Lagi Cepat Lelah dan Nggak Semangat? Yuk, Coba 5 Cara Mengatasi Burnout Ini

ADILA PUTRI ANISYA | Beautynesia
Rabu, 09 Sep 2026 09:30 WIB
Kapan Harus Menghubungi Profesional?
Kapan Harus Menghubungi Profesional/Foto: Pexels

Kapan terakhir kali kamu benar-benar merasa rileks tanpa memikirkan deadline atau daftar tugas yang menumpuk? Jika kamu sampai lupa kapan momen itu terjadi, ini bisa jadi warning sign buat kamu, Beauties. Rasa lelah yang berkepanjangan itu bukanlah hal biasa yang bisa diabaikan begitu saja. 

Di tengah padatnya aktivitas kuliah, kejaran tenggat waktu kerjaan, hingga tuntutan kehidupan personal, menjaga keseimbangan hidup memang menjadi tantangan tersendiri bagi anak muda. Namun tenang saja, burnout bukanlah akhir dari segalanya.

Yuk, kita bedah bersama cara mengatasi  burnout  yang praktis dan bisa langsung kamu coba!

Bedanya Stres Biasa dan Burnout

Bedanya Stres Biasa dan Burnout/Foto: Magnific

Sebelum melangkah lebih jauh, kamu perlu memahami bahwa stres dan burnout adalah dua hal yang berbeda. Dilansir dari Anxiety & Depression Association of America (ADAA), Dr. Leighann Forbes, PhD, memberikan gambaran analogi yang sangat mudah dipahami.

Stres biasa bisa kamu bayangkan seperti baterai smartphone yang berkurang, tetapi bisa kembali penuh setelah diisi daya sebentar. Sementara itu, burnout terjadi ketika baterai smartphone milikmu benar-benar habis total hingga matot (mati total) dan nggak bisa menyala kembali.

Stres umumnya bersifat sementara akibat tekanan singkat, seperti saat kamu mau ujian. Sebaliknya, burnout adalah kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional yang sangat parah akibat tekanan berkepanjangan yang nggak ditangani.

Tanda-Tanda Kamu Sedang Mengalami Burnout

Tanda-Tanda Kamu Sedang Mengalami Burnout/Foto: Magnific

Burnout nggak datang secara mendadak, melainkan menumpuk secara perlahan. Dilansir dari Healthline, ada beberapa gejala utama yang perlu kamu waspadai pada diri sendiri:

  • Kelelahan Fisik dan Emosional: Kamu merasa energi terkuras habis setiap hari, mengalami perubahan pola tidur, nafsu makan terganggu, hingga sering menderita sakit kepala.
  • Menarik Diri dari Lingkungan: Kamu merasa enggan bersosialisasi, malas membalas pesan teman, atau menarik diri dari aktivitas sosial yang biasanya kamu sukai.
  • Cepat Marah dan Sensitif: Hal-hal kecil yang biasanya biasa saja kini membuat kamu mudah merasa frustrasi, jengkel, atau hilang kesabaran.
  • Kehilangan Motivasi dan Performa: Pekerjaan atau tugas sekolah yang biasanya mudah dikerjakan kini terasa sangat berat, membosankan, dan nggak bermakna lagi.

Cara Mengatasi Burnout yang Bisa Kamu Coba

Cara Mengatasi Burnout yang Bisa Kamu Coba/Foto: Magnific

Mengatasi burnout nggak bisa dilakukan secara instan dalam semalam. Kamu perlu memulainya dari langkah-langkah kecil yang konsisten tanpa menambah beban baru pada rutinitasmu. Berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa kamu terapkan:

1. Gerakkan Tubuh Tipis-Tipis

Kamu nggak perlu langsung memaksakan diri melakukan olahraga berat di gym selama satu jam. Aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara konsisten sudah cukup untuk memicu pelepasan hormon endorfin.

Kamu bisa memulai hari dengan peregangan ringan selama 5 hingga 10 menit setelah bangun tidur, atau sekadar berjalan kaki santai di area terbuka saat istirahat makan siang.

2. Perhatikan Asupan Nutrisi dan Cairan

Saat sedang stres dan burnout, kita sering kali terjebak dalam kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji atau malah lupa makan.

Padahal, nutrisi dan hidrasi yang cukup sangat penting untuk memulihkan energi tubuh. Usahakan untuk selalu minum air putih yang cukup dan siapkan camilan sehat seperti buah atau kacang-kacangan di meja kerjamu.

3. Prioritaskan Tidur Berkualitas

Tidur adalah kunci utama untuk memulihkan kesehatan fisik serta emosional. Usahakan untuk tidur selama 7 hingga 8 jam setiap malam secara teratur. Kurangi penggunaan ponsel atau laptop senggaknya 30 menit sebelum tidur agar otak dan matamu bisa benar-benar beristirahat.

4. Unplug dan Cerita ke Support System

Jangan menanggung semua beban sendirian, Beauties. Dr. Leighann Forbes menekankan betapa pentingnya memiliki jaringan pendukung (support system).

Luangkan waktu untuk mengobrol atau sekadar mencurahkan isi hati kepada sahabat atau keluarga. Selain itu, berikan waktu bagi dirimu untuk unplug atau mematikan notifikasi media sosial sejenak.

5. Belajar Berkata "Tidak" dan Minta Bantuan

Jika beban pekerjaan atau tugasmu sudah melebihi kapasitas, jangan ragu untuk berdiskusi dan meminta bantuan orang lain. Berani menetapkan batasan adalah bentuk kepedulian terbaik untuk dirimu sendiri.

Kapan Harus Menghubungi Profesional?

Kapan Harus Menghubungi Profesional/Foto: Pexels

Jika kelelahan dan rasa hampa ini sudah berlangsung lama hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Meminta bantuan profesional bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah bijak untuk memulihkan kesehatan mentalmu.

Ingat ya, Beauties, seperti pesan dari Dr. Forbes, "We cannot pour from an empty cup." Kamu nggak bisa memberikan yang terbaik untuk orang lain jika cangkir energimu sendiri sedang kosong. Yuk, pelan-pelan isi kembali energimu!

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE