Mengenal Carole Wilbourn, Cat Therapist yang Jadi Pionir Psikoterapi Kucing

Sri Purwantiningrum | Beautynesia
Sabtu, 22 Aug 2026 12:30 WIB
Mengenal Carole Wilbourn, Cat Therapist yang Jadi Pionir Psikoterapi Kucing
Profil Carole Wilbourn, cat therapist yang jadi pionir psikoterapi kucing/ Foto: Instagram/thecattherapist

Belum lama ini, dunia pencinta kucing kehilangan salah satu pelopor terbesarnya yakni Carole Wilbourn yang berpulang pada akhir Desember 2024 lalu di usia 84 tahun. Dikenal secara luas dengan julukan “Kitty Freud” atau “The Cat Therapist”, Carole mengubah cara pandang manusia terhadap perilaku hewan peliharaan. 

Selama ini, banyak orang menganggap kucing yang sering merusak barang, mendesis, atau mogok makan hanyalah hewan yang bertingkah nakal. Namun bagi Carole, kucing tersebut sebenarnya sedang mengirimkan sinyal SOS atau meminta pertolongan karena mereka tidak bisa berbicara secara verbal.

Dirangkum dari laman The New York Times dan Cats.com, yuk, simak perjalanan dan dedikasi Carole Wilbourn terhadap dunia psikologi kucing berikut ini!

Membawa Ilmu Psikologi Manusia ke Dalam Dunia Kucing

Carole Wilbourn bersama Dr. Paul Rowan memeriksa kucing di klinik The Cat Practice pada 1974/ Foto: The New York Times/Bill Aller

Awal mula perjalanan Carole menuju profesi terapis kucing sebenarnya sangat jauh dari dunia kucing. Ia bahkan tidak tumbuh besar dengan memelihara kucing. Latar belakang pendidikannya pun adalah ilmu psikologi manusia dan pendidikan bisnis dari New York University. Sebelum menemukan panggilan hidup yang sesungguhnya, ia sempat bekerja sebagai guru pengganti maupun pelayan di Playboy bunny.

Titik balik kehidupannya terjadi ketika ia mengadopsi kucing pertamanya, seekor kucing campuran Siam bernama Oliver. Menggabungkan ketertarikannya pada hewan dan ilmu psikologi manusia, ia mulai mempelajari perilaku kucing secara mendalam.

Pada tahun 1973, ia mendirikan The Cat Practice di Manhattan bersama dokter hewan Dr. Paul Rowan. Klinik ini diklaim sebagai rumah sakit hewan khusus kucing pertama di kawasan tersebut, sebuah konsep bisnis dan medis yang sangat inovatif pada masanya.

Memahami Bahasa Kucing Lewat Metode Terapi yang Unik

Momen Carole Wilbourn saat sesi terapi dengan kucing bernama Finn pada tahun 2014/ Foto: The New York Times/Bryan Smith

Carole memiliki pandangan bahwa kucing memiliki kapasitas emosi yang sama kompleksnya dengan manusia. Mereka bisa merasakan cemburu, rendah diri, depresi, hingga amarah. Selain itu, kucing adalah makhluk yang sangat membenci perubahan. Hal-hal yang dianggap sepele oleh manusia, seperti kehadiran pacar baru sang pemilik atau sekadar mengganti sarung sofa, bisa memicu stres bagi seekor kucing.

Untuk menyembuhkan trauma tersebut, Carole meracik metode terapi yang sering kali unik tapi terbukti ampuh. Ia biasa merekomendasikan pemilik untuk memutarkan musik New Age, musik klasik, hingga rekaman suara paus untuk menenangkan kucing yang sedang cemas. Di era sebelum smartphone, ia bahkan menyuruh kliennya untuk menelepon ke rumah agar kucing mereka bisa mendengar pesan suara ceria dari sang pemilik. 

Salah satu kasus paling unik adalah ketika ia memberikan terapi penyembuhan energi Reiki pada seekor kucing yang tak sengaja ikut berputar di dalam mesin pengering pakaian. Sepanjang kariernya, ia telah menangani sekitar 13 ribu kucing dengan tingkat keberhasilan mencapai 75-80 persen.

Warisan untuk Pemilik Kucing Modern

Potret kenangan Carole Wilbourn bersama kucing Siam kesayangannya, Orion 2/ Foto: Instagram/thecattherapist

Pengaruh Carole tidak hanya berhenti di ruang praktiknya yang mematok tarif premium. Ia mewariskan ilmunya melalui enam buku yang telah diterbitkan, termasuk karya klasiknya Cats on the Couch (1982) dan Cat Talk: What Your Cat is Trying to Tell You (2010). Ia juga beradaptasi dengan era digital, meninggalkan jejak edukasi berupa ratusan video terapi di YouTube serta ribuan unggahan di Instagram bersama kucing Siam kesayangannya, Orion 2.

Lebih dari sekadar menyembuhkan hewan, dalam bukunya The Inner Cat: A New Approach to Cat Behavior, Carole juga memberikan perspektif psikologis tentang manusia. Menurutnya, orang-orang yang membenci kucing sering kali adalah individu yang terbiasa selalu memegang kendali. Kucing adalah jiwa yang bebas dan mandiri. Oleh karena itu, orang yang suka mendominasi akan merasa terancam karena mereka tidak bisa menundukkan seekor kucing.

Pada akhirnya, peninggalan terbesar Carole Wilbourn dapat dirangkum dalam satu ungkapan sederhana yakni Happy Cat, Happy Human Life. Beauties, cobalah memahami kondisi batin kucingmu, karena saat mereka bahagia, hal itu akan ikut membawa kebahagiaan dalam kehidupanmu.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE