3 Prinsip Hidup ala Orang Jepang yang Bantu Atasi Overthinking
Beauties, siapa di antara kamu yang sering merasa oevrthinking? Hal tersebut sangat wajar terjadi, terlebih setelah melihat atau membaca hal-hal yang membuat kamu stres, merasa tertekan, atau disebabkan 'trigger' lainnya yang berbeda-beda bagi setiap orang.
Merasa  overthinking  terus-menerus bisa membuat kamu mengalami kelelahan mental maupun fisik, sehingga sangat penting untuk mengatasinya, Beauties. Melansir dari YourTango, ada sejumlah cara untuk mengatasi overthinking ala prinsip kehidupan orang-orang Jepang.
Penasaran seperti apa? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
1. Shouganai
Shouganai/ Foto: freepik.com
Shouganai pada dasarnya berarti "memang begitulah adanya" atau "tidak ada yang bisa dilakukan," yang biasanya merujuk pada hasil atau situasi negatif yang tak terduga. Ungkapan ini digunakan sebagai bentuk penerimaan terhadap hal-hal yang berada di luar kendali kita, Beauties.
Konsep di balik ungkapan ini adalah "menerima apa yang tak terelakkan." Meskipun pikiran kita cenderung meyakini bahwa segalanya berada dalam kendali kita, kenyataannya justru sebaliknya.
Hidup penuh dengan kejutan, baik yang menyenangkan maupun tidak, di mana hal tersebut tidak dapat kita kendalikan. Namun, hal yang sepenuhnya berada dalam kendali kita adalah cara kita merespons dan memandang situasi-situasi tersebut.
Shouganai menekankan pentingnya ketangguhan dan kemampuan beradaptasi saat menghadapi pengalaman yang menantang. Pada intinya, menemukan kedamaian dengan melepaskan keinginan untuk memegang kendali akan membebaskan diri kita.
2. Zazen
Zazen/ Foto: pexels.com/Ivan S
Zazen yang berakar pada ajaran Buddha ini merupakan praktik duduk dengan postur tubuh yang tepat. Meskipun dalam budaya Barat, Zazen sering disebut sebagai "meditasi Zen", para ahli membedakannya sebagai praktik tersendiri yang terpisah dari meditasi.
Menurut Dogen Zenji, seorang biksu Buddha sekaligus pendiri tradisi Soto Zen, Zazen adalah praktik postur tubuh yang menyeluruh (holistik), bukan sekadar kondisi pikiran.
Sementara meditasi melibatkan praktik mental-psikologis seperti menarik napas dalam-dalam, memusatkan perhatian pada sensasi fisik, dan secara aktif menenangkan pikiran, Zazen justru hanya menekankan pada posisi duduk Kekka-Fuza atau "posisi lotus sempurna".
Zazen memiliki perbedaan unik dibandingkan meditasi, Beauties. Jika meditasi berfokus untuk menenangkan pikiran, Zazen berfokus pada keseimbangan kesatuan utuh tubuh dan pikiran yang hidup. Dengan kata lain, Zazen adalah praktik untuk menyatu secara utuh dengan waktu dan ruang.
3. Gaman
Gaman/ Foto: Pexels.com/ Ivan S
Gaman didefinisikan sebagai "menanggung hal yang tampaknya tak tertahankan dengan kesabaran dan martabat". Menurut Psychology Spot, teknik ini menuntut pengendalian diri dan disiplin di masa-masa sulit untuk menghadapi badai kehidupan dengan cara terbaik, Beauties.
Dalam kehidupan, akan selalu ada rintangan atau tantangan. Prinsip Gaman ini mengajarkan kita untuk menghadapi situasi sulit dengan sikap yang tenang dan bermartabat, sehingga kita bisa membangun kekuatan serta ketangguhan.
Konsep ini mendorong seseorang untuk bangkit kembali saat terpuruk oleh keadaan dan menjalani hidup hari demi hari. Mentalitas ini sangat penting dalam budaya Jepang, bahkan Gaman juga diajarkan kepada kepada anak-anak sejak dini agar mereka dapat mempelajari nilai-nilai ketekunan dan toleransi.
Bagaimana, Beauties? Tertarik untuk menerapkan prinsip-prinsip ini agar tidak overthinking?
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!