sign up SIGN UP

Langgar Aturan Hijab, Perempuan Iran Tewas Usai Ditahan Polisi, Tuai Kecaman Masyarakat Dunia

Retno Anggraini | Beautynesia
Selasa, 20 Sep 2022 09:30 WIB
Langgar Aturan Hijab, Perempuan Iran Tewas Usai Ditahan Polisi, Tuai Kecaman Masyarakat Dunia
Mahsa Amini/Foto: Twitter via The Guardian

Nama Mahsa Amini tengah jadi perbincangan di media sosial. Pasalnya, perempuan Kurdi berusia 22 tahun tersebut dinyatakan meninggal setelah sebelumnya ditangkap oleh polisi moral Iran karena diduga melanggar aturan hijab negara setempat.

Melansir The Guardian, Mahsa Amini sedang bepergian dengan keluarganya dari provinsi Kurdistan ke Teheran, ibu kota Iran, untuk mengunjungi kerabatnya ketika penangkapan terjadi. Saksi mata melaporkan bahwa Amini dipukuli di dalam mobil polisi. Namun kesaksian ini dibantah oleh pihak polisi.

Perempuan Iran tewas usai ditangkap polisi, diduga penyiksaan
Mahsa Amini/Foto: Instagram.com/solmusmisra

Berita Mahsa Amini ini muncul beberapa minggu setelah presiden garis keras Iran, Ebrahim Raisi, memerintahkan tindakan keras terhadap hak-hak perempuan dan menyerukan penegakan yang lebih ketat dari aturan berpakaian wajib di negara tersebut. Peraturan ini mengharuskan semua perempuan mengenakan hijab sejak revolusi Islam pada tahun 1979.

Keluarga Amini diberitahu bahwa Amini telah dibawa ke rumah sakit beberapa jam setelah penangkapan. Amini dipindahkan ke unit perawatan intensif di rumah sakit Kasra. Menurut Hrana, sebuah organisasi HAM Iran, keluarga Amini dijanjikan oleh polisi bahwa Amini akan segera dibebaskan setelah sesi pendidikan ulang.

Perempuan Iran tewas usai ditangkap polisi, diduga penyiksaan
Mahsa Amini dalam keadaan koma/Foto: Instagram.com/kevinliwang

Polisi mengatakan bahwa Amini terkena serangan jantung. Keluarga Amini membantah pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa Amini terlihat sehat dan tidak memiliki masalah kesehatan apa pun. Amini mengalami koma setelah tiba di rumah sakit dan pihak keluarga diberitahu oleh staf rumah sakit bahwa Amini mengalami mati otak.

Foto-foto Amini terbaring di ranjang rumah sakit dalam keadaan koma dengan perban di sekitar kepalanya dan menggunakan tabung pernapasan telah beredar di media sosial. Rawat inap dan kematian Amini menuai kecaman dari berbagai kalangan, termasuk selebriti hingga politisi Iran.

Perempuan Iran tewas usai ditangkap polisi, diduga penyiksaan
Ilustrasi perempuan berhijab/Foto: Freepik.com

Mahmoud Sadeghi, seorang politisi reformis dan mantan anggota parlemen meminta pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, untuk angkat bicara atas kasus Amini. Kementerian dalam negeri dan jaksa Teheran meluncurkan penyelidikan atas kasus tersebut setelah ada perintah dari Raisi.

"Apa yang dikatakan Pemimpin Tertinggi tentang perlakuan polisi Iran terhadap Mahsa Amini? Yang sebelumnya telah mencela polisi Amerika Serikat atas kematian George Floyd," kata Sadeghi di Twitter.

Perempuan Iran tewas usai ditangkap polisi, diduga penyiksaan
Ilustrasi perempuan berhijab/Foto: Unsplash.com/Hasan Almasi

Menanggapi insiden tersebut, organisasi HAM Amnesty International mengatakan, "Keadaan yang mengarah pada kematian tahanan perempuan muda berusia 22 tahun, Mahsa Amini, yang mencakup tuduhan penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya dalam tahanan, harus diselidiki secara kriminal."

"Yang disebut 'polisi moral' di Teheran secara sewenang-wenang menangkapnya tiga hari sebelum kematiannya saat menegakkan undang-undang cadar paksa yang kejam, merendahkan, dan diskriminatif di negara itu. Semua orang yang bertanggung jawab harus menghadapi keadilan," tambahnya.

Perempuan Iran tewas usai ditangkap polisi, diduga penyiksaan
Ilustrasi perempuan berhijab/Foto: Unsplash.com/mostafa meraji

Pada tanggal 15 Agustus 2022, Raisi menandatangani dekrit yang melarang pakaian perempuan dan menetapkan hukuman yang lebih keras jika melanggar kode ketat, baik di depan umum maupun online. Banyak perempuan telah ditangkap di seluruh negeri setelah Hari Jilbab dan Kesucian nasional diumumkan pada 12 Juli 2022.

Salah satunya adalah Sepideh Rashno, seorang penulis dan seniman yang dilaporkan dipukuli dan disiksa dalam tahanan sebelum membuat permintaan maaf secara paksa di televisi. Bulan Juli lalu, sebuah video seorang perempuan berdiri di depan salah satu van, memohon untuk membebaskan putrinya viral di media sosial. Perempuan berhijab itu terus berpegangan pada van saat melaju dan terlempar setelah van menambah kecepatannya.

Perempuan Iran tewas usai ditangkap polisi, diduga penyiksaan
Ilustrasi perempuan berhijab/Foto: Unsplash.com/yusril alim

Melansir Aljazeera, aturan berpakaian wajib di Iran berlaku untuk semua negara dan agama, yang mengharuskan perempuan untuk menutupi rambut dan leher mereka dengan hijab. Selama beberapa dekade, perempuan semakin terdesak. Pada tahun 2017, puluhan perempuan di Iran melepas hijab mereka di depan umum dalam gelombang protes. Namun, pihak berwenang telah mengambil tindakan yang lebih keras.

Mengutip Wolipop, Netblocks melaporkan sejak kematian Amini, sejumlah lokasi di Iran telah mengalami gangguan koneksi internet. Banyak pengguna internet yang mengatakan kalau mereka tidak bisa mengunggah video di Instagram atau mengirim konten via Whatsapp. Netblocks sendiri merupakan organisasi pengawas yang memantau keamanan siber dan tata kelola internet.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id