Menurut Pakar Etiket, Ini 5 Kalimat yang Diucapkan Orang dengan Kemampuan Sosialisasi Buruk

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Senin, 12 Jan 2026 14:00 WIB
“Itu bodoh!”
Kemampuan Sosialisasi Buruk/Foto: Freepik

Pakar etiket sepakat bahwa kemampuan bersosialisasi tetap penting, meskipun komunikasi kini banyak terjadi secara digital. Banyak orang mengaitkan keterampilan sosial dengan profesi tertentu saja. Padahal, interaksi sehari-hari tetap membutuhkan kepekaan.

Di era pesan singkat dan media sosial, kata-kata sering terlontar tanpa dipikir panjang, Beauties. Padahal, komunikasi bukan hanya soal apa yang dikatakan, tetapi juga bagaimana kata itu diterima. Satu frasa bisa mengubah suasana secara drastis.

Mason Farmani, seorang personal dan corporate life coach, menjelaskan bahwa keterampilan sosial adalah dasar membangun hubungan. Ia menekankan pentingnya memahami dampak dari setiap kalimat. Terutama karena komunikasi verbal tidak hanya soal isi, tetapi juga kesan.

Karena itu, orang dengan kemampuan sosialisasi buruk sering menggunakan frasa tertentu tanpa sadar. Niatnya mungkin netral, tetapi dampaknya bisa negatif. Berikut lima kalimat yang menurut pakar etiket sebaiknya dihindari dilansir dari Parade.

“Sebenarnya…”

Sulit Bersosialisasi/Foto: Freepik

Kata “sebenarnya” sering digunakan untuk meluruskan atau membenarkan. Namun, dalam percakapan santai, frasa ini terdengar menggurui, terutama jika disampaikan tanpa empati.

Nick Leighton, pakar etiket, menyarankan untuk menahan diri. Tidak semua kesalahan perlu dibetulkan di depan umum. Kadang, membiarkan saja lebih sopan. Meskipun kamu merasa benar, percakapan bukan ajang pembuktian. Menjaga suasana sering lebih penting agar hubungan pun tetap nyaman.

“Nggak bermaksud menyinggung, tapi…”

Orang yang Kemampuan Sosialisasinya Buruk/Foto: Freepik

Frasa ini sering dipakai untuk melunakkan kritik. Namun, kenyataannya, kalimat setelahnya hampir selalu menyakitkan. Karena itu, dampaknya jarang positif.

Mason Farmani menilai frasa ini tidak efektif. Alih-alih menenangkan, lawan bicara justru bersiap tersinggung. Kalimat pembuka ini terasa defensif. Jika ingin menyampaikan pendapat, gunakan bahasa lebih empatik. Fokus pada solusi, bukan serangan. Dengan begitu, pesan lebih mudah diterima.

“Itu bodoh!”

Kemampuan Sosialisasi Buruk/Foto: Freepik

Kalimat ini terdengar singkat, namun sangat tajam. Sekali terucap, suasana bisa langsung membeku. Bahkan orang paling percaya diri pun bisa terdiam.

Jenny Dreizen, pakar etiket modern, menyebut frasa ini menghentikan dialog. Tidak ada ruang diskusi setelahnya. Percakapan berakhir tanpa solusi. Jika tidak setuju, sampaikan dengan alasan yang jelas. Kritik yang konstruktif selalu lebih dihargai dan hubungan tetap terjaga.

“Aku cuma jujur.”

Orang yang Buruk Bersosialisasi/Foto: Freepik

Kejujuran memang penting dalam komunikasi. Namun, menjadikannya alasan untuk berkata kasar bukan sikap beretika. Banyak orang keliru di sini.

Nick Leighton menekankan keseimbangan antara jujur dan bijak. Etiket menuntut keduanya berjalan bersamaan. Salah satunya tidak cukup. Jika niatmu baik, sampaikan dengan cara baik. Kata-kata lembut tetap bisa jujur dan perasaan orang lain tetap dihargai.

“Kamu selalu/Kamu tidak pernah…”

Kemampuan Sosialisasi Buruk/Foto: Freepik

Generalisasi seperti ini terasa menyudutkan. Lawan bicara langsung merasa diserang yang mengakibatkan mereka mereka bersikap defensif.

Mason Farmani menjelaskan bahwa frasa ini tidak proporsional. Tidak ada manusia yang selalu atau tidak pernah. Kalimat ini bisa memperbesar masalah kecil.

Jika ingin menyampaikan keluhan, fokus pada kejadian spesifik. Hindari label berlebihan agar diskusi tetap sehat.

Setiap orang pasti pernah salah bicara, dan itu hal wajar. Bahkan mereka dengan kecerdasan emosional tinggi pun pernah mengalaminya. Hal yang terpenting adalah kesadaran untuk memperbaiki diri.

Dengan memahami kata yang disampaikan orang dalam situasi sosial, kamu bisa lebih berhati-hati. Terutama jika ingin membangun hubungan yang sehat dan tahan lama. Jadi, Beauties, mulai sekarang perhatikan pilihan katamu, ya!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.