Me Time atau Self Avoidance? Ini Perbedaannya...
Kalau kegiatan sehari-hari sedang sibuk-sibuknya, pasti kita sering mendapati diri kita sendiri menginginkan break sejenak. Mulai dari menyempatkan scrolling media sosial di tempat tidur ataupun pergi untuk belanja sepulang kerja nanti.
Seiring berjalannya waktu, menggunakan waktu sejenak untuk melakukan hal yang kita senangi atau me time menjadi sangat populer sebagai bentuk self-care fisik dan mental. Akan tetapi, tidak jarang pula waktu me time tersebut alih-alih menyegarkan malah membuatmu semakin lelah dan terpikirkan banyak hal.
Ada kalanya kedua hal ini memiliki garis pemisah yang ambigu. Kalau kamu masih kebingungan, yuk, simak perbedaan me time dan self avoidance berikut ini!
Ciri-Ciri Me Time dan Self Avoidance yang Kamu Perlu Tahu
Ilustrasi ciri-ciri me time dan self avoidance yang kamu perlu tahu/ Foto: unsplash.com/micheile henderson
Salah satu cara termudah untuk membedakan keduanya adalah dengan mengenali ciri-cirinya. Berikut beberapa ciri-ciri me time atau self-care dan ciri ciri self avoidance yang dikutip dari laman Evergreen Therapeutics:
Me Time atau Self Care
- Bantu meregulasi emosi dan stres
- Meningkatkan ketahanan mental
- Membantu diri menjadi individu yang lebih baik
Self Avoidance
- Selalu mengisolasi diri sendiri dengan alasan lelah berinteraksi
- Tidak berhenti melakukan doomscrolling
- Kerap membatalkan janji penting untuk ‘istirahat’
Tujuan dari Me Time dan Perbedaanya dengan Self Avoidance
Ilustrasi tujuan dari me time dan perbedaanya dengan self avoidance/ Foto: unsplash.com/Sasha Freemind
Tujuan me time bukan hanya untuk memberikanmu kebahagiaan singkat, namun juga membantu growth-mu sebagai individu. Mengutip dari laman 3Cs Counseling Center, me time yang baik tidak hanya sekadar memanjakan dirimu saja, melainkan memilih kegiatan yang bisa membuat keadaan fisik dan mentalmu menjadi lebih baik.
Sementara itu, self avoidance bertujuan untuk sekadar mendistraksi diri kita dari masalah yang ada. Menghindari menyelesaikan masalah dengan beralasan seperti ini hanya memberikan diri ketenangan sesaat dan justru bisa menyebabkan stres yang semakin bertumpuk.
Meski sepintas nampak sama, akan tetapi tujuan kedua hal ini sangat berbeda satu sama lainnya. Apabila kamu menyadari jika ‘me time’ yang kamu lakukan justru membentuk sebuah pattern berulang yang justru membuatmu menjauhkan diri dari hal-hal yang penting, bisa jadi sebenarnya kamu sudah memasuki ranah self avoidance, lho.
Saat itu terjadi, cobalah untuk perlahan mengubahnya. Atau kalau dirasa diperlukan, kamu juga bisa banget mendatangi tenaga profesional agar perlahan bisa keluar dari siklus atau pattern tersebut.
Tidak ada yang salah dengan menghabiskan waktu sejenak untuk hal yang kita sukai, seperti dengan menonton serial drama favorit ataupun pergi berjalan-jalan keluar. Selama hal itu masih dalam moderasi dan dilakukan bukan digunakan sebagai alasan untuk menghindari masalah yang seharusnya diselesaikan ya, Beauties.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!