Mengenal 'Lifestyle Creep', Inflasi Gaya Hidup yang Bisa Menguras Tabungan

Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Rabu, 26 Aug 2026 19:00 WIB
Dampak terhadap Kondisi Keuangan
Jika dibiarkan, lifestyle creep dapat membuat tabungan dan investasi tertinggal, dana darurat terbatas, hingga meningkatkan risiko utang/ Foto: Magnific.com/Tirachardz

Gaji naik tentu menjadi kabar menyenangkan. Namun, tanpa disadari, kenaikan penghasilan juga potensial membuat pengeluaran ikut meningkat.

Bentuknya bisa beragam, misalnya saja mulai sering makan di restoran, mengganti gawai meski yang lama masih berfungsi, hingga berlangganan berbagai layanan. Seketika kita merasa jadi orang "have". Kondisi ketika gaya hidup ikut naik seiring bertambahnya penghasilan inilah yang disebut “lifestyle creep” atau inflasi gaya hidup.

Jika tidak dikendalikan, ini akan menjadi bom waktu terhadap kesehatan finansial. Nah, untuk itu, yuk cari tahu lebih lanjut soal inflasi gaya hidup ini!

Apa Itu Lifestyle Creep?

Lifestyle creep adalah kebiasaan meningkatkan pengeluaran seiring bertambahnya penghasilan, sehingga kenaikan gaji tidak diikuti peningkatan tabungan/ Foto: Magnific.com/Senivpetro
Lifestyle creep adalah kebiasaan meningkatkan pengeluaran seiring bertambahnya penghasilan, sehingga kenaikan gaji tidak diikuti peningkatan tabungan/ Foto: Magnific.com/Senivpetro

Lifestyle creep terjadi ketika seseorang mulai meningkatkan pengeluaran setelah penghasilannya bertambah, terutama untuk kebutuhan yang sebenarnya tidak terlalu penting. Misalnya, setelah mendapat kenaikan gaji, seseorang merasa mampu membeli barang yang lebih mahal atau lebih sering menikmati hiburan.

Awalnya mungkin terasa sebagai bentuk penghargaan untuk diri sendiri, tetapi jika terus dilakukan, pengeluaran dapat menjadi kebiasaan baru. Akibatnya, meskipun penghasilan meningkat, jumlah tabungan justru tidak banyak bertambah.

Tanda-Tanda Lifestyle Creep

Penghasilan meningkat tetapi tabungan sulit bertambah, masih hidup dari gaji ke gaji, atau semakin sering berutang bisa menjadi tanda lifestyle creep/ Foto: Magnific.com/Bearfotos

Lifestyle creep tidak selalu mudah disadari karena sering terjadi secara perlahan. Beberapa tandanya adalah tetap hidup dari gaji ke gaji meskipun penghasilan sudah meningkat, tabungan sulit bertambah, mulai mengandalkan kartu kredit, atau merasa bingung ke mana uang habis setiap bulan.

Kebiasaan membeli sesuatu karena merasa “saya pantas mendapatkannya” juga perlu diperhatikan. Mengutip dari Verywell Mind, lifestyle creep dapat menjadi jebakan finansial yang membuat seseorang sulit mencapai tujuan keuangannya, terlepas dari seberapa besar penghasilannya.

Mengapa Lifestyle Creep Bisa Terjadi?

Keinginan mengikuti gaya hidup orang lain, terutama melalui media sosial, serta pengelolaan uang yang kurang disiplin dapat memicu lifestyle creep/ Foto: Magnific.com/Kamranaydinov

Ada beberapa hal yang dapat mendorong lifestyle creep. Salah satunya adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, terutama melalui media sosial. Melihat orang lain berlibur, membeli barang baru, atau menikmati gaya hidup tertentu dapat membuat kita merasa harus melakukan hal yang sama.

Selain itu, pengelolaan anggaran yang kurang disiplin dan rendahnya pemahaman tentang keuangan juga dapat membuat seseorang lebih mudah menghabiskan penghasilan tambahan daripada menyimpannya.

Dampak terhadap Kondisi Keuangan

Jika dibiarkan, lifestyle creep dapat membuat tabungan dan investasi tertinggal, dana darurat terbatas, hingga meningkatkan risiko utang/ Foto: Magnific.com/Tirachardz

Dampak lifestyle creep bukan hanya berkurangnya tabungan, tetapi juga dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami tekanan finansial. Penghasilan memang bertambah, tetapi kebutuhan dan keinginan ikut meningkat sehingga ruang untuk menabung atau berinvestasi tetap kecil.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat dana darurat tidak memadai, persiapan masa depan tertunda, bahkan utang bertambah. Oleh karena itu, kenaikan penghasilan sebaiknya tidak otomatis diikuti kenaikan gaya hidup dalam jumlah yang sama.

Cara Menghindari Lifestyle Creep

Alih-alih langsung menaikkan gaya hidup, sisihkan sebagian penghasilan tambahan untuk tabungan atau investasi agar kondisi keuangan ikut berkembang/ Foto: Magnific.com/Magnific

Cara sederhana untuk menghindari lifestyle creep adalah menentukan tujuan keuangan sebelum menaikkan gaya hidup. Ketika mendapat kenaikan gaji atau bonus, sisihkan sebagian untuk tabungan atau investasi terlebih dahulu, lalu gunakan sisanya untuk kebutuhan dan kesenangan. Membuat anggaran, mengatur tabungan secara otomatis, serta membatasi pembelian impulsif juga dapat membantu.

Sebelum membeli sesuatu, coba tanyakan, “Apakah saya benar-benar membutuhkannya atau hanya ingin mengikuti gaya hidup orang lain?” Dengan begitu, kenaikan penghasilan tidak hanya membuat hidup lebih nyaman, tetapi juga membantu membangun kondisi keuangan yang lebih kuat.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE