Kenali Stress Language dalam Hubungan yang Sering Jadi Penyebab Salah Paham

Yoanita Aisyah Anugraeny | Beautynesia
Jumat, 30 Jan 2026 17:15 WIB
2.The Imploder
The Imploder/ Foto: Freepik/Freepik

Kamu mendadak merasa tidak cocok dengan pasangan karena sering bertengkar? Jangan overthinking dulu ya, Beauties! Pasalnya, hal tersebut bisa jadi merupakan cara masing-masing pasangan dalam merespons stres saat sedang kelelahan.

Melansir dari purewow, keadaan ini disebut sebagai stress language atau bahasa stres. Dalam kondisi ini, seseorang punya cara tertentu untuk mengekspresikan rasa stres secara sadar ataupun tidak. Jadi, bukan cuma love language, setiap orang juga punya stress language, lho!

Seperti apa sih stress language itu? Yuk, intip pembahasannya berikut ini, ya!

1. The Exploder

The Exploder/ Foto: Freepik/Freepik

Stress language satu ini adalah tipe yang meluapkan emosi secara langsung, sehingga reaksinya terlihat jelas. Biasanya ditandai dengan nada bicara yang mendadak meninggi, jadi lebih sensitif, sampai marah tanpa benar-benar disadari. Menariknya, reaksi ini sering dipicu oleh hal-hal kecil yang “triggering” sehingga kerap kali jadi ledakan emosi yang mengancam sebuah hubungan. Padahal, kemarahan tersebut tidak selalu berkaitan dengan pasangan.

2.The Imploder

The Imploder/ Foto: Freepik/Freepik

Berbeda dengan sang exploder, imploder memilih memendam stres dalam diam. Sebagai gantinya, sang imploder cenderung akan lebih memilih untuk menarik diri dalam sunyi. Dalam kesunyian tersebut, ia akan menyalahkan diri sendiri.

Jika imploder ini memiliki hubungan romantis, ia mungkin akan melakukan “silent treatment” pada pasangannya. Akibatnya, hubungan keduanya akan makin jauh dan kerap disalah artikan sebagai “ghosting”. Padahal, sebenarnya si imploder hanya sedang stres dan kewalahan menghadapi gejolak emosinya.

3. The Fixer

The Fixer/ Foto: Freepik/stockking

Stress language ini sering muncul pada orang yang punya naluri mengayomi dan pengin memastikan semuanya baik-baik saja. Jika sedang stres, tipe the fixer sering merasa harus ikut campur dan membereskan sesuatu, padahal sebenarnya nggak ada yang perlu diperbaiki. Sekilas, sikap ini kelihatan perhatian dan niat baik, tapi lama-lama justru bisa jadi sumber masalah dalam hubungan.

Sebab, kebiasaan the fixer melakukan hal-hal yang sebenarnya bukan tanggung jawabnya bisa bikin pasangan merasa risih atau nggak dipercaya. Kalau terus kejadian, pasangan mungkin akan merasa tidak nyaman sehingga bisa berpotensi mengganggu keharmonisan hubungan.

4. The Denier

The Denier/ Foto: Freepik/Freepik

Tipe stres satu ini mirip dengan imploder karena sama-sama memendam. Hanya saja, the denier cenderung menolak kenyataan bahwa dia sedang stres. Hal ini bisa terjadi karena seseorang sudah terbiasa menganggap bahwa stres adalah tanda kelemahan. Jadi saat dirinya sedang di fase itu, tubuhnya cenderung memberikan sinyal berusaha “baik-baik saja”.

Masalahnya, sikap ini bisa jadi boomerang lho, Beauties! Pasalnya kepercayaannya tentang “baik-baik saja” itu kerap membuat si denier melontarkan kata-kata yang meremehkan seperti, “ah, cuma gitu. Masih mending.” Jika kalimat ini sering dilontarkan maka pasangan akan merasa tak punya dukungan emosional.

5. The Numb-er

The Numb-er/ Foto: Freepik/Freepik

Kamu sering kecanduan scroll sosmed sampai lupa waktu? Bisa jadi itu tanda stres, lho! Yap, tipe stres satu ini disebut the numb-er. Seseorang yang masuk di tipe ini memilih “melarikan diri” dari rasa stres lewat distraksi.  Bukan hanya media sosial, si numb-er juga bisa bekerja berlebihan, berolahraga berlebihan sampai belanja impulsif sebagai distraksinya untuk mengalihkan rasa stres.

Dalam hubungan, keadaan ini sering bikin pasangan merasa diabaikan. Padahal, sebenarnya bukan karena nggak peduli, tapi memang belum siap berhadapan langsung dengan stres dan emosinya sendiri.

Pada akhirnya, sama seperti love language, setiap orang juga memiliki stress language yang berbeda. Dengan mengenali stress language diri sendiri dan pasangan, kamu bisa belajar merespons dengan lebih empati, berkomunikasi dengan lebih tenang, dan menjaga hubungan tetap dewasa dan sehat. Jadi, yuk mulai kenali stress language kamu dan pasangan ya, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE