Beauties, apakah saat ini kamu sedang menjalani pendekatan dengan seseorang untuk menjalin hubungan yang baru? Atau mungkin ini kali pertamamu dekat dengan seorang pria? Kamu mungkin akan mendapatkan perlakuan manis dan kalimat-kalimat gombalannya. Saat kamu terbuai dan cepat jatuh cinta diawal pendekatan dengan tindakan tersebut, bisa saja ini menjadi tanda kamu sedang terjebak dalam love bombing dari pasanganmu.
Menurut psikoterapis dan psikoanalis, Babita Spinelli, LP, love bombing adalah niat dan tindakan untuk memanipulasi seseorang secara emosional agar mudah cepat jatuh cinta ke dalam hubungan. Umumnya pelaku love bombing akan mencurahkan banyak perhatian dan sikap manis dengan dalih ingin membuktikan cintanya padamu, Namun tindakan tersebut hanya dilakukan di awal-awal saja. Sebab saat kamu sudah benar-benar jatuh cinta, dia akan mengabaikanmu karena dia tidak serius ingin menjalin hubungan denganmu.
Lalu, saat kamu mulai ketergantungan dengannya, dia akan berusaha mengontrol perasaanmu dengan tindakan manipulatif. Nah, agar kamu tidak terjebak dengan jerat love bombing dalam relationship, kamu perlu melakukan hal-hal berikut ini.
Perhatikan Perilaku
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/freepik |
Hal pertama yang bisa dilakukan, khususnya bagi kamu yang sedang dalam masa PDKT adalah memperhatikan perilaku gebetan sebelum kamu menetapkan hubungan yang lebih serius. Melansir dari Marriage, untuk bisa terbebas dari love bombing seseorang harus bisa mengidentifikasi tanda-tanda love bombing yang ada pada pasangannya.
Seorang pelaku pengebom cinta sering disebut memiliki sifat yang egois dan memiliki gangguan kepribadian narsistik. Sebuah penelitian tentang love bombing menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gaya keterikatan, narsisme yang tinggi, dan harga diri yang rendah, dan cenderung jadi perilaku penyebab love bombing.
Membuat Batasan
Ilustrasi/Foto: Pexels.com/vera-arsic |
Setelah mengetahui perilaku pasangan dari tanda-tanda love bombing, kamu bisa membuat batasan dan bersikap tegas terhadap seorang love bomber. Melansir dari Mindbody Green, menurut banyak pakar hubungan, bom cinta adalah tanda tidak sehat dalam sebuah hubungan karena mempersulit orang lain untuk mempertahankan batasan pribadinya. Oleh karena itu, menurut psikoanalis Babita Spinelli, LP, penting untuk menetapkan batasan yang jelas dan sehat.
Misalnya kamu bisa menolak tawaran hadiah yang akan diberikan, menetapkan batasan interaksi dan waktu yang dihabiskan bersama, dan tentunya bersikap tegas dalam menanggapi teks dengan kalimat romantis yang berlebihan. Sehingga dengan menetapkan batasan yang sehat kamu tidak akan mudah terbuai dan menjadi korban manipulasi emosional yang diberikan pasanganmu.