Mengenal 7 Ciri Pernikahan yang Tidak Sehat

Nazwa Yuliana | Beautynesia
Minggu, 14 Jun 2026 17:30 WIB
5. Tidak Ada Rasa Saling Menghargai
Tidak ada rasa saling menghargai/ Foto: Pexels.com/ Timur Weber

Beauties, setiap hubungan pasti memiliki konflik dan perbedaan pendapat. Namun, tidak semua masalah dalam hubungan bisa dianggap normal. Dalam beberapa kasus, konflik yang terus terjadi justru bisa menjadi tanda bahwa hubungan atau pernikahan sudah tidak berjalan dengan sehat.

Menariknya, banyak pasangan tidak langsung menyadari kondisi tersebut karena menganggap semua masalah rumah tangga adalah hal biasa. Padahal, menurut psikologi hubungan, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa sebuah hubungan sudah mulai tidak sehat secara emosional.

Dilansir dari Marriage.com dan MedicineNet, pernikahan yang tidak sehat biasanya dipenuhi pola komunikasi buruk, kurangnya rasa aman emosional, hingga hubungan yang membuat salah satu pihak merasa tertekan secara mental.

Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak awal agar hubungan tidak semakin merusak kesehatan emosional kedua pihak. Lalu, apa saja ciri pernikahan tidak sehat yang perlu diwaspadai? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Komunikasi Selalu Berujung Pertengkaran

Komunikasi selalu berujung pertengkaran/ Foto: Pexels.com/ Afif Ramdhasuma

Salah satu tanda paling umum dari pernikahan yang sudah tidak sehat adalah komunikasi yang selalu berubah menjadi pertengkaran. Pasangan dalam hubungan yang tidak sehat biasanya kesulitan berbicara dengan tenang. Diskusi kecil pun mudah berubah menjadi saling menyalahkan, membentak, atau menyerang secara emosional.

Akibatnya, komunikasi tidak lagi menjadi cara menyelesaikan masalah, tetapi justru menjadi sumber konflik baru. Lama-kelamaan, salah satu pihak bisa mulai merasa takut berbicara jujur karena khawatir memicu pertengkaran lagi. Padahal, komunikasi yang sehat seharusnya membuat pasangan merasa didengar dan dipahami, bukan malah tertekan.

2. Tidak Ada Rasa Aman Secara Emosional

Tidak ada rasa aman secara emosional/ Foto: Pexels.com/ Timur Weber

Dalam hubungan yang sehat, seseorang biasanya merasa nyaman menjadi dirinya sendiri. Namun, pada pernikahan yang tidak sehat, rasa aman emosional sering kali hilang. Seseorang mungkin merasa takut mengungkapkan pendapat, takut membuat pasangan marah, atau terus merasa cemas saat berada di dekat pasangannya.

Kondisi ini bisa membuat seseorang mengalami stres emosional dalam jangka panjang. Hubungan yang sehat seharusnya menjadi tempat untuk saling mendukung, bukan membuat salah satu pihak merasa tertekan secara mental.

3. Salah Satu Pihak Selalu Mengontrol

Salah satu pihak selalu mengontrol/ Foto: Pexels.com/ RDNE Stock project

Salah satu ciri pernikahan tidak sehat yang sering diabaikan adalah adanya perilaku controlling atau terlalu mengontrol pasangan.

Misalnya, pasangan mulai mengatur:

  • Dengan siapa kamu boleh berteman
  • Apa yang boleh kamu lakukan
  • Cara berpakaian
  • Aktivitas sehari-hari
  • Penggunaan media sosial

Awalnya mungkin terlihat seperti bentuk perhatian. Namun jika dilakukan secara berlebihan, hal ini bisa berubah menjadi bentuk kontrol yang tidak sehat. Hubungan yang sehat tetap memberikan ruang bagi masing-masing individu untuk memiliki kebebasan dan identitas diri.

4. Sering Merasa Lelah Secara Mental setelah Bersama Pasangan

Sering merasa lelah secara mental setelah bersama pasangan/ Foto: Pexels.com/ Vitaly Gariev

Menariknya, salah satu tanda hubungan tidak sehat adalah bagaimana perasaanmu setelah berinteraksi dengan pasangan. Jika setiap percakapan selalu membuat stres, lelah, atau emosional, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa hubungan tersebut tidak sehat.

Pada pernikahan yang sudah tidak sehat, seseorang sering merasa:

  • Cemas terus-menerus
  • Tidak nyaman di rumah
  • Sulit merasa tenang
  • Kehilangan energi emosional

Hubungan yang sehat memang tidak selalu sempurna, tetapi tetap memberikan rasa nyaman dan dukungan emosional.

5. Tidak Ada Rasa Saling Menghargai

Tidak ada rasa saling menghargai/ Foto: Pexels.com/ Timur Weber

Rasa hormat adalah fondasi penting dalam hubungan jangka panjang. Namun dalam pernikahan yang tidak sehat, rasa saling menghargai sering mulai hilang. Hal ini bisa terlihat dari kebiasaan meremehkan pasangan, mempermalukan pasangan di depan orang lain, atau mengabaikan perasaan pasangan secara terus-menerus.

Ketika rasa hormat hilang, hubungan biasanya menjadi lebih mudah dipenuhi konflik dan luka emosional. Hubungan yang sehat seharusnya tetap menjaga penghargaan terhadap pasangan meskipun sedang marah atau berbeda pendapat.

6. Salah Satu Pihak Selalu Mengalah

Salah satu pihak selalu mengalah/ Foto: Pexels.com/ Timur Weber

Dalam hubungan yang sehat, keputusan dan kompromi biasanya dilakukan bersama. Namun, pada ciri pernikahan tidak sehat, sering kali hanya satu pihak yang terus mengalah. Seseorang mungkin terus menekan kebutuhan, pendapat, atau keinginannya sendiri demi menjaga hubungan tetap berjalan.

Lama-kelamaan, kondisi ini bisa membuat seseorang merasa kehilangan dirinya sendiri. Hubungan yang sehat membutuhkan keseimbangan, bukan hanya satu pihak yang terus berkorban sementara pihak lain selalu mendominasi.

7. Tidak Lagi Merasa Bahagia dalam Hubungan

Tidak lagi merasa bahagia dalam hubungan/ Foto: Pexels.com/ Kampus Production

Setiap hubungan memang memiliki masa sulit. Namun jika sebagian besar waktu dalam hubungan justru dipenuhi rasa sedih, kecewa, takut, atau tertekan, hal ini patut diperhatikan.

Salah satu tanda terbesar dari pernikahan yang sudah tidak sehat adalah ketika hubungan tidak lagi memberikan rasa nyaman secara emosional.

Seseorang mungkin mulai merasa:

  • Lebih tenang saat jauh dari pasangan
  • Kehilangan koneksi emosional
  • Tidak lagi merasa dihargai
  • Menjalani hubungan hanya karena kewajiban

Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus tanpa perbaikan, hubungan bisa berdampak buruk pada kesehatan mental kedua pihak.

Beauties, setiap hubungan memang memiliki tantangan. Namun, jika hubungan terus dipenuhi rasa takut, tekanan emosional, komunikasi buruk, dan kehilangan rasa hormat, kondisi tersebut bisa menjadi tanda pernikahan yang tidak sehat.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali ciri pernikahan tidak sehat sejak awal agar hubungan tidak semakin merusak diri sendiri secara emosional. Ingat, hubungan yang sehat seharusnya membuat kedua orang merasa aman, dihargai, dan bertumbuh bersama, bukan justru merasa lelah dan terluka terus-menerus.

___

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE