Kenapa Ada Orang yang Sulit Bilang Tidak dan Menolak?
Beauties, pernahkah kamu sudah memutuskan untuk menolak sesuatu, tapi begitu saatnya tiba, kata "iya" justru yang keluar dari mulutmu? Kamu bukan sendiri dalam hal ini, dan yang pasti bukan karena kamu lemah.
Sunita Sah, Ph.D., profesor manajemen di Cornell University, menulis di Psychology Today bahwa hampir semua orang, di tempat kerja, di rumah, maupun di lingkungan sosial, cenderung memilih untuk patuh daripada menolak. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari pola yang terbentuk jauh sebelum kita dewasa.
Yuk, simak 5 alasan psikologis di balik sulitnya mengucapkan kata "tidak" berikut ini!
Sejak Kecil Kita Diajarkan bahwa Menurut Itu Baik
Salah satu akar terdalam dari kesulitan berkata "tidak" adalah cara kita dibesarkan. Sunita Sah, dikutip dari Harvard Business Review, menjelaskan bahwa keluarga, sekolah, serta lingkungan kerja sejak dini melatih kita untuk menurut. Mulai dari mengambil pekerjaan tambahan saat diminta, menyetujui pendapat kelompok, hingga menjaga hubungan baik dengan cara mengalah.
Dalam wawancara di The Second City Network, Sah menambahkan bahwa tekanan ini biasanya terasa lebih kuat pada perempuan yang sejak kecil dikondisikan untuk berprestasi sekaligus tetap penurut. Akibatnya, pola ini menjadi perilaku otomatis yang sulit diubah meski kita sebenarnya merasa keberatan. Memahami bahwa ini adalah hasil pengondisian sosial, bukan cacat karakter, adalah langkah awal yang sangat penting, Beauties.
Rasa Cemas bahwa Penolakan Akan Menyakiti Orang Lain
Kenapa Ada Orang yang Sulit Bilang Tidak?/Foto: Freepik/prostooleh
Ada perasaan tidak nyaman yang sangat spesifik muncul ketika kita hendak menolak seseorang, yaitu kekhawatiran bahwa penolakan kita akan terasa seperti serangan terhadap mereka.
Sunita Sah menamai fenomena ini sebagai insinuation anxiety, yaitu ketegangan psikologis yang kita rasakan ketika menolak terasa seperti menghina atau menyiratkan bahwa kita tidak mempercayai orang tersebut.
Ketakutan untuk menyinggung orang lain menjadi salah satu pendorong paling kuat yang membuat kita tetap diam serta patuh, bahkan ketika dalam hati kita tidak setuju. Contohnya ketika kita tertawa pada lelucon yang tidak lucu, atau menerima saran yang sebenarnya kita ragukan, hanya karena menolak terasa terlalu kasar.
Takut Ditolak dan Kehilangan Kedekatan dengan Orang Lain
Bagi banyak orang, mengucapkan "tidak" terasa seperti mengambil risiko yang sangat besar: risiko dijauhi, dikecewakan, atau dianggap tidak peduli. Kita sering menginternalisasi keyakinan bahwa menegaskan batasan dapat berujung pada penolakan atau bahkan kehilangan hubungan yang kita sayangi.
Shreya Mandal, LCSW, psikoterapis serta profesor di City University of New York, menjelaskan di Psychology Today bahwa pada sebagian orang, pola ini berakar sangat dalam, yaitu pada pengalaman masa kecil ketika rasa aman serta kasih sayang terasa bergantung pada kemampuan untuk menyenangkan orang lain. Pola itu kemudian terbawa hingga dewasa dalam bentuk kesulitan menetapkan batasan.
Rasa Bersalah karena Merasa seperti Orang yang Egois
Kenapa Ada Orang yang Sulit Bilang Tidak?/Foto: Freepik
Salah satu hal yang paling sering menghentikan kita saat hendak menolak adalah rasa bersalah yang muncul bahkan sebelum kata "tidak" sempat terucap. Perasaan ini adalah hasil dari kondisi sosial yang sudah lama menanamkan bahwa berkata "tidak" sama artinya dengan mengecewakan orang lain serta tidak memenuhi kewajiban kita.
Dampaknya bisa cukup serius. Demi menghindari rasa bersalah, banyak orang akhirnya memutus kontak dengan kebutuhan mereka sendiri. Mereka berkata "iya" saat hati berkata "tidak" dan terus meminta maaf karena sudah mengambil ruang untuk diri sendiri. Dalam jangka panjang, pola ini justru memicu kelelahan mental (burnout) dan rasa terisolasi yang mendalam.
Harga Diri yang Rendah Membuat Kebutuhan Orang Lain Terasa Lebih Penting
Alasan terakhir yang sering tidak disadari adalah rendahnya harga diri (self-esteem). Semakin tinggi kita menghargai diri sendiri, semakin mudah kita menolak hal-hal yang tidak sejalan dengan kapasitas kita.
Orang dengan harga diri rendah sering membiarkan orang lain menentukan tindakan mereka. Mereka cenderung menoleransi perilaku yang tidak menghargai mereka karena batasan pribadinya sudah kabur. Menghargai diri sendiri bukan berarti egois, Beauties, tapi justru memastikan bahwa kamu hadir dalam kondisi mental terbaikmu untuk orang lain.
Memahami alasan di balik sulitnya berkata "tidak" adalah cara yang penuh kasih untuk mulai mengenal diri sendiri lebih dalam, Beauties. Kamu selalu berhak untuk memilih, serta "tidak" yang diucapkan dengan tulus adalah bentuk penghormatan terhadap diri sendiri sekaligus kejujuran kepada orang lain.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!