Mengenal Polar Night, Fenomena Tanpa Matahari Terbit saat Musim Dingin dan Negara yang Mengalaminya

Natasha Riyandani | Beautynesia
Kamis, 01 Jan 2026 10:00 WIB
Fenomena Aurora
Fenomena aurora/ Foto: Unsplash.com/Jonatan Pie

Di Indonesia, kita selalu bisa merasakan matahari terbit dan terbenam sesuai dengan waktunya. Posisi geografis yang dekat dengan garis khatulistiwa menyebabkan durasi siang dan malam hampir seimbang sepanjang tahun. Namun, situasinya berbeda di negara-negara dekat Kutub Utara maupun Kutub Selatan.

Melansir detikEdu, di sebagian wilayah kutub terdapat fenomena yang dikenal dengan polar night atau malam kutub. Fenomena ini menyebabkan sebagian wilayah di Bumi mengalami malam yang berkepanjangan, lantaran tidak mendapat cahaya Matahari sama sekali.

Polar night dapat berlangsung selama 24 jam sampai berbulan-bulan. Meski begitu, fenomena ini bukanlah kegelapan total karena masih ada cahaya redup yang kita kenal dengan senja.

Apa Itu Polar Night?

Polar night/ Foto: Unsplash.com/Erbol Zhakenov

Pada dasarnya, polar night atau malam kutub merupakan fenomena ketika sebagian wilayah di sekitar kutub tidak mendapatkan cahaya Matahari. Pada masa ini, Matahari tidak pernah terbit di atas cakrawala.

Fenomena ini biasanya dapat berlangsung selama 24 jam penuh, beberapa minggu, hingga berbulan-bulan, tergantung kedekatannya dengan titik kutub. Meskipun disebut ‘malam’, polar night bukan berarti kegelapan total.

Pada kenyataannya, ada momen ketika langit menampilkan cahaya lembut yang dihasilkan dari pembiasan sinar matahari oleh atmosfer, yang populer dengan istilah civil twilight atau nautical twilight. Hasilnya langit tampak kebiruan, keunguan, atau sekedar remang-remang. Cahaya inilah yang bisa membantu melakukan aktivitas luar ruangan, sekaligus menjadi daya tarik karena keindahannya.

Pemicu Polar Night

Pemicu polar night/ Foto: Unsplash.com/Jonatan Pie

Fenomena polar night bisa terjadi akibat kemiringan sumbu Bumi sekitar 23,5 derajat. Kemiringan tersebut menjadi alasan mengapa Bumi mengalami pergantian musim. Ketika salah satu belahan Bumi condong menjauhi matahari, sinarnya tidak lagi mencapai area sekitar kutub.

Alhasil, selama musim dingin, wilayah di lingkaran Arktik dan Antartika akan mengalami periode gelap berkepanjangan. Itu karena Bumi tidak berputar tegak lurus, hanya saja Matahari terlihat seolah tenggelam lebih jauh di bawah cakrawala pada waktu-waktu tertentu.

Hal inilah yang menyebabkan malam di kutub dapat berlangsung lebih dari 24 jam, bahkan hingga berbulan-bulan. Fenomena ini terjadi di dalam lingkaran kutub, yang terletak sekitar 66,5 derajat lintang utara dan selatan. Semakin dekat suatu tempat ke kutub, maka kian panjang durasi polar night yang dialaminya.

Fenomena Aurora

Fenomena aurora/ Foto: Unsplash.com/Jonatan Pie

Salah satu daya tarik utama selama polar night adalah munculnya aurora. Baik itu, Aurora Borealis di Kutub Utara maupun Aurora Australia di Kutub Selatan. Fenomena ini terjadi ketika partikel bermuatan listrik dari Matahari bertabrakan dengan atmosfer Bumi, kemudian memantulkan cahaya di bawah cakrawala, memberikan langit biru, hijau, atau ungu remang-remang di langit.

Aurora umumnya terjadi pada ketinggian 80 hingga 500 kilometer di atas permukaan tanah. Kegelapan total selama polar night merupakan kondisi ideal untuk menyaksikan tarian cahaya utara yang spektakuler, serta memberikan pengalaman unik yang tak terlupakan.

Fenomena aurora kerap menjadi daya tarik bagi wisatawan di seluruh dunia yang ingin merasakan pengalaman malam kutub yang memukau dan tak bisa ditemukan di tempat lain.

Efek Polar Night Terhadap Kehidupan

Ilustrasi kehidupan di negara yang mengalami polar night/ Foto: Unsplash.com/Catalina Gabriela

Di balik keindahan aurora yang memanjakan mata, polar night dapat memberikan dampak yang signifikan bagi orang-orang yang tinggal di sana. Salah satu dampaknya adalah kekurangan cahaya matahari yang dapat memengaruhi produksi vitamin D, yang penting bagi kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh.

Tanpa sinar matahari yang cukup, sebagian orang mungkin akan mengalami defisiensi vitamin D. Kondisi di mana kadar vitamin D dalam tubuh tidak optimal atau kurang dari cukup untuk fungsi tubuh normal, sehingga bisa menyebabkan berbagai gejala seperti nyeri tulang, otot lemah, kelelahan, dan meningkatkan risiko osteoporosis.

Dikutip dari Los Angeles Times, ahli jantung dari Pusat Diagnostik Regional menyimpulkan bahwa polar night juga bisa memengaruhi mental seseorang menjadi depresi. Hal ini dikarenakan terjadi perubahan keadaan menjadi malam sepanjang hari tanpa cahaya sinar matahari, yang membuat orang susah beradaptasi dan mengakibatkan stres.

Selain itu, para ahli kesehatan juga mengungkap kalau orang-orang yang mengalami polar night menjadi lebih mudah lelah, sulit produktif, dan mudah cemas. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mencari sumber cahaya buatan yang dapat membantu mengurangi efek dari fenomena ini.

Wilayah yang Mengalami Polar Night

Fenomena polar night di Tromso, Norwegia/ Foto: Unsplash.com/Sven Pieren

Tidak semua negara musim dingin mengalami fenomena alam ini. Beberapa negara yang mengalami polar night di lingkaran Arktik (Kutub Utara) seperti Norwegia, Finlandia, Swedia, Alaska (Amerika Serikat), Rusia, Greenland, dan Kanada.

Sedangkan di lingkaran Antartika, Antartika menjadi satu-satunya wilayah Kutub Selatan yang mengalami fenomena alam langka ini. Tak heran jika polar night menjadi pengalaman baru nan unik bagi penduduk dan wisatawan yang berkunjung ke tempat-tempat ini.

Periode Waktu Polar Night

Fenomena polar night di Kanada/ Foto: Unsplash.com/Emily Hon

Durasi polar night bervariasi tergantung jarak dari kutub. Semakin dekat dengan kutub, makin lama pula durasinya. Mulai dari 24 jam penuh, beberapa minggu, hingga berbulan-bulan, bahkan bisa mencapai sekitar 6 bulan di wilayah kutub itu sendiri.

Dikutip dari laman detikEdu, berikut beberapa wilayah yang mengalami polar night beserta periode waktunya.

1. Norwegia

  • Tromsø (21 November – 21 Januari)
  • Svalbard (14 Januari – 29 Januari)

2. Amerika Serikat

  • Alaska (18 November – 22 Januari)

3. Denmark

  • Greenland (24 Oktober – 17 Februari)

4. Finlandia

  • Lapland (30 November – 21 Desember)

5. Swedia

  • Kiruna (12 Desember – 5 Januari)

6. Rusia

  • Murmansk (2 Desember – 11 Januari)
  • Norilsk (30 November – 13 Januari)

7. Antartika

  • Utqiagvik (15 November – 25 Januari)

8. Kanada

  • Yakon dan Northwest Territories (awal November hingga akhir Januari)

Mengapa Polar Night Menjadi Daya Tarik Wisata?

Kereta luncur anjing/ Foto: Unsplash.com/Dennis Zhang

Pengalaman merasakan secara langsung matahari tidak terbit selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan menjadi daya tarik utama karena jarang terjadi di tempat lain.

Negara-negara Nordik (Norwegia, Finlandia, Swedia), Islandia, dan Rusia menawarkan paket wisata khusus yang memungkinkan wisatawan untuk mengalami malam kutub sambil menikmati pemandangan aurora borealis yang menakjubkan.

Wisatawan dapat menikmati berbagai kegiatan seperti berkeliling dengan kereta luncur yang ditarik anjing (dog sledding), ski, memancing di bawah lapisan es, atau sekedar menikmati keheningan alam yang indah.

Sejak dulu, fenomena polar night dan aurora ini menjadi potensi wisata bagi negara-negara di lingkaran kutub.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE