Kenapa Kita Sulit Move On dari Karakter Fiksi di Drama Korea hingga Novel? Ini Alasannya

Nadya Quamila | Beautynesia
Senin, 21 Sep 2026 19:30 WIB
Kenapa Kita Sulit Move On dari Karakter Fiksi di Drama Korea hingga Novel? Ini Alasannya
Kenapa Kita Sulit Move On dari Karakter Fiksi di Drama Korea hingga Novel? Ini Alasannya/Foto: instagram.com/netflixkr

Mulai dari serial, drama korea, film, hingga novel, kamu mungkin punya satu atau beberapa karakter fiksi favorit yang menempati ruang spesial di hatimu. Film atau novelnya sudah selesai kamu tonton atau baca, tapi kamu kesulitan untuk move on dari karakter ini, bahkan bisa sampai terbawa mimpi. Bisa relate nggak, nih, Beauties?

Ketika kita menonton serial, drama korea, atau membaca novel yang sangat kita sukai, tontonan atau bacaan tersebut sudah bertransformasi menjadi lebih dari sekadar hiburan untuk mengisi waktu luang, Beauties. Menurut Saba Lurie, pemilik sekaligus pendiri Take Root Therapy, kita bisa merasa sangat terhubung dengan para karakternya dan peduli pada nasib mereka.

"Dan jika kita menyukai serial itu karena memberikan pelarian dari masa-masa sulit, menghadirkan karakter yang terasa dekat di hati, serta memunculkan perasaan yang selama ini kita dambakan, maka berakhirnya acara tersebut bisa terasa sebagai kehilangan yang sangat mendalam," tuturnya kepada Real Simple.

Lantas, apa, sih, alasan mendalam mengapa kita sering kesulitan untuk move on dari sebuah karakter fiksi? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini!

Mengapa Rasanya Menyakitkan saat Serial hingga Novel Tamat

Park Bo Gum kala berperan sebagai Yang Gwan Sik di drakor When Life Gives You Tangerines./Foto: Instagram/@bogummy

Mengapa Rasanya Menyakitkan saat Serial hingga Novel Tamat/Foto: Instagram/@bogummy

Sederhananya, serial, acara TV, drama Korea, hingga novel bisa membuat kita merasa dipahami dan terwakili dengan cara yang menyentuh sisi emosional lebih dalam daripada yang sering kita sadari. Meski otak kita mungkin paham bahwa kita sedang menikmati sesuatu yang memiliki batasan durasi dan waktu, bukan berarti kita tidak menjalin ikatan yang mendalam dan bermakna, walaupun ikatan itu bersifat satu arah, Beauties. 

"Selain itu, situasi hidup kita saat ini serta apa yang terjadi di sekeliling kita kemungkinan besar juga memengaruhi cara kita menikmati acara tersebut dan bagaimana kita memaknai akhir ceritanya," ujar Lurie.

Di sisi lain, bisa jadi apa yang sedang kita tonton memberikan sesuatu yang bisa kita nanti-nantikan di tengah hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari yang seolah tiada habisnya.

"Kita merasa yakin acara itu akan selalu ada; kita mungkin tahu bahwa acara itu bisa atau pasti akan berakhir, namun pengetahuan itu tidak lantas membuat kita tidak merasa kehilangan saat hal itu benar-benar terjadi," ujar Lurie. 

Hal ini terutama berlaku saat kita menonton acara favorit untuk pertama kalinya dan menjadi sebuah pengalaman yang tidak bisa terulang kembali. Tapi berbeda halnya dengan ketika kita menonton ulang serial favorit kita. Mungkin ada rasa sedih ketika serialnya berakhir, tapi kita sudah memahami alur ceritanya dan pernah merasakan kesedihan itu sebelumnya.

"Walaupun Anda mungkin merasakannya lagi setiap kali menonton ulang, rasanya kemungkinan besar tidak akan sepedih atau semendalam saat pertama kali menontonnya," lanjut Lurie.

Mengapa Kita Bisa Merasa Sangat Terhubung dengan Karakter Fiksi?

Kim Seon Ho dan Go Yoon Jung saat berakting di Can This Love Be Translated

Mengapa Kita Bisa Merasa Sangat Terhubung dengan Karakter Fiksi?/Foto: instagram.com/netflixkr

Ada banyak alasan untuk menyukai sebuah tontonan atau bacaan. Selain alur cerita, ikatan dan kedekatan yang terjalin dengan para karakternya membuat kita bisa menyukainya.

"Kita mungkin merasa terhubung dengan karakter TV dan kelompok pertemanan di dalamnya karena sering kali kita melihat diri kita sendiri pada sosok-sosok tersebut, namun dalam konteks yang berbeda dari pengalaman hidup kita sehari-hari," jelas Lurie. 

"Meskipun kita memiliki teman-teman yang membuat kita merasa aman dan nyaman serta bisa diajak tertawa bersama, kita tidak selalu memiliki akses yang sama atau sering bertemu dengan mereka dibandingkan dengan kelompok pertemanan yang kita saksikan di televisi," tambahnya.

Selain itu, kita berada di posisi yang jauh dari konflik dan masalah yang dihadapi karakter-karakter tersebut di setiap episode, sehingga tercipta jarak antara masalah mereka dan masalah kita sendiri. 

"Masalah-masalah itu sering kali diselesaikan dan dituntaskan dalam satu episode atau satu musim tayang. Hal ini jauh lebih mudah untuk diikuti dan dinikmati dibandingkan hubungan di dunia nyata, yang bisa saja memiliki masa-masa sulit dan tahun-tahun penuh tantangan," ujar Lurie. 

"Membangun hubungan di dunia nyata membutuhkan waktu dan niat yang sungguh-sungguh; sebaliknya, melalui televisi, kita bisa merasa dekat dengan seorang karakter tanpa harus mengambil risiko apa pun. Perasaan ini pun bisa tumbuh dengan relatif cepat berdasarkan apa yang kita lihat pada karakter tersebut—yang sering kali menampilkan sisi kerentanan yang lebih mendalam dibandingkan pengalaman kita sendiri di dunia nyata," paparnya.

Cara Move On Setelah Serial Favorit Berakhir

Hospital Playlist (2020) mengisahkan lima dokter sahabat tentang pekerjaan, cinta, dan persahabatan yang hangat.

Cara Move On Setelah Serial Favorit Berakhir/Foto: IMDb

Cara setiap orang menyikapi kehilangan saat sebuah serial berakhir tentu berbeda-beda. Ada yang mungkin memilih untuk rewatch atau menonton kembali karena memberikan rasa nyaman. Ada pula yang memilih untuk mencari tontonan baru sampai menemukan sesuatu yang bisa memberikan kesan serupa. Ada juga yang mencari sesama penggemar serial tersebut dan mengobrol hingga menonton bersama.

Sama halnya dengan serial yang kita cintai, menjalin interaksi dengan komunitas juga dapat membantu kita memproses berakhirnya tayangan yang sangat kita sukai, Beauties. 

"Membahas akhir cerita sebuah serial bersama orang lain dapat membuat rasa kehilangan tidak terasa begitu menyendiri," kata Lurie. "Pada akhirnya, tidak ada cara untuk menghindari kesedihan yang muncul akibat sebuah akhir cerita; jadi, mengizinkan diri sendiri untuk merasakan dan menerima kesedihan tersebut adalah hal yang perlu dilakukan."

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE