Pandangan tentang pasangan harus tetap bersama, tidak peduli seberapa tidak bahagianya mereka masih menggema jelas di masyarakat, terutama wilayah pedesaan. Perceraian dianggap sebagai aib, sampai akhirnya sebagian orang tetap bertahan meski rumah tangga tidak bahagia.
Menjalani hidup di pernikahan toksik bukanlah hal yang mudah. Namun, karena alasan tertentu mereka harus tetap bertahan di dalamnya. Alasan apakah yang membuat orang-orang, terutama kaum perempuan tetap berdiri tegak dalam pernikahan toksiknya?
Berikut tiga alasan orang tetap bertahan dalam pernikahan toksik hingga bertahun-tahun. Simak!
(ria/ria)