Mengenal Self-Doubt yang Bisa Menghambat Potensi, serta Cara Mengatasinya!

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Rabu, 07 Jan 2026 07:30 WIB
Mengenal Self-Doubt yang Bisa Menghambat Potensi, serta Cara Mengatasinya!
Ilustrasi self doubt/Freepik: freepik

Beauties, pernah nggak sih kamu merasa ragu pada kemampuan diri sendiri, sampai bikin kamu menunda ambil keputusan penting? Rasa tidak yakin ini bisa muncul saat menghadapi tantangan baru, persaingan, atau bahkan saat harus menentukan langkah besar dalam hidup. Jika dibiarkan, keraguan kecil ini bisa berkembang menjadi hambatan yang menghalangi kamu untuk mengeluarkan potensi terbaikmu.

Tapi jangan khawatir, Beauties! Perasaan ragu sebenarnya bisa dipahami, dikendalikan, dan bahkan dijadikan alat untuk berkembang. Yuk, kita membahas apa itu self‑doubt, penyebabnya, dampaknya, dan strategi praktis yang bisa membantu kamu mengatasinya. Yuk, simak!

Apa Itu Self‑Doubt?

Ilustrasi self doubt/Freepik: freepik

Self‑doubt adalah perasaan tidak yakin terhadap kemampuan dan nilai diri sendiri, yang membuat seseorang sering meragukan kompetensinya meski ada bukti nyata kemampuan tersebut. Kondisi ini bisa muncul dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan, studi, hingga hubungan personal, dan sering memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan atau menghadapi tantangan.

Psychology Today menjelaskan bahwa self‑doubt melibatkan ketidakpastian terus-menerus tentang kemampuan diri dalam berbagai situasi, yang dapat menurunkan kepercayaan diri dan memengaruhi kinerja. Self‑doubt sering membuat seseorang mengalami kebingungan dalam menilai sendiri kemampuan mereka secara konsisten, kadang merasa terlalu rendah, kadang terlalu tinggi, yang akhirnya memperkuat prasangka negatif terhadap diri sendiri.

Penyebab Self‑Doubt

Ilustrasi penyebab self doubt/Freepik: freepik

Therapy Group DC mengatakan bahwa self‑doubt muncul karena beberapa faktor, baik dari diri sendiri maupun dari lingkungan sekitar. Salah satunya adalah suara kritis di dalam diri yang sering menghakimi dan meremehkan kemampuan sendiri, membuat seseorang merasa tidak cukup baik. Pengalaman masa lalu, seperti sering gagal atau kurang mendapat dukungan, juga bisa membuat rasa ragu ini terus ada.

Selain itu, faktor dari luar juga bisa memicu self‑doubt. Membandingkan diri dengan pencapaian orang lain, terutama di media sosial, bisa membuat seseorang merasa kalah dan kurang layak. Tekanan dari keluarga, teman, atau pekerjaan juga dapat menambah keraguan pada diri sendiri. Jadi, self‑doubt muncul dari gabungan pengaruh internal dan eksternal.

Dampak Negatif Self‑Doubt pada Potensi dan Kesehatan Mental

Ilustrasi burn out/Freepik: freepik

Self‑doubt bisa berdampak negatif pada kemampuan dan kesehatan mental seseorang. Saat kamu terus meragukan diri sendiri, hal ini bisa membuat kamu merasa stres, cemas, dan kehilangan percaya diri, sehingga sulit mengambil keputusan atau mencoba hal baru. Kondisi ini juga bisa menurunkan kinerja dan membuat kamu merasa bahwa pencapaian yang didapat hanyalah keberuntungan semata. 

Penelitian menunjukkan bahwa self‑doubt kronis dapat meningkatkan risiko mengalami impostor syndrome, yaitu perasaan bahwa kamu tidak benar-benar layak atas keberhasilan yang dicapai. Dengan kata lain, kamu merasa “pura-pura” sukses dan takut ketahuan orang lain, padahal sebenarnya kemampuanmu sudah terbukti. Dampak ini bisa menghambat pertumbuhan diri dan membatasi peluang yang seharusnya bisa kamu raih. 

Strategi Efektif Mengatasi Self‑Doubt

Ilustrasi no self doubt/Freepik: freepik

Mengatasi self‑doubt bukan berarti harus menghilangkan rasa ragu sepenuhnya, tapi belajar bagaimana menghadapi dan mengelola rasa ragu supaya tidak menghalangi kamu.

Berikut beberapa cara mudah yang bisa dicoba, berdasarkan penelitian dan saran ahli:

1. Kenali dan Tantang Suara Kritismu Sendiri

AP News menyarankan kita untuk memperhatikan suara dalam diri yang sering meremehkan kemampuanmu, lalu tanyakan pada diri sendiri, “Apa bukti nyata yang mendukung keraguan ini?” atau “Apa bukti yang menunjukkan keraguan ini salah?” Cara ini mirip dengan teknik cognitive behavioral therapy (CBT) yang membantu mengubah pikiran negatif menjadi lebih realistis.

2. Bangun Harga Diri Tanpa Bergantung Penilaian Orang Lain

Belajarlah menilai dirimu sendiri berdasarkan pencapaian dan pertumbuhan pribadi, bukan dari apa kata orang lain. Menurut Psychology Today, harga diri yang sehat dibangun dari self‑worth tanpa syarat, mencintai diri sendiri, dan fokus pada pengembangan diri.

3. Latih Growth Mindset

Percaya bahwa kemampuan bisa berkembang melalui usaha dan belajar (growth mindset) membantu mengurangi efek negatif self‑doubt. Berpikir seperti ini membuat kamu lebih berani mencoba dan tidak takut gagal. 

4. Cari Dukungan dan Umpan Balik Positif

Berbicaralah dengan teman, mentor, atau terapis untuk mendapatkan pandangan yang objektif dan dukungan emosional. Hal ini bisa membantumu melihat kelebihan yang mungkin tidak kamu sadari. 

5. Ambil Langkah Kecil untuk Meningkatkan Percaya Diri

Daripada langsung mencoba hal besar, mulai dengan langkah-langkah kecil. Setiap pencapaian kecil akan meningkatkan rasa percaya diri dan membuatmu lebih siap menghadapi tantangan berikutnya.

Beauties, self‑doubt memang bisa menjadi batu sandungan dalam perjalanan hidupmu, tetapi kamu tidak sendirian. Jadikan setiap keraguan sebagai pijakan untuk melangkah maju dan bukan alasan untuk berhenti!

____

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE