Mengenal Danshari, Budaya Jepang dalam Melepaskan Hal yang Tidak Perlu

Gita Welastiningtias | Beautynesia
Jumat, 23 Oct 2026 15:15 WIB
Apa Itu Danshari?
Apa itu danshari/foto: magnific.com/gpointstudio

Jepang memiliki beragam filosofi kehidupan yang menarik untuk dipelajari, salah satunya adalah Danshari. Ialah budaya mengurangi atau melepaskan hal yang tidak perlu dan tidak lagi membawa manfaat bagi kita.

Tumpukan benda di sudut rumah yang berantakan bisa membuat seseorang merasa kewalahan saat melihatnya. Karena itulah, masyarakat Jepang menerapkan cara ini untuk mengurangi beban mental dan membuat rumah lebih rapi.

Kalau Beauties penasaran tentang filosofi Danshari, simak penjelasannya di bawah ini ya!

Apa Itu Danshari?

Apa itu danshari/foto: magnific.com/gpointstudio

Mengutip dari Japanese Rituals, Danshari adalah metode membersihkan barang yang diterapkan masyarakat Jepang melalui tiga langkah, yaitu menolak apa yang tidak dibutuhkan, membuang apa yang tidak memberi manfaat, dan melepaskan diri dari daya tarik barang-barang.

Filosofi ini dipopularkan oleh Hideko Yamashita dalam sebuah buku di tahun 2009. Ia pun berhasil mendapatkan penghargaan Japan’s 2010 New Words and Buzwords Award.

Jika Beauties berkunjung ke rumah saudara atau teman di Jepang, cobalah memerhatikan ruangan mereka. Warga setempat biasanya menata barang dengan rapi dan setiap barang memiliki manfaatnya masing-masing. Hal ini dapat menimbulkan kenyamanan dan ketenangan selama berada di ruangan tersebut.

Danshari dalam Karakter Kanji

Danshari dalam karakter kanji/foto: magnific.com

Dalam karakter kanji, Danshari dibagi menjadi tiga kata, yaitu dan, sha, dan ri yang memiliki makna berikut.

  • Dan: Menolak atau memutuskan hubungan sebagai langkah pertama dalam filosofi ini. Cara penerapannya bisa dengan ketika akan membeli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri apakah barang ini benar-benar dibutuhkan atau tidak.
  • Sha: Melepaskan atau membuang barang-barang di rumah yang tidak lagi dibutuhkan atau tidak mendatangkan manfaat.
  • Ri: Memisahkan hubungan keterikatan Beauties terhadap harta benda tersebut untuk mendatangkan kedamaian batin.

Cara Menerapkan Danshari

Cara menerapkan danshari/foto: magnific.com/zinkevych

Mengutip dari Self to Rise, berikut langkah mudah dan sederhana dalam menerapkan budaya Danshari Jepang pada kehidupan sehari-hari.

  1. Mengamati barang-barang di lemari pakaianmu, laci meja, meja belajar, dan tempat lain.
  2. Putuskan apakah Beauties masih membutuhkan barang itu? Apakah barang itu pantas berada di sana? Apakah barang ini masih bermanfaat untukmu?
  3. Mulai melepaskan barang yang dirasa tidak lagi bermanfaat atau tidak dibutuhkan. Beauties bisa mendaur ulang atau menyumbangkannya saja.
  4. Memberi tempat pada barang yang memang benar-benar dibutuhkan.
  5. Mengamati diri sendiri bagaimana perasaanmu setelah melepaskan barang tersebut.

Berbeda dengan Minimalisme

Berbeda dengan minimalisme/foto: magnific.com

Konsep Danshari dalam budaya Jepang berbeda dengan konsep hidup minimalis, karena Beauties masih bisa hidup di rumah dengan berbagai perabotan asalkan itu memang benar-benar dibutuhkan.

Selain itu, Danshari juga bukan hanya sekadar membersihkan ruangan, tetapi hidup fokus dengan kondisi saat ini. Filosofi ini berdampingan dengan Wabi-sabi yang menghargai ketidaksempurnaan, keindahan, dan kefanaan.

Itulah penjelasan selengkapnya mengenai filosofi kehidupan Danshari yang diterapkan masyarakat. Semoga bermanfaat ya, Beauties!

___

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE