Mengenal Red String Theory, Kepercayaan tentang Jodoh Menurut Budaya Jepang dan Tiongkok

Natasha Riyandani | Beautynesia
Sabtu, 24 Oct 2026 17:30 WIB
Ilustrasi Red String Theory/ Foto: Magnific.com/magnific

Berbicara tentang jodoh memang tak pernah ada habisnya. Pembahasannya selalu menarik karena jodoh sendiri sangat misterius, tidak bisa ditebak siapa orangnya, kapan dia akan hadir, serta menyangkut harapan akan masa depan.

Menariknya, ada sebuah kepercayaan mengenai adanya benang merah tak kasat mata yang menghubungkan dua orang yang memang ditakdirkan untuk bertemu. Kedengarannya romantis sekaligus misterius kan, Beauties?

Kepercayaan mengenai jodoh ini dikenal dengan ‘Red String Theory’ atau teori benang merah, yang begitu populer di Jepang dan China. Ketika pertemuan dua orang terasa seperti sudah direncanakan oleh semesta.

Lantas, apa itu ‘Red String Theory’ sebenarnya? Apakah teori ini benar adanya? Dikutip dari detikJateng, berikut rangkuman informasinya.

(ria/ria)