidak sopan.

"Bahasa itu sendiri bisa menyinggung, begitu pula isyarat nonverbal seperti nada suara, gestur, ekspresi wajah, dan postur tubuh," ungkapnya kepada Parade.

Pertanyaan menyinggung atau tidak juga bergantung pada siapa yang mengajukan pertanyaan tersebut, Beauties.

"Batasan Anda dengan teman mungkin berbeda dibandingkan dengan rekan kerja," tambahnya.

Jika dengan teman, Dr. Kaufmann mengingatkan agar tidak memberikan nasihat yang tidak diminta mengenai keputusan besar yang mereka ambil, baik itu dalam hubungan, keluarga, atau aspen kehidupan lainnya.

Lantas, apa kalimat yang diucapkan orang cerdas saat meneirma pertanyaan menyinggung? 

Menurut Dr. Kauffman dan Dr. Patricia Dixon, psikolog klinis, kalimat yang diajukan adalah bertanya balik maksud di balik pertanyaan tersebut. Dr. Dixon menyarankan kalimat, "Maaf, bisa jelaskan apa maksudmu dengan pertanyaan itu?" atau bisa juga bertanya, saran Dr. Kauffman, "Apa yang membuat kamu menanyakan hal tersebut?".

"Hal itu memberi kesempatan bagi orang tersebut untuk mundur sejenak dan menyadari bahwa apa yang baru saja mereka katakan itu menyinggung perasaan. Ini juga memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki kesalahan tersebut," ujar Dr. Dixon.

Dr. Kaufmann menambahkan bahwa dengan mempertanyakan kembali pertanyaan itu, orang cerdas memiliki ruang untuk memutuskan apakah mereka benar-benar ingin menjawabnya atau tidak. Selain itu, pertanyaan ini juga memberi kesempatan bagi lawan bicara untuk berhenti sejenak dan mempertimbangkan kembali pertanyaan yang telah mereka ajukan.

"Bisa jadi mereka akan menyadari bahwa mereka telah melampaui batas, memberikan informasi tambahan, menyusun ulang pertanyaan dengan cara yang tidak menyinggung, atau bahkan membatalkan pertanyaan itu sama sekali," ungkap Dr. Kaufmann.

Namun, jika seseorang melontarkan ucapan yang sangat menyinggung dan sengaja menyakiti hati, orang cerdas akan berterus terang dan menggunakan kalimat yang lugas. Mereka akan berkata, "Saya tidak akan menjawab pertanyaan tersebut" untuk menegaskan batasan.

Kapan Boleh Menggunakan Kalimat Ini?

Orang cerdas tidak akan terjebak dengan pertanyaan menyinggung tersebut. Sebaliknya, mereka akan mengucapkan satu kalimat yang bisa mengatasi pertanyaan menyinggung tersebut. Mereka akan mengucapkan, 

Kalimat yang Diucapkan Orang Cerdas saat Mendapat Pertanyaan Menyinggung Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Menurut Dr. Dixon, kalimat ini tidak bermaksud untuk menuduh atau menyerang penanya. Kalimat ini bertujuan untuk meminta penjelasan lebih lanjut.

"Sering kali, orang baru menyadari bagaimana ucapan mereka ditangkap oleh orang lain saat mereka harus menyuarakan alasannya. Anda bahkan tidak perlu menegur mereka secara langsung," ujar Dr. Dixon.

Lebih lanjut, kalimat ini juga bisa digunakan beberapa wktu kemudian untuk dibahas nanti. Menurut Dr. Dixon, membahas kembali suatu hal setelah kejadian berlalu terkadang bisa lebih efektif daripada langsung menegur orang yang bersangkutan. 

"Hal itu memungkinkan ucapan tersebut meresap dalam diri Anda dan memberi waktu untuk memproses bagian mana yang menyinggung perasaan," tambahnya. "Cara ini juga memberi kesempatan bagi orang tersebut untuk merenung, alih-alih langsung bersikap defensif."

***

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE