Mengenal 5 Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar yang Istimewa saat Bulan Ramadan

Belinda Safitri | Beautynesia
Kamis, 05 Mar 2026 15:15 WIB
3. Turunnya Para Malaikat
Turunnya para malaikat/ Foto: Freepik.com/freepik

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang paling mulia dalam bulan Ramadan karena pada malam inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Malam ini juga disebut lebih baik daripada seribu bulan, sehingga umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah untuk meraih keutamaannya.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Namun hakikatnya tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan tepatnya malam tersebut datang, Beauties. Meski begitu, Rasulullah saw. memberikan sejumlah petunjuk melalui hadis-hadisnya tentang tanda yang dapat menjadi gambaran hadirnya malam penuh kemuliaan itu.

Dirangkum dari laman Baznas dan NU Online, simak beberapa ciri-ciri malam Lailatul Qadar berikut ini! 

1. Langit Cerah

Langit cerah/ Foto: Freepik.com/Jeswin

Beberapa hadis menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar ditandai dengan langit yang tampak bersih dan cerah. Tidak ada awan tebal, hujan lebat, atau cuaca ekstrem. Udara terasa seimbang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin. Ini menciptakan suasana yang nyaman untuk beribadah sepanjang malam.

Dalam hadis riwayat Muslim no. 762 dari Ubay bin Ka’ab disebutkan: “Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.”

Hadis ini menjadi salah satu rujukan utama tentang tanda alam yang menyertai Lailatul Qadar. Cahaya matahari tampak lembut dan teduh sebagaimana diungkapkan seolah memberikan isyarat bahwa malam sebelumnya adalah malam yang penuh keberkahan.

2. Keheningan dan Ketenteraman

Keheningan dan ketenteraman/ Foto: Freepik

Rasulullah saw. pernah menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang terang dan bercahaya, tidak panas dan tidak dingin, tidak ada mendung, serta tidak ada angin kencang. Keheningan malam terasa berbeda dari biasanya, menghadirkan suasana yang begitu damai dan menenangkan.

Gambaran tersebut menunjukkan suasana yang stabil dan tenang, seolah alam turut menyambut malam yang penuh kemuliaan ini. Tak heran, banyak orang saleh merasakan ketenteraman batin yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Hati menjadi lebih khusyuk, pikiran lebih jernih, dan ibadah terasa ringan. 

3. Turunnya Para Malaikat

Turunnya para malaikat/ Foto: Freepik.com/freepik

Turunnya malaikat turut menjadi tanda datangnya Lailatul Qadar. Hal ini sesuai firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadar ayat 1–5:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.”

Para ulama menjelaskan bahwa malaikat turun untuk menyaksikan ibadah orang-orang beriman, mendoakan mereka, serta menyampaikan rahmat dan keselamatan. Karena itu, malam Lailatul Qadar disebut sebagai malam yang penuh keberkahan. 

4. Bintang Terlihat Jelas

Bintang terlihat jelas/ Foto: Freepik.com/freepik

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Jabir bin Samurah, disebutkan bahwa ciri Lailatul Qadar adalah malamnya bercahaya dan bintang-bintang terlihat jelas. Riwayat lain menyebutkan bahwa malam tersebut bisa saja turun hujan ringan dan angin bertiup lembut, namun tetap dalam suasana yang tenang.

Disebutkan pula bahwa setan tidak berani keluar hingga fajar menyingsing. Hal ini menunjukkan betapa malam tersebut dipenuhi penjagaan dan rahmat dari Allah Swt. 

"Dari Hadis Jabir bin Samuroh disandarkan ke Rasulullah: ciri Lailatul Qadar itu malamnya hujan dan berangin. Ibnu Khuzaimah meriwayatkan hadis dari Jabir disandarkan ke Rasulullah juga: ciri Lailatul Qodar itu bercahaya, terang, tidak panas, dan tidak dingin. Bintang-bintang terlihat jelas. Setan tidak berani keluar sampai Fajar terbit menyinarinya." 

5. Rasa Bahagia dan Kenyamanan dalam Beribadah

Kenyamanan dalam beribadah/ Foto: Freepik.com/freepik

Selain tanda-tanda alam, ciri Lailatul Qadar juga dapat dirasakan melalui kondisi hati. Orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan salat, zikir, dan doa sering kali merasakan energi tidak biasa, kesejukan, kenyamanan, dan kebahagiaan yang berbeda dari malam-malam lainnya. 

Meskipun mungkin kurang tidur dan fisik teras lelah, ibadah malam itu terasa ringan dan penuh kenikmatan. Perasaan ini diyakini sebagai bagian dari keberkahan Lailatul Qadar yang Allah Swt. anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya yang mencari ridha-Nya.

“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Pada pagi hari, matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan.” (HR. Ath-Thoyalisi dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18: 361).

Jadi, itulah sejumlah ciri malam Lailatul Qadar. Semoga kita termasuk orang-orang yang diberi kesempatan dan keberkahan untuk bertemu dengan Lailatul Qadar ya, Beauties. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE