Kenapa Kita Sering Lupa Mau Melakukan Apa Setelah Masuk Ruangan? Ini Penjelasannya

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Rabu, 02 Sep 2026 13:15 WIB
Mengenal Doorway Effect yang Membuat Seseorang Lupa Mau Melakukan Apa
Penjelasan Doorway Effect/Foto: Magnific

Pernah nggak, Beauties, kamu berjalan ke kamar untuk mengambil sesuatu, tetapi begitu sampai malah lupa tujuan awalmu? Padahal beberapa detik sebelumnya, kamu masih ingat jelas barang yang ingin diambil.

Kejadian seperti ini terasa sepele, tetapi ternyata ada penjelasan ilmiahnya, lho. Fenomena tersebut dikenal sebagai doorway effect atau location updating effect, yang berkaitan dengan cara otak mengolah ingatan.

Yuk, simak penjelasan lebih lengkapnya dilansir dari IFL Science!

Mengenal Doorway Effect yang Membuat Seseorang Lupa Mau Melakukan Apa

Penjelasan Doorway Effect/Foto: Magnific

Dalam fenomena doorway effect, seseorang cenderung lebih mudah melupakan informasi yang baru saja dipikirkan setelah melewati batas tertentu. Batas tersebut biasanya berupa pintu, tetapi ternyata tidak harus selalu berupa pintu sungguhan.

Fenomena ini berkaitan dengan event horizon model, yaitu gagasan bahwa otak membagi pengalaman menjadi beberapa peristiwa atau episode. Jadi, pengalaman tidak disimpan sebagai satu rangkaian panjang yang sepenuhnya berkesinambungan.

Ketika kamu berpindah tempat, otak memperbarui konteks yang sedang digunakan. Akibatnya, informasi yang berkaitan dengan konteks sebelumnya bisa menjadi lebih sulit diakses untuk sementara.

Hal tersebut pernah diuji dalam penelitian tahun 2011 yang dipublikasikan di Sage Journals. Peneliti dari University of Notre Dame meminta peserta membawa objek melalui lingkungan virtual maupun kondisi nyata.

Hasilnya, peserta lebih sering melupakan informasi setelah melewati pintu dibandingkan ketika hanya berjalan melintasi sebuah ruangan. Temuan tersebut kemudian dikaitkan dengan cara otak memisahkan pengalaman berdasarkan batas peristiwa.

Profesor Psikologi University of Notre Dame sekaligus salah satu penulis penelitian, Gabriel Radvansky, menjelaskan bahwa pintu dapat menjadi batas peristiwa dalam pikiran. Menurutnya, keputusan atau aktivitas yang dilakukan di ruangan berbeda dapat lebih sulit diingat karena sudah ditempatkan otak dalam bagian pengalaman yang berbeda.

Nggak Harus Pintu Sungguhan, Membayangkan Pintu Saja Sudah Bisa Memunculkan Efeknya!

Doorway Effect/Foto: Magnific

Nah, bagian ini mungkin cukup mengejutkan, Beauties. Penelitian tahun 2014 menunjukkan bahwa efek tersebut bahkan dapat terjadi tanpa kamu benar-benar melewati sebuah pintu.

Dalam penelitian berjudul Mentally walking through doorways causes forgetting: The location updating effect and imagination, peserta diminta membayangkan dirinya berjalan melewati pintu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa membayangkan perpindahan tersebut juga dapat memunculkan doorway effect. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan konteks tidak selalu bergantung pada informasi visual yang benar-benar diterima mata.

Dengan begitu, lupa mau melakukan apa setelah berpindah tempat kemungkinan berkaitan dengan cara pikiran memperbarui konteks. Menariknya, otak ternyata dapat melakukan proses tersebut bahkan melalui ruang yang hanya dibayangkan.

Pikiran yang Penuh Bisa Membuat Efeknya Lebih Terasa

Pikiran Bisa Menimbulkan Doorway Effect/Foto: Magnific

Penelitian tahun 2021 dalam BMC Psychology kembali menguji fenomena ini menggunakan lingkungan virtual reality. Peserta diminta mengingat objek di atas meja, kemudian berpindah menuju meja lain dalam ruangan berbeda.

Pada eksperimen pertama, pintu virtual ternyata tidak memberikan pengaruh terhadap kemampuan peserta mengingat objek. Artinya, melewati pintu saja belum tentu membuat seseorang mengalami lupa setelah masuk ruangan.

Kemudian, peneliti menambahkan tugas menghitung sambil peserta menjalankan tugas mengingat. Kondisi tersebut sengaja dibuat untuk memberikan tekanan tambahan terhadap kemampuan memori mereka.

Menariknya, doorway effect lebih sering muncul pada eksperimen kedua. Temuan ini menunjukkan bahwa ketika memori sedang terbebani, seseorang mungkin lebih rentan mengalami lupa jangka pendek.

Peneliti juga mengemukakan kemungkinan bahwa perubahan konteks lebih berperan daripada keberadaan pintu itu sendiri. Ditambah pikiran yang sedang penuh, perpindahan konteks dapat membuat informasi sebelumnya semakin sulit dipertahankan.

Jadi, kalau kamu sering lupa kenapa masuk ke sebuah ruangan, tidak perlu langsung panik. Bisa saja otakmu sedang memperbarui konteks, apalagi ketika sebelumnya kamu memikirkan banyak hal sekaligus.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.