Lulus Sekolah Hukum, Perempuan Ini Justru Sukses Raup Miliaran dari Jualan Stiker! Ini Kisahnya

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 23 Jun 2026 15:00 WIB
Lulus Sekolah Hukum, Perempuan Ini Justru Sukses Raup Miliaran dari Jualan Stiker! Ini Kisahnya
Lulus Sekolah Hukum, Perempuan Ini Justru Sukses Raup Miliaran dari Jualan Stiker! Ini Kisahnya/Foto: Dok. Elyse Burns

Tak pernah terbayangkan bagi Elyse Burns, perempuan lulusan jurusan Hukum Universitas Duke, akhirnya akan banting setir berkarya dan menghasilkan cuan dari berjualan stiker. Bahkan, ia berhasil melunasi utang untuk biaya kuliahnya beserta biaya hidup dengan terjun di industri kreatif ini.

Semua berawal ketika Burns menjual hasil karyanya, yaitu kanvas lukisan tangan di platform Etsy pada 2015. Siapa sangka, karyanya diminati begitu banyak orang. Sekitar dua tahun kemudian, pada 2020, Burns mendirikan bisnis kreatifnya bernama Elyse Breanne Design dan berhasil meraup cuan sekitar 360 ribu USD (sekitar Rp5,2 miliar, dengan kurs pada 2020 rata-rata Rp14.533). Bisnis kreatif Burns menjual berbagai produk termasuk stiker, buku mewarnai, alat tulis, dan perlengkapan rumah tangga.

Burns menyadari bahwa berkarier sebagai pengacara mungkin akan membantunya mendapatkan penghasilan yang tinggi. Di sisi lain, ia juga menyadari adanya anggapan bahwa jalan seorang seniman cukup terjal dan berliku, khususnya dalam keuangan. 

"Saya merasa semua orang tahu bahwa Anda dapat menghasilkan penghasilan yang baik sebagai pengacara, dan Anda tidak bisa sebagai seniman, dan itu semacam stereotip dan pemikiran yang ada," kata perempuan berusia 28 tahun itu kepada CNBC Make It.

Tapi ia berhasil mematahkan stereotip tersebut. Yuk, simak kisah Elyse Burns dalam mendirikan bisnis stikernya berikut ini!

Memilih Fokus di Bidang Seni

Alih-alih jadi pengacara, perempuan ini lebih memilih terjun di dunia kreatif dengan berjualan stiker dan berhasil meraup cuan hingga puluhan miliar.

Memilih Fokus di Bidang Seni/Foto: Dok. Elyse Burns

Elyse Burns mendaftar di sekolah hukum Universitas Duke pada 2019 dan mengambil pinjaman mahasiswa federal untuk menutupi biaya kuliah sebesar 63 ribu USD ditambah biaya hidupnya. Pinjaman tersebut berhasil ia lunasi pada 2023 melalui bisnis kreatifnya.

Meskipun pada akhirnya ia tidak mengejar karier di bidang hukum, Burns tidak menyesal telah kuliah di sekolah hukum dan berhasil mendapatkan gelar sarjana. Baginya, mengenyam pendidikan di jurusan hukum merupakan bagian dari perjalanan dirinya dan bisnisnya menuju kesuksesan.

“Saya sangat beruntung, dan bagaimana saya sampai di sini juga termasuk kuliah di sekolah hukum,” katanya. “Berbagi pengalaman kuliah di sekolah hukum dan menjalankan bisnis di TikTok adalah bagian dari apa yang membuat bisnis saya melejit sejak awal.”

Sembari kuliah, bisnis kreatif Burns awalnya adalah pekerjaan sampingan atau side hustle. Kala itu, ia juga sambil bekerja di sebuah lembaga bantuan hukum Duke’s First Amendment Clinic selama musim panas. Tapi ia selalu merasa ada dorongan dalam diri untuk fokus pada bidang seni. Bahkan, ia tak sabar pekerjaannya di bidang hukum selesai agar bisa segera pulang dan melukis.

Burns kemudian mempromosikan karyanya melalui TikTok pada 2020 dan mulai menjual desainnya secara grosir melalui Faire, sebuah platform yang menghubungkan merek dengan pengecer.

Di momen inilah karya Burns mulai mendapatkan atensi dan bisnisnya berkembang pesat. Ia juga membagikan kisahnya belajar di bidang hukum sembari menjalankan bisnis seni yang membuat netizen di TikTok tertarik.

[Gambas:Instagram]

Ketika bisnisnya sukses mendatangkan keuntungan yang layak, Burns memikirkan kembali jejaknya di bidang hukum. Awalnya, ia berpikir bahwa dengan berkarier di bidang hukum dapat membantunya melunasi pinjaman biaya kuliahnya.  Namun, setelah fokus dengan bisnis kreatifnya, Burns mulai mempertanyakan pilihan tersebut.

Akhirnya, Burns mengutarakan keinginannya untuk berhenti di bidang hukum kepada pria yang menjadi suaminya sekarang. Ia merasa berkarier di bidang yang tak lagi menarik perhatiannya akan membuatnya merasa lelah secara mental. Suaminya pun mendukung penuh keputusan Burns dan mendorongnya untuk melakukan apa pun yang ia sukai. Meskipun begitu, Burns tetap bertanggung jawab untuk menyelesaikan pendidikan hukumnya.

"Meskipun saya tahu ini tidak akan diperlukan—gelar itu tidak akan banyak membantu saya—saya pikir itu adalah sesuatu yang sangat saya yakini perlu saya lakukan," kata Burns.

Semua pinjaman Burns adalah pinjaman federal, yang berarti pinjaman tersebut masih dalam masa penangguhan pembayaran tanpa bunga di era pandemi ketika ia lulus pada 2022. Hal itu memotivasinya untuk segera melunasi pinjaman tersebut, sebelum bunga mulai terakumulasi.

Pendapatan Capai Rp73,6 Miliar

Alih-alih jadi pengacara, perempuan ini lebih memilih terjun di dunia kreatif dengan berjualan stiker dan berhasil meraup cuan hingga puluhan miliar.

Pendapatan Capai Rp73,6 Miliar/Foto: Dok. Elyse Burns

Bisnis Elyse Breanne Design berkembang pesat, pada 2025 ia berhasil mendapatkan sekitar 4,6 juta USD (sekitar Rp73,6 miliar) dalam penjualan melalui berbagai outlet online dan Mill and Meadow, toko alat tulis yang ia buka di Durham, North Carolina pada 2022. 

Burns menjadi pemilik tunggal Elyse Brianne Design, dan secara konsisten menginvestasikan kembali keuntungan perusahaan dengan tujuan untuk mengembangkan bisnis. Perusahaan ini memiliki 18 karyawan tetap.

Burns telah menghadapi banyak tantangan sebagai pemilik usaha kecil, terutama mempelajari cara menjalankan perusahaan seiring perkembangannya. Bisnis yang berkembang membutuhkan perubahan dan perluasan kebutuhan yang terus-menerus. "Ini merupakan masalah yang bagus untuk dihadapi," katanya.

Hal yang ingin dilakukan Burns selanjutnya adalah memasok lebih banyak produknya ke lebih banyak toko besar.  Ada kalanya Burns merasa lelah dan kewalahan, dan berharap perusahaan lain akan mengakuisisi bisnisnya.

"Tetapi jika kesempatan untuk menjual bisnis muncul, saya rasa sebenarnya bukan hal itu yang saya inginkan. Kalau tidak melakukan bisnis ini, saya tidak tahu harus melakukan hal apa," tuturnya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE