Mengenal UpScrolled, Medsos Buatan Teknolog Palestina yang Lagi Viral
Media sosial populer TikTok kini berada di bawah kepemilikan baru di Amerika Serikat. Hal ini mengindikasikan pengguna akan melihat banyak perubahan. Salah satu yang dikeluhkan adalah adanya gangguan dan peningkatan sensor terhadap konten-konten tertentu.
Akibatnya, tak sedikit pengguna TikTok beralih ke media sosial lain, salah satunya platform bernama UpScrolled yang baru-baru ini berkembang pesat. UpScrolled adalah media sosial yang menggabungkan fitur-fitur dari Instagram dan X (dulu Twitter). Pengguna bisa berbagi foto video, teks, menemukan konten baru, dan bertukar pesan.
UpScrolled didirikan pada 2025 oleh seorang ahli teknologi Palestina, Yordania, dan Australia, yaitu Issam Hijazi. UpScrolled hadir dengan misi untuk memberikan wadah bagi penggunanya untuk mengekspresikan opini dan pikiran secara bebas, berbagi momen, dan terhubung dengan orang lain. Jejaring sosial ini juga berjanji akan netral terhadap agenda politik dan tidak membuat algoritma tersembunyi berdasarkan agenda pihak luar.
Mengenal UpScrolled
Mengenal UpScrolled, Medsos Buatan Teknolog Palestina yang Lagi Viral/Foto: Dok. UpScrolled
UpScrolled hadir dengan janji tidak akan melakukan pembatasan secara terselubung terhadap konten-konten tertentu, seperti yang ditemukan pengguna di media sosial lainnya saat ini. Kini, aplikasi ini banyak diunduh bahkan berada di 10 aplikasi jejaring sosial teratas, Beauties.
“Pernah kena shadowban di platform lain? Tidak di sini. UpScrolled adalah platform media sosial di mana setiap suara mendapatkan kekuatan yang sama. Tidak ada shadowban. Tidak ada permainan algoritma. Tidak ada favoritisme bayar-untuk-bermain. Hanya koneksi autentik di mana konten Anda menjangkau orang-orang yang paling penting,” bunyi pesan UpScrolled di situs resminya.
UpScrolled mengatakan bahwa media sosial seharusnya menghubungkan para pengguna. Namun, apa yang terjadi sekarang, media sosial telah menjadi sistem di mana algoritma menentukan siapa yang didengar.
“Para kreator menyaksikan jangkauan mereka menurun secara misterius. Bisnis kecil tidak dapat menjangkau pengikut mereka sendiri. Komunitas yang berbagi kebenaran mendapati unggahan mereka terkubur sementara informasi yang salah menyebar,” bunyi narasi di situs UpScrolled
UpScrolled hadir karena mereka lelah menunggu perusahaan teknologi besar melakukan hal yang benar. Misi UpScrolled adalah menjadi wadah bagi semua orang, dari minoritas hingga bisnis kecil, kreator, dan orang-orang biasa.
“Kami membutuhkan tempat di mana orang dapat berbicara bebas tanpa harus bermain-main dengan algoritma atau dihukum karena mengatakan kebenaran. UpScrolled adalah untuk semua orang. Sebuah ruang di mana kata-kata Anda dilihat, suara Anda penting, dan kehadiran Anda tidak diperlakukan sebagai ancaman. Ini tidak dimulai sebagai ide bisnis—ini dimulai karena kami sudah muak. Sekarang kami mengubah frustrasi itu menjadi sesuatu yang nyata,” ungkapnya.
Cara Kerja UpScrolled
Mengenal UpScrolled, Medsos Buatan Teknolog Palestina yang Lagi Viral/Foto: Freepik/Freepik
Hjazi ingin mewujudkan sebuah ruang untuk para kreator, komunitas, dan bisnis berkembang secara independen, dengan kendali, transparansi, dan akuntabilitas yang nyata.
Awal berdirinya UpScrolled bermula ketika Hijazi ingin berkontribusi untuk Palestina. Hijazi kehilangan anggota keluarganya di Gaza akibat genosida Israel di wilayah tersebut.
“Saya tidak tahan lagi. Saya kehilangan anggota keluarga di Gaza. Jadi saya berpikir, saya sudah selesai dengan ini, saya ingin merasa berguna. Saya menemukan celah di pasar ini, dengan banyak orang bertanya mengapa tidak ada alternatif untuk platform Big Tech untuk konten mereka, yang disensor. Jadi saya berpikir, mengapa kita tidak membangun sendiri? Saya langsung terjun dan membangunnya,” ungkap Hijazi dalam wawancara dengan situs Rest of World.
Lantas, bagaimana kebijakan moderasi konten di UpScrolled berbeda dari platform lain? UpScrolled memoderasi apa pun yang ilegal, misalnya, pengguna tidak boleh menjual obat-obatan terlarang.
“Tetapi jika Anda ingin berbicara tentang Palestina, atau hal lain, Anda bebas melakukannya. Perbedaannya adalah kami tidak secara selektif menyensor kelompok atau orang, tidak seperti platform lain. Platform lain mengklaim sebagai platform kebebasan berbicara. Tetapi jika menyangkut Palestina, itu cerita yang berbeda.
Di platform media sosial – Anda memiliki semua masalah dunia di satu tempat, secara harfiah. Jadi Anda membutuhkan moderasi konten, dan itu adalah hukum. Tetapi ini juga tentang transparansi, etika, dan memperlakukan semua orang secara setara. Jadi selama itu legal, itu dapat ada di platform kami,” tutur Hijazi.
Beberapa pengguna UpScrolled membagikan pengalaman mereka menggunakan aplikasi ini. Salah seorang pengguna berusaha mencari lokasi Israel, tapi aplikasi UpScrolled justru menampilkan lokasi “Palestina” atau “Wilayah Palestina yang diduduki”.
Pengguna lainnya juga menunjukkan bahwa sistem sensor tidak berlaku di UpScrolled. Di bagian Trending, pengguna bisa melihat tagar seperti #FreePalestine #ICE #Gaza hingga #Minneapolis.
Seperti yang diketahui, beberapa media sosial seperti Instagram, TikTok, hingga X membatasi konten-konten yang memberitakan soal genosida di Palestina. Belakangan ini, pengguna TikTok juga mengeluh bahwa aplikasi tersebut berpotensi menyensor konten politik tertentu.
Beberapa pengguna mengatakan mereka tidak dapat mencari informasi tentang protes yang sedang berlangsung di Minneapolis setelah perawat bernama Alex Pretti ditembak oleh petugas ICE. Musisi Billie Eilish bahkan sempat menyuarakan kekhawatiran bahwa TikTok menekan atau membatasi unggahan yang mengkritik ICE (Immigration and Customs Enforcement).
Sebagai informasi, ICE melakukan operasi imigrasi di bawah pemerintahan Trump yang bertujuan untuk melindungi warga dari kejahatan lintas batas dan imigrasi ilegal. Namun, hal ini justru menuai kecaman akibat merampas hak masyarakat dan menimbulkan aksi protes di berbagai wilayah di AS.
Berdasarkan NBC News, tercatat ada 12 orang yang menjadi korban petugas ICE sejak bulan September 2025. Beberapa di antaranya meninggal dunia, termasuk Alex Pretti yang tewas ditembak pada hari Sabtu (24/1/2026) di Minneapolis.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!