Mengenal Suffragette, Perjuangan Perempuan untuk Mendapatkan Hak Pilih

ALMIRA WIJI RAHAYU | Beautynesia
Selasa, 06 Feb 2024 06:15 WIB
Ilustrasi Suffragette di Inggris dalam Film Suffragette (2015) /Foto: Focus Features

Partisipasi perempuan dalam pemilu memiliki sejarah yang panjang. Pada awalnya hak pilih perempuan dalam pemilu ditiadakan hingga di abad ke-19. 

Ada beberapa alasan tak masuk akal yang menyebabkan ini terjadi. Seperti yang dikutip dari Canada's History, dulunya perempuan dianggap sebagai makhluk yang lemah, nggak punya pendirian, dan nggak stabil. 

Pemilu pun dianggap mengganggu tugas domestik perempuan. Namun, pemikiran itu digoyahkan melalui gerakan yang memperjuangkan hak perempuan untuk dapat berpartisipasi dalam pemilihan calon wakil rakyat.

Setiap negara memiliki waktu yang berbeda dalam memperjuangkan hak perempuan. Seperti Selandia Baru adalah negara pertama yang memperbolehkan perempuan untuk memilih dalam pemilu di tahun 1893. 

Salah satu gerakan yang paling berpengaruh dan terkenal dilakukan oleh Suffragette di Inggris. Melansir Museum of London, istilah suffragette ditujukan kepada anggota organisasi perempuan yang mengkampanyekan hak pilih untuk perempuan di Britania Raya.

(naq/naq)