Beauties, pernah nggak kamu merasa kok lebih berenergi saat malam hari? Misalnya, kerjaan jadi lebih cepat selesai dan ide-ide kreatif lebih sering muncul saat malam hari, sedangkan pagi atau siangnya kamu sering merasa mengantuk dan nggak berenergi.
Well, itu nggak salah, kok karena setiap orang punya waktu produktif yang berbeda-beda. Hal inilah yang dinamakan dengan sleep chronotype.
Istilah yang dipopulerkan oleh Dr. Michael Brus melalui bukunya yang berjudul The Power Of When ini, menjelaskan bahwa sleep chronotype dapat menentukan waktu produktif seseorang. Dengan begitu, kamu bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baik mungkin untuk bekerja atau belajar.
Nah, sleep chronotype ini terbagi menjadi empat macam yang dikelompokkan berdasarkan hewan mamalia, yaitu tipe lumba-lumba, beruang, singa, dan serigala. Dilansir dari Health Line, simak penjabarannya berikut ini, ya.
Tipe Beruang
Sleep chronotype/Foto: pexels.com/Miriam Alonso |
Tipe beruang merupakan chronotype yang paling umum. Ada sekitar 55% orang memiliki chronotype ini. Mereka yang masuk dalam tipe beruang memiliki jam tidur dan bangun yang sama dengan siklus terbit dan terbenamnya matahari. Jadi, waktu terbaik untuk mereka beraktivitas adalah sebelum tengah hari dan cenderung menurun setelah makan siang atau antara pukul 2 siang dan 4 sore.
Tipe Serigala
Waktu produktif/Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio |
Kamu sering begadang dan sulit bangun pagi? Mungkin kamu termasuk tipe serigala, nih Beauties. Pasalnya, seseorang yang termasuk tipe ini, baru memulai hari di siang hari sekitar pukul 10 sampai 11 siang dan baru bersemangat mengerjakan pekerjaan menjelang pukul 6 sore hingga dini hari karena saat itulah mereka merasa lebih bersemangat.
Tipe Singa
Jam tidur/Foto: pexels.com/Karolina Grabowska |
Nah, kebalikan dengan tipe serigala, chronotype singa justru merasa paling produktif saat di pagi hari. Biasanya mereka sudah bangun sebelum matahari terbit atau sekitar pukul 3-4 subuh dan langsung memulai aktivitas sehari-harinya. Makanya, tipe yang satu ini sering dijuluki sebagai morning person.
Menjelang sore biasanya mereka sudah kelelahan dan mengantuk. Itulah kenapa, jam tidur chronotype ini dimulai dari pukul 8 atau 9 malam.
Tipe Lumba-lumba
Jam tidur lumba-lumba/Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio |
Termasuk dalam tipe sleep chronotype yang langka, seseorang dengan tipe lumba-lumba ini biasanya memiliki jam tidur yang nggak teratur. Gangguan-gangguan kecil seperti suara berisik dan cahaya terang saja bisa membuat mereka bangun dan sulit untuk tidur kembali. Itulah sebabnya, tipe chronotype yang satu ini sering mengalami insomnia.
Tipe lumba-lumba sebenarnya punya waktu produktif yang fleksibel karena mereka bisa tidur dan bangun kapan saja, tapi puncak produktivitas tipe ini terjadi pada pukul 10 pagi hinggap 2 siang. Jadi, buat Beauties yang termasuk tipe lumba-lumba bisa memaksimalkan kegiatan di jam tersebut.
Nah, itulah empat tipe sleep chronotype. Kira-kira kamu termasuk yang mana, Beauties?
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!