Kisah di Balik Kebijakan UM Maumere yang Izinkan Mahasiswa Bayar UKT dengan Hasil Bumi

Narita Fuji Triani | Beautynesia
Selasa, 23 Jun 2026 11:00 WIB
Kisah di Balik Kebijakan UM Maumere yang Izinkan Mahasiswa Bayar UKT dengan Hasil Bumi
Kisah Dibalik Kebijakan UM Maumere yang Izinkan Mahasiswa Bayar UKT dengan Hasil Bumi/Foto: instagram.com/unimof_id/

Di tengah mahalnya Uang Kuliah Tunggal (UKT) di sejumlah perguruan tinggi, Universitas Muhammadiyah (UM) Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, justru menarik perhatian publik. Kampus ini menerapkan kebijakan yang tak biasa, yaitu memperbolehkan mahasiswa membayar biaya kuliah dengan hasil bumi, mulai dari pisang, kelapa, ikan, hingga hasil kerajinan tangan.

Kebijakan tersebut sudah berlaku sejak 2018. Tidak muncul begitu saja, terdapat sebuah kisah dari mahasiswa UM Maumere yang akhirnya menjadi kebijakan dalam membayar kuliah di kampus ini. Yuk, simak, Beauties!

Berawal dari Mahasiswi yang Terancam Gagal UAS

Kisah dibalik kebijakan UM Maumere. Berawal dari mahasiswa yang terancam gagal UAS/Foto: instagram.com/econo_my23

Kebijakan UM Maumere dalam meringankan biaya kuliah mahasiswa karena mahasiswanya memiliki kondisi rata-rata ekonomi menengah ke bawah. Sebelum kebijakan hasil bumi berlaku, kampus sudah meringankan biaya kuliah dengan sistem pembayaran cicilan, namun juga belum efisien.

Pada tahun 2018, seorang mahasiswi prodi Kimia terancam tidak bisa mengikuti UAS karena masih ada tunggakan biaya kuliah. Melansir dari detikedu, saat itu keluarga mahasiswi tersebut sebenarnya memiliki hasil panen berupa pisang dan kelapa. Namun, hasil panen itu sulit dijual karena mereka tinggal jauh dari pusat kota dan bergantung pada pengepul yang tidak selalu datang tepat waktu. Kondisi tersebut membuat keluarga kesulitan memperoleh uang tunai untuk membayar uang kuliah.

Kampus Membantu Menjual Hasil Bumi

Mahasiswa diperbolehkan membawa hasil bumi ke kampus sebagai pengganti pembayaran kuliah. Kampus juga membantu menjualnya/ Foto: instagram.com/safnaaliviaa_

Mahasiswa diperbolehkan membawa hasil bumi ke kampus sebagai pengganti pembayaran kuliah. Kampus juga membantu menjualnya/ Foto: instagram.com/safnaaliviaa_

Pihak kampus kemudian menawarkan solusi saat melihat kondisi tersebut hingga menjadi kebijakan kampus. Mahasiswa diperbolehkan membawa hasil bumi ke kampus sebagai pengganti pembayaran kuliah. Kampus membantu menjualnya kepada dosen, pegawai, maupun pengepul dengan harga yang mengikuti pasar.

Kampus menerima berbagai jenis hasil bumi, seperti pisang, kelapa, mangga, alpukat, dan ikan. Selain itu, kampus juga menerima kain tenun, selendang, hingga bata merah yang biasa digunakan sebagai bahan bangunan. Hasil kerajinan tangan mahasiswa dan keluarganya juga diterima kampus yang kemudian dijadikan suvenir bagi tamu-tamu kampus.

Salah satu alumni UM Maumere, Stefani Anggreati yang dilansir dari detikdedu mengaku pernah membayar biaya kuliah menggunakan batu merah yang diproduksi usaha keluarganya. Nilai batu merah kemudian disesuaikan dengan jumlah biaya kuliah yang harus dibayarkan.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan kampus kepada mahasiswa yang kesulitan membayar biaya kuliah. Kampus juga menerima registrasi mahasiswa baru menggunakan hasil bumi. UM Maumere juga menyediakan berbagai kebijakan untuk meringankan biaya kuliah, seperti beasiswa, potongan biaya kuliah, hingga sistem cicilan jangka panjang selama 6 tahun atau 72 kali pembayaran.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.