Manipulatif adalah salah satu hal buruk yang perlu dihindari. Namun, nyatanya sikap ini juga sering dilakukan oleh beberapa orang untuk kebaikan dirinya atau memang untuk kondisi tertentu.
Bahkan, sikap ini juga seringkali terlihat sangat jelas, tetapi juga ada yang tidak terlihat. Manipulasi dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan bahkan kebaikan juga bisa menjadi bentuk manipulasi tetapi tergantung niatnya.
Manipulatif bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan orang yang merasa tidak manipulatif sekali pun. Jika sikap ini terus dibiarkan, maka dapat membuat hubunganmu dengan orang lain juga jadi rusak. Lantas, alasan apa sih yang bikin seseorang memiliki perilaku manipulatif?
1. Mereka Memiliki Kekuatan
Mereka Memiliki Kekuatan / foto : pexels.com/krakenimages |
Melansir dari laman Medical News Today, orang manipulatif biasanya sering menggunakan kontrol koersif untuk mendapatkan kekuasaannya pada orang lain. Kontrol koersif yang dimaksud adalah pola perilaku pengendalian yang menciptakan dinamika kekuatan yang tidak setara. Seorang manipulatif akan menggunakan kontrol koersif untuk bisa mendapatkan kekuasaan dan kontrol untuk menjatuhkan harga diri seseorang.
Kontrol koersif yang dimaksud adalah dengan melakukan intimidasi, mengancam, hingga menghina. Perilaku ini adalah perilaku kekerasan yang dapat merusak mental seseorang. Biasanya, hal ini terjadi karena keinginan yang terlalu berlebihan untuk mendapatkan sesuatu.
2. Pola Asuh
Pola Asuh / foto : unsplash.com/KelliMcClintock |
Alasan selanjutnya yang memungkinkan seseorang berperilaku manipulatif adalah pola asuh. Tak bisa dipungkiri bahwa perilaku buruk orang tua dapat berdampak luar biasa pada pengembangan karakter seseorang.
Dilansir dari Psychology Today, hal ini bisa terjadi karena adanya perbedaan cinta dan kasih sayang, hak istimewa, kekuasaan, atau hal lain dalam keluarga. Oleh karena itu, sebagai orangtua harus lebih berhati-hati dalam memberikan pola asuh kepada anak karena bisa menciptakan karakter manipulatif pada anak hingga ia tumbuh dewasa.
Ada baiknya juga untuk tidak melakukan hal buruk yang cenderung manipulatif di depan anak. Hindari kekerasan dalam bentuk apapun di dalam keluarga.