Lebih dari 1000 Siswi di Iran Alami Gejala Keracunan, Pemerintah: Ini Kejahatan yang Tak Termaafkan

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 07 Mar 2023 18:15 WIB
Lebih dari 1000 Siswi di Iran Alami Gejala Keracunan, Pemerintah: Ini Kejahatan yang Tak Termaafkan/Foto: AFP via Getty Images/WAKIL KOHSAR

Lebih dari 1.000 siswi di 15 kota di Iran dilaporkan mengalami gejala yang sama dengan siswi lain yang menjadi korban serangan gas beracun. Belakangan ini, heboh kabar siswa perempuan di Iran dilaporkan sengaja diracun menggunakan senyawa kimia. Diduga, tujuan siswa perempuan diracun tersebut agar mereka tidak bisa bersekolah. 

Para siswi yang diwawancarai oleh media pemerintah mengatakan bahwa mereka tiba-tiba diliputi oleh bau "buah busuk atau telur busuk atau parfum yang kuat", dan hampir tidak bisa bernapas. Beberapa mengatakan mereka pingsan dan harus 'diseret' untuk mendapatkan udara segar oleh teman-temannya. Yang lain mengatakan mereka merasa pusing dan sakit. Banyak siswi akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Pada konferensi pers baru-baru ini, Menteri Dalam Negeri Iran Ahmad Vahidi, yang diminta oleh Presiden Ebrahim Raisi untuk menyelidiki, menyatakan, "lebih dari 90 persen keracunan tidak disebabkan oleh faktor eksternal, dan sebagian besar berasal dari stres dan kekhawatiran yang disebabkan oleh berita," sebagaimana dilansir dari laman DW.

Ilustrasi/ Foto: Los Angeles Times via Getty Imag/Marcus Yam

Namun, Wakil Menteri Kesehatan Iran Yunes Panahi menyatakan bahwa tujuan serangan itu adalah untuk menutup sekolah perempuan. Parlemen telah menangani masalah ini, dan penyelidikan resmi kini telah dibuka.

"Para orang tua memprotes di depan sekolah," kata seorang ibu berusia 47 tahun dari ibu kota Iran, Teheran, kepada DW.

"Banyak yang mempertimbangkan untuk tidak menyekolahkan anak mereka lagi. Anak perempuan saya yang sudah dewasa adalah seorang pelajar. Dia mengatakan bahwa serangan gas beracun ini dimulai di asrama selama protes nasional. Ada laporan selama berbulan-bulan, tetapi tidak ada yang menganggapnya serius," tambahnya.

(naq/naq)