Mengenal Sosok Xiomara Castro, Presiden Perempuan Pertama di Honduras

Camellia Quinita Ramadhani | Beautynesia
Rabu, 22 Feb 2023 06:15 WIB
Mengenal Sosok Xiomara Castro, Presiden Perempuan Pertama di Honduras/Foto: Instagram/xiomaracastroz

Usai dipimpin di bawah politik sayap kanan selama 12 tahun, Honduras mencetak sejarah baru dengan terpilihnya Xiomara Castro sebagai presiden perempuan pertamaz. Pemilihan presiden Honduras pada November 2021 silam memenangkan Castro atas lawannya, Nasry Asfura, dilansir dari laman CNN.

Usai unggul 51 persen suara, Castro menggaungkan janji-janji politiknya yang cukup kontroversial. Tak hanya ingin mengurangi kemiskinan dan memberantas korupsi, Castro juga berjanji akan meliberalisasi undang-undang aborsi demi kesejahteraan perempuan Honduras. Dibalik pencapaiannya mendobrak sejumlah tatanan lama, ternyata perjalanan politik Castro tidak mudah lho, Beauties.

Berikut ini adalah profil dan sepak terjang Castro dalam perpolitikan di Honduras.

Gadis Desa yang Dipersunting Keluarga Terkemuka


Xiomara Castro/ Foto: Instagram/xiomaracastroz

Xiomara Castro lahir pada tahun 1959 di sebuah area pinggiran bernama Tegucigalpa. Tak banyak yang diketahui soal masa kecilnya. Dilansir dari laman Univision, ia pernah mengenyam pendidikan di Institut Carmen dan Institut Maria Auxiliadora di bidang administrasi bisnis.

Pada tahun 1976, ia menikah dengan pria yang berasal dari keluarga terkemuka di daerahnya bernama Jose Manuel Zelaya Rosales, atau yang kemudian akrab di dunia politik dengan panggilan Manuel Zelaya. Setelah menikah, Castro pindah ke kampung halaman Zelaya di pedesaan Olancho dan membesarkan empat anak di tahun-tahun berikutnya.

Memimpin Protes Terhadap Kudeta eks Presiden Manuel Zelaya Tahun 2009


Xiomara Castro/ Foto: Instagram/xiomaracastroz

Suami Castro pernah menjabat sebagai presiden Honduras periode 2006-2009. Namun sayang, tiba-tiba kudeta militer memaksa Zelaya untuk lengser dari kepemimpinannya. Tak hanya dilengserkan, Zelaya juga didakwa dengan 20 pasal kriminal termasuk penyalahgunaan kekuasaan dan pengkhianatan. Namun, dilansir dari laman Britannica, kudeta dan dakwaan terhadap Zelaya saat itu menuai kontroversi dan mendapat kecaman dari PBB.

Dari dalam negeri, Castro memimpin protes Frente Nacional de Resistencia Popular (FRNP) dan menggerakkan sekian banyak masa untuk mengembalikan kepemimpinan Zeleya. Dari momen inilah Castro mulai intens disorot publik sebagai tokoh politisi.

(naq/naq)