Kisah Inspiratif Sastia Prama Putri, Ilmuwan Gemilang Asal Indonesia yang Berkarier di Jepang
Kesempatan berkarier di luar negeri banyak terbuka bagi masyarakat Indonesia. Di tengah isu tentang alumni beasiswa yang viral, nama Sastia Prama Putri turut menjadi perbincangan publik. Kisah inspiratifnya sebagai ilmuwan Indonesia di Jepang tak hanya tentang prestasi akademik, namun juga tentang rasa nasionalisme dan dedikasinya untuk tetap membawa nama Indonesia di kancah Internasional.
Sastia membuktikan bahwa kontribusi untuk Tanah Air bisa dilakukan dari mana saja, bahkan tak harus mengganti kewarganegaraan, ia tetap bisa menjadi ilmuwan terbaik sambil tetap memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia (WNI)
21 Tahun Jadi Ilmuwan di Jepang
Dr. Sastia telah berkarier selama 21 tahun di Jepang. Ia menjadi Associate Professor di Osaka University/Foto: instagram.com/sas.tiaputri
Sosok Sastia tengah viral di media sosial karena unggahannya yang menegaskan rasa bangga tetap memegang paspor Indonesia padahal ia sudah menetap selama 21 tahun di Jepang. Setelah lulus S1 Biologi ITB, ia menjadi trainee selama satu tahun di Jepang melalui beasiswa dari pemerintah Jepang dan UNESCO. Kemudian, ia mendapat tawaran beasiswa dari pemerintah Jepang untuk studi S2 dan S3 di Osaka University dan berhasil menyelesaikan masa studi magister dan doktor dalam kurun waktu 3,5 tahun.
Setelah lulus S3, Dr. Sastia bekerja sebagai peneliti paruh waktu selama satu tahun di laboratorium Osaka University. Di tahun berikutnya, potensi dan kegigihan membawa dirinya bisa menetap hingga kini menjadi Associate Professor di Osaka University.
Kiprah untuk Indonesia
Meski di Jepang, Dr. Sastia masih memberikan banyak kontribusi untuk Indonesia. Ia menjadi dosen luar biasa ITB hingga membangun komunitas/Foto: instagram.com/sas.tiaputri
Meski sudah lama bekerja di Jepang, namun Dr. Sastia memberikan banyak kontribusi untuk Indonesia. Ia berhasil melakukan riset produk lokal ke standar global. Ia mengembangkan metode autentikasi Kopi Luwak menggunakan teknologi metabolomik, yang membantu memvalidasi keaslian kopi termahal di dunia di pasar internasional. Penelitiannya tersebut menjadi riset populer di dunia.
Dr. Sastia juga berhasil mengidentifikasi senyawa dalam tempe yang bermanfaat untuk menurunkan kolesterol. Ia membawa tempe mendunia melalui inovasi anak bangsa, ia juga berhasil meningkatkan ekspor prioritas tempe dari dari Indonesia ke Jepang.
Sebagai dosen Fakultas Ilmu Hayati dan Teknologi ITB, penelitiannya melibatkan mahasiswa Osaka University maupun mahasiswa ITB dalam aplikasi metabolomik untuk membuat standar kualitas dan produk makanan asli Indonesia, seperti dikutip dari laman resmi ITB. Di luar itu, dia juga mendirikan komunitas gaya hidup sehat dan platform edukasi digital yang aktif di Indonesia bernama Wellness by Bright Squad.
Penghargaan Dunia
Dr. Sastia banyak meraih penghargaan dunia. Sejak 2009 hingga 2025/Foto: instagram.com/kiiborman
Berikut ini beberapa penghargaan bergengsi dunia yang berhasil diraih oleh Dr. Sastia:
- Penghargaan Presentasi Lisan Mahasiswa Terbaik (Juara 1) dalam “Pertemuan Tahunan ke-42 Perhimpunan Patologi Invertebrata, Park City, Utah, AS”, Agustus 2009
- Penghargaan Pengakuan Khusus dari Masyarakat Metabolomik atas pengabdian sebagai Dewan Direksi dari 1 Oktober 2013 hingga 30 September 2015.
- Dari tanggal 1 Oktober 2013 hingga 30 September 2015, pemenang Penghargaan Poster Metabolomics Australia dalam “Pertemuan Tahunan ke-8 dari Metabolomics Society”, Glasgow, Inggris, Juli 2013.
- L’Oreal-UNESCO For Women in Science pada tahun 2015
- Ia mencatatkan sejarah sebagai orang asing (non-Jepang) pertama yang meraih Ando Momofuku Award pada tahun 2024 untuk kategori Invention Discovery Encouragement Award
- Woman of The Year 2025 Her World Indonesia
Keseimbangan Karier dan Keluarga
Dr. Sastia menginspirasi untuk memiliki keseimbangan karir dan keluarga. Ia membuat manajemen waktu yang tepat berdasarkan skala prioritas/Foto: instagram.com/sas.tiaputri
Dr. Sastia sering kali berbagi kiat dalam menyeimbangkan perannya sebagai ilmuwan papan atas dan orang tua. Dalam sebuah podcast bersama Gita Wirjawan, ia menceritakan perjuangannya menjadi seorang ibu yang baru melahirkan namun harus tetap bekerja di Jepang. Ia selalu membawa anak pertamanya saat bertugas, tidak meninggalkan anak untuk mimpinya, tapi melibatkannya.
Keseimbangan antara karier dan keluarga ia lakukan dengan manajemen waktu yang ketat berdasarkan skala prioritas. "Saya punya annual target, monthly target, weekly target, dan daily target dan saya bagi tugas berdasarkan skala prioritas dan atur timeline pekerjaan saya. Setiap hari saya pasti meluangkan waktu untuk keluarga di rumah, makan malam pasti bersama-sama dan bermain bersama anak saya sampai dia tidur baru saya melanjutkan pekerjaan saya lagi,” ungkapnya, seperti dikutip dari laman resmi ITB
Wah, keren banget ya, Beauties! Dr. Sastia menjadi sosok inspiratif untuk perempuan tetap mengejar mimpinya, memiliki keseimbangan bagi karir dan keluarga, juga memiliki rasa nasionalis yang tinggi untuk turut berkontribusi bagi negeri.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!