Menurut Ahli, 5 Cara Mudah untuk Meningkatkan Kecerdasan

Nazwa Yuliana | Beautynesia
Minggu, 27 Sep 2026 20:00 WIB
2. Rutin Berolahraga
Rutin berolahraga/ Foto: Pexels.com/ Anhelina Vasylyk

Beauties, memiliki otak yang sehat tentu menjadi salah satu hal penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Kemampuan untuk berkonsentrasi, mengingat informasi, mengambil keputusan, hingga memecahkan masalah semuanya berkaitan dengan fungsi otak.

Namun, kecerdasan bukanlah sesuatu yang hanya ditentukan sejak lahir dan kemudian tidak bisa berubah. Otak memiliki kemampuan untuk beradaptasi sepanjang kehidupan melalui proses yang dikenal sebagai neuroplastisitas. Artinya, kebiasaan dan pengalaman tertentu dapat memengaruhi cara otak bekerja dan beradaptasi.

Karena itu, jika kamu sedang mencari bagaimana cara meningkatkan kecerdasan otak, sebenarnya tidak selalu membutuhkan metode rumit atau produk mahal. Beberapa kebiasaan sehari-hari justru dapat membantu menjaga fungsi kognitif sekaligus mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang.

Dilansir dari Health dan Psychology Today, ahli saraf menyoroti sejumlah kebiasaan sederhana yang berkaitan dengan kesehatan otak, seperti tidur cukup, berolahraga, mengelola stres, menjaga pola makan, serta memberikan tantangan mental kepada otak.

Lantas, apa saja cara meningkatkan kecerdasan yang mudah dilakukan sehari-hari? Simak penjelasannya berikut ini, Beauties!

1. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

Tidur yang cukup dan berkualitas/ Foto: Pexels.com/ Polina

Kalau ingin mengetahui cara meningkatkan kecerdasan otak, jangan langsung mencari aktivitas yang rumit. Hal paling sederhana justru bisa dimulai dari memperbaiki kualitas tidur.

Tidur bukan hanya waktu ketika tubuh beristirahat setelah menjalani aktivitas seharian. Otak juga membutuhkan waktu tersebut untuk melakukan berbagai proses penting.

Ahli saraf merekomendasikan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam untuk mendukung kesehatan otak. Saat tidur, otak melakukan proses pemulihan dan membantu membersihkan produk sisa metabolisme. Kurang tidur secara konsisten juga dapat memengaruhi kemampuan kognitif, perilaku, hingga pengambilan keputusan.

Bahkan, sebuah penelitian yang dikutip Health menemukan bahwa peserta yang tidur setidaknya tujuh jam selama beberapa minggu mengalami peningkatan pada memori kerja dan perhatian dibandingkan ketika mereka hanya tidur sekitar lima setengah jam.

Karena itu, jangan menganggap tidur sebagai aktivitas yang membuang waktu. Jika ingin bekerja atau belajar dengan lebih optimal, tubuh dan otak tetap membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Kamu bisa mulai dengan membuat jadwal tidur dan bangun yang lebih konsisten. Kurangi penggunaan layar menjelang waktu tidur dan pastikan kamar berada dalam kondisi nyaman agar tubuh lebih mudah beristirahat.

2. Rutin Berolahraga

Rutin berolahraga/ Foto: Pexels.com/ Anhelina Vasylyk

Olahraga mungkin lebih sering dikaitkan dengan kesehatan tubuh dan kebugaran fisik. Padahal, aktivitas fisik juga memiliki hubungan yang erat dengan kesehatan otak.

Olahraga teratur, terutama aktivitas kardiovaskular, merupakan salah satu hal penting yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan otak sepanjang hidup. Aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah ke otak, mengurangi peradangan, serta mendukung neuroplastisitas.

Aktivitas fisik sebagai salah satu pilar utama kesehatan otak. Artikel tersebut mengutip tinjauan terhadap lebih dari 2.700 uji terkontrol secara acak yang melibatkan lebih dari 250.000 peserta. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa olahraga teratur berkaitan dengan peningkatan fungsi eksekutif, kecepatan memproses informasi, dan memori pada orang dewasa.

Kamu tidak harus langsung melakukan olahraga berat. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, bermain tenis, hiking, atau melakukan aktivitas fisik lain yang disukai bisa menjadi pilihan. Yang paling penting adalah konsistensi.

Jika selama ini kamu lebih banyak duduk sepanjang hari, cobalah menyisipkan aktivitas fisik secara bertahap. Misalnya, berjalan kaki selama beberapa puluh menit, menggunakan tangga daripada lift, atau melakukan peregangan di sela-sela pekerjaan. Dengan menjadikan olahraga sebagai kebiasaan, kamu tidak hanya membantu tubuh tetap bugar, tetapi juga memberikan dukungan bagi kesehatan otak.

3. Kelola Stres agar Tidak Membebani Otak

Kelola stres agar tidak membebani otak/ Foto: Pexels.com/ Yan Krukau

Stres merupakan bagian dari kehidupan. Deadline pekerjaan, masalah hubungan, tuntutan akademik, hingga persoalan finansial dapat membuat pikiran terasa penuh. Namun, stres yang berlangsung terus-menerus dapat menjadi beban bagi kesehatan otak.

Stres kronis dapat memengaruhi memori, pengambilan keputusan, dan kemampuan mengatur emosi. Karena itu, mengelola stres menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan otak. Salah satu cara meningkatkan kecerdasan yang bisa dilakukan adalah memberikan waktu bagi otak untuk beristirahat dari tekanan.

Tidak harus selalu melalui kegiatan besar. Kamu dapat mencoba latihan pernapasan selama beberapa menit, meditasi singkat, berjalan santai, melakukan hobi, atau sekadar mengambil jeda dari pekerjaan.

Mengatur pola pikir juga dapat membantu. Tidak semua masalah harus diselesaikan sekaligus. Memecah persoalan besar menjadi beberapa langkah kecil dapat membuat situasi terasa lebih mudah dikendalikan. Ketika pikiran tidak terus-menerus dipenuhi tekanan, kamu juga dapat lebih mudah berkonsentrasi dan berpikir secara jernih. Jadi, menjaga kesehatan mental bukan hanya berkaitan dengan perasaan. Kondisi psikologis juga menjadi bagian dari bagaimana otak menjalankan fungsinya.

4. Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi

Perhatikan makanan yang dikonsumsi/ Foto: Pexels.com/ Miriam Alonso

Apa yang kamu makan juga dapat menjadi bagian dari cara meningkatkan kecerdasan otak. Otak membutuhkan berbagai nutrisi untuk menjalankan fungsinya. Karena itu, pola makan yang seimbang dapat menjadi salah satu kebiasaan yang mendukung kesehatan kognitif dalam jangka panjang.

Pola makan bergaya Mediterania cocok untuk mendukung kesehatan otak. Pola makan tersebut menekankan konsumsi buah dan sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, kacang-kacangan, ikan, serta makanan lain yang minim proses. Sementara itu, konsumsi makanan ultra-proses, gula tambahan, karbohidrat olahan, natrium, dan lemak jenuh perlu dibatasi.

Kamu tidak harus mengubah seluruh pola makan dalam satu hari. Cobalah memulai dengan menambahkan lebih banyak sayuran ke dalam makanan, memilih buah sebagai camilan, mengonsumsi ikan dan kacang-kacangan, serta mengurangi makanan yang terlalu banyak diproses. Pola makan yang baik bukan tentang mencari satu makanan ajaib yang bisa membuat seseorang langsung lebih pintar. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan makan seimbang secara konsisten.

5. Berikan Tantangan Baru untuk Otak

Berikan tantangan baru untuk otak/ Foto: Pexels.com/ Anna Shvets

Otak juga membutuhkan stimulasi agar tetap aktif. Salah satu cara meningkatkan kecerdasan otak yang bisa dicoba adalah memberikan tantangan baru secara rutin. Tidak harus selalu belajar sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan atau sekolah. Kamu bisa mempelajari bahasa baru, memainkan alat musik, mencoba tarian baru, mengerjakan teka-teki silang, bermain puzzle, membaca buku, atau mengikuti kursus yang menarik.

Aktivitas yang merangsang mental dapat membantu membangun cognitive reserve, yaitu kemampuan otak untuk tetap berfungsi dan beradaptasi ketika mengalami perubahan akibat usia.

Permainan seperti teka-teki silang dan puzzle. Aktivitas tersebut membutuhkan beberapa proses kognitif sekaligus, termasuk pengenalan pola, memori, bahasa, dan kemampuan memecahkan masalah.

Yang terpenting, pilih aktivitas yang memang memberikan tantangan tetapi tidak membuatmu terlalu frustrasi. Misalnya, jika kamu ingin belajar bahasa baru, jangan langsung memaksa diri menguasai ratusan kosakata dalam sehari.

Mulailah dari beberapa kata dan kalimat sederhana, kemudian tingkatkan kesulitannya secara bertahap. Dengan cara tersebut, belajar menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus memberikan stimulasi bagi otak.

Beauties, cara meningkatkan kecerdasan otak tidak selalu berupa metode yang mahal atau sulit. Jadi, daripada mencari cara instan untuk menjadi lebih pintar, cobalah membangun kebiasaan yang dapat mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang. Sebab, otak juga membutuhkan perawatan. Semakin konsisten kamu menjaganya, semakin besar peluang untuk mempertahankan kemampuan berpikir, memori, fokus, dan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

___

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE