Menurut Ilmu Psikologi, Ini 5 Ciri Orang 'Fake' yang Perlu Diwaspadai

Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia
Sabtu, 31 Jan 2026 21:15 WIB
1. Perilaku yang Tidak Mencerminkan Kata-kata
Perilaku yang tidak mencerminkan kata-kata/ Foto: pexels.com/George Milton

Beauties, ternyata ada beberapa ciri yang jelas dari 'orang fake' atau orang yang 'palsu' menurut  ilmu psikologi.  Misalnya, mulai dari cara mereka berbicara hingga sikap yang menunjukkan bahwa mereka tidak konsisten.

Berkomunikasi atau berhubungan dengan orang yang 'palsu' bisa berpengaruh pada kesehatan mental kita, Beauties. Bukan tanpa alasan, hal tersebut karena orang yang fake akan memanfaatkan situasi atau bahkan berpura-pura tulus saat berhubungan dengan kita.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk melindungi diri kamu dari orang-orang yang palsu dengan mengetahui ciri-cirinya. Melansir dari Global English Editing, ini beberapa ciri yang menunjukkan orang 'fake' menurut ilmu psikologi.

1. Perilaku yang Tidak Mencerminkan Kata-kata

Menurut psikologi, salah satu ciri klasik dari seseorang yang fake adalah perilaku yang tidak mencerminkan kata-kata

Perilaku yang tidak mencerminkan kata-kata/ Foto: pexels.com/George Milton

Menurut psikologi, salah satu ciri klasik dari seseorang yang fake adalah perilaku yang tidak mencerminkan kata-kata, Beauties. Misalnya, orang tersebut membuat berbagai janji namun jarang menepatinya.

Jika kamu melihat perilaku ini pada seseorang, kemungkinan besar mereka adalah orang yang palsu atau tidak tulus. Pasalnya, berbeda dari orang yang palsu, orang yang tulus selalu berkomitmen untuk menepati janji.

2. Ingin Dapat Perhatian

Orang-orang palsu atau ‘fake’ seringkali memiliki kebutuhan akan perhatian. Mereka menginginkan sorotan dan akan melakukan segala cara untuk memastikan mereka menjadi pusat perhatian.

Ingin dapat perhatian/ Foto: pexels.com/cottonbro studio

Orang-orang palsu atau ‘fake’ seringkali memiliki kebutuhan akan perhatian, Beauties. Mereka menginginkan sorotan dan akan melakukan segala cara untuk memastikan mereka menjadi pusat perhatian.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Social Psychology, individu dengan self-esteem yang rendah lebih cenderung berperilaku dengan cara yang mencari perhatian, bahkan jika itu mengarah pada hal negatif.

3. Mudah Menghakimi Orang Lain

Orang-orang yang ‘palsu’ cenderung mudah menghakimi orang lain tanpa mengetahui keseluruhan cerita atau kondisi. Mereka dengan cepat menunjuk kekurangan atau kesalahan orang lain, namun di sisi lain jarang mengakui kekurangan diri sendiri.

Mudah menghakimi orang lain/ Foto: pexels.com/cottonbro studio

Beauties, orang-orang yang ‘palsu’ cenderung mudah menghakimi orang lain tanpa mengetahui keseluruhan cerita atau kondisi. Mereka dengan cepat menunjuk kekurangan atau kesalahan orang lain, namun di sisi lain jarang mengakui kekurangan diri sendiri.

Jika kamu melihat seseorang terus-menerus mengkritik orang lain, terutama tanpa dasar atau pemahaman yang adil, mereka mungkin tidak setulus yang terlihat.

4. Kurang Empati

Sering menganggap perasaan orang lain lebay atau terlalu sensitif (Tanda kurang empati/Foto: pexels.com/August de Richelieu)

Kurang empati/ Foto: pexels.com

Menurut ilmu psikologi, salah satu ciri penting dari orang yang fake adalah kurangnya empati. Mereka sulit memahami perasaan orang lain, sering menunjukkan rasa tidak peduli, atau bahkan mengabaikan emosi orang lain, Beauties.

Jika kamu sering berhadapan dengan orang yang secara konsisten menunjukkan sikap kurang empati atau kurang pengertian, kamu kemungkinan sedang berurusan dengan orang yang ‘palsu’.

5. Tidak Dapat Diandalkan

Dengan bersedia punya sifat yang terbuka mengakui hal yang dirasakan oleh pasangan, maka mereka merasa tidak dihakimi. Pasangan merasa punya orang yang dapat diandalkan/Foto: Freepik.com/Carlos-tamsui

Tidak dapat diandalkan/ Foto: freepik.com

Jika seseorang secara konsisten terbukti tidak dapat diandalkan, hal ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa mereka ‘palsu’.

Misalnya, beberapa orang mungkin pernah melewatkan janji atau tenggat waktu karena alasan masuk akal seperti terjebak macet atau mendadak merasa kurang enak badan. Namun, lain halnya dengan orang yang fake.

Mereka cenderung melewatkan janji atau tenggat waktu seperti sebuah kebiasaan. Mereka juga akan membuat kamu menunggu tanpa kepastian atau bahkan membatalkan rencana di menit terakhir tanpa penjelasan dan permintaan maaf.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE