Beauties, membahas mengenai Korea Utara memang tak akan ada habisnya, ya? Meski dikenal sebagai negara yang tertutup dari dunia luar, Korea Utara selalu menarik untuk diketahui.
Seperti yang kita tahu bahwa negara yang dipimpin Kim Jong Un ini memiliki aturan-aturan yang ketat dan dinilai aneh dalam mengatur warganya, bahkan bisa buat kita geleng-geleng kepala. Apa saja kebijakan aneh tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini.
Internet Dibatasi
Korea utara membatasi penggunaan internet/ Foto: Pexels/ Caio |
Zaman telah berubah dan teknologi yang semakin maju membuat internet semakin dibutuhkan untuk mengetahui dunia luar. Biasanya kita bebas menggunakan internet sesuai kebutuhan, tetapi berbeda dengan Korea utara yang membatasi penggunaan internet.
Dilansir dari Times Now News, internet di Korea utara hanya bisa diakses melalui intranet yang disebut ‘Kwangmyong’ atau Bright yang dibuat pada tahun 2000 dan hanya bisa mengakses 28 situs web di bawah pengawasan pemerintah.
Pemimpin politik dan keluarganya, siswa di sekolah elit, dan departemen perang cyber militer adalah orang-orang yang bisa mengakses internet. Selain internet, kabarnya Wi-Fi pun telah dilarang digunakan di semua kedutaan Korea Utara di seluruh dunia.
Dilarang Mendengarkan Musik
Di Korea Utara, musik atau film dianggap sebagai tindakan kriminal/ Foto: Pexels/ Thirdman |
Musik menjadi salah satu hiburan yang dapat kita nikmati kapan dan di mana saja, lagu-lagu dalam maupun luar negeri bisa kita dengarkan. Namun hal tersebut ternyata dilarang di Korea Utara, musik atau film dari luar negeri dianggap sebagai tindakan kriminal. Pada 2015 lalu, Kim Jong Un mengeluarkan sebuah dekrit untuk menghapus semua kaset dan CD yang berisi lagu-lagu yang dilarang oleh negara untuk memuat perbedaan pendapat.
Hukuman yang diberikan jika warganya melanggar disesuaikan asal film tersebut. Jika dari Amerika maka akan dieksekusi, dari India mendapatkan hukuman penjara.
Aturan 3 Generasi
kejahatan di Korea Utara menganut aturan 3 generasi/ Foto: Pexels/ Ron Lach |
Jika melakukan kejahatan di Korea Utara, maka yang dihukum bukan hanya si pelaku saja tetapi keluarganya pun akan dibawa ke penjara. Mengutip laman New Indian Express, aturan tersebut dikenal dengan istilah ‘Aturan Tiga Generasi’ yang diterapkan untuk membatasi agar tidak membelot ke negara saingannya, Pyongyang bisa membuat orang tua, kakek-nenek, dan anak-anak menjalani hukuman seumur hidup di penjara.
Dilarang Beragama
Ideologi yang dianut Korea Utara adalah Juche/ Foto: pexels/ Rodolfo Clix |
Sebenarnya Korea Utara telah resmi mengizinkan warganya untuk bebas beragama tetapi pada praktiknya sangat berbeda. Dilansir dari Mirror, memiliki sebuah Alkitab adalah ilegal, dengan kekristenan yang tidak disambut dengan baik. Siapapun yang mempraktikan agama Kristen akan ditangkap dan dijebloskan ke kamp kerja paksa. Ideologi yang dianut secara resmi Korea Utara adalah Juche, yang berakar dari Marxisme dan nasionalisme Korea.
Menyelamatkan Lukisan Pemimpin Saat Kebakaran
Menyelamatkan lukisan pemimpin ketika kebakaran/Foto:Pexels/ Pixabay |
Kebijakan berikutnya dari Korea Utara adalah menyelamatkan lukisan pemimpin. Setiap rumah di sana pasti terdapat foto atau lukisan dari ayah dan kakek Kim Jong Un yakni Kim Jong Il dan Kim Il Sung. Jika terjadi kebakaran maka foto mereka lah yang harus diselamatkan terlebih dahulu dibanding keluarga.
Ada sebuah laporan bahwa seorang ibu dipenjara karena lebih dulu menyelamatkan anak-anaknya dibanding foto pimpinan Korea Utara.
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!