Tidak ada orang tua yang dapat melindungi anak dari setiap kegagalan, kekecewaan, maupun situasi sulit yang mungkin mereka hadapi dalam hidup. Oleh karena itu, salah satu kemampuan penting yang perlu dibangun sejak kecil adalah resiliensi, yaitu kemampuan anak untuk menghadapi kesulitan, mengelola pengalaman yang tidak menyenangkan, dan tetap melanjutkan kehidupannya setelah menghadapi tantangan.
Dr. Suzan J. Song, MD, PhD, seorang psikiater yang mendapat pelatihan di Harvard dan Stanford, banyak membahas resiliensi melalui pengalaman klinis, penelitian, serta pekerjaannya bersama individu dan keluarga yang menghadapi berbagai bentuk kesulitan.
Lantas, kebiasaan orang tua apa saja yang bisa menjadi cara mendidik anak tangguh menurut Dr. Song tersebut? Yuk, simak selengkapnya dan cari tahu cara membesarkan anak tangguh yang bisa mulai diterapkan dalam keseharian menurut Dr. Song seperti yang dilansir dari CNBC berikut ini!
Membiarkan Anak Mengalami Keberhasilan dan Kegagalan
|
Cara membesarkan anak tangguh dapat dimulai dengan memberi mereka kesempatan merasakan keberhasilan dan kegagalan/Foto: Magnific |
Anak perlu diberi kesempatan untuk mengalami keberhasilan sekaligus kegagalan agar mereka belajar bahwa kemampuan dapat berkembang melalui proses. Orang tua dapat membantu anak memilih aktivitas yang mereka sukai, lalu memberi mereka ruang untuk berlatih, menghadapi kesulitan, melakukan kesalahan, dan memperbaiki diri. Dengan begitu, anak memahami bahwa tidak langsung pandai dalam sesuatu bukan berarti mereka akan gagal selamanya.
Ketika mengalami kegagalan, seperti mendapat nilai rendah, biarkan mereka merasakan kecewa terlebih dahulu. Setelah emosinya lebih tenang, ajak anak mengevaluasi pengalaman tersebut dengan bertanya tentang bagian yang paling sulit dan hal yang ingin mereka lakukan secara berbeda. Dengan cara ini, anak belajar melihat kegagalan sebagai bagian dari proses yang dapat dilewati sekaligus menjadi kesempatan untuk belajar.