Menurut Psikolog, Ini 3 Manfaat Berkebun yang Belum Banyak Orang Tahu

Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia
Minggu, 28 Jun 2026 16:30 WIB
1. Mengurangi Stres
Berkebun bisa mengurangi stres/ Foto: freepik.com

Memiliki hobi atau hal yang disukai memang menyenangkan, Beauties. Setiap orang tentu punya hobi berbeda-beda, bergantung pada selera dan preferensi masing-masing. Salah satu hobi yang cukup banyak ditekuni yakni  berkebun.

Berkebun tidak harus selalu di lahan yang besar, namun kamu bisa memanfaatkan lahan berukuran kecil di sekitar pekarangan rumah, Beauties. Berkebun sendiri mencakup kegiatan memilih tanaman yang akan ditanam, pemeliharaan tanaman secara rutin, dan masih banyak lagi.

Hobi yang satu ini juga ternyata mendatangkan manfaat untuk kita, lho. Melansir dari Parade, seorang psikolog yakni Dr. Gayle MacBride, PhD, LP menjelaskan bahwa berkebun merupakan kegiatan yang membantu kamu merasa rileks dan membantu tubuh untuk 'beristirahat'.

Simak beberapa manfaat berkebun menurut psikolog Dr. Gayle MacBride, PhD, LP yang dikutip dari  Parade  berikut ini.

1. Mengurangi Stres

Berkebun juga bisa menjadi opsi hobi untuk INFJ menyalurkan ide dan imajinasi mendalamnya di belakang rumah/Foto: Freepik/Jcomp

Berkebun bisa mengurangi stres/ Foto: freepik.com

Dr. Gayle MacBride menjelaskan bahwa berkebun memberikan sesuatu yang konkret, berirama, dan melibatkan indra untuk difokuskan bagi sistem saraf, Beauties. Hal tersebut dapat membantu seseorang keluar dari pola pikir cemas yang berulang dan kembali ke momen saat ini.

"Berbagai penelitian menemukan bahwa berkebun dapat menurunkan kadar kortisol dan memperbaiki suasana hati, salah satunya adalah studi yang membandingkan kegiatan berkebun dengan membaca di dalam ruangan setelah menyelesaikan tugas yang memicu stres,” jelasnya.

2. Meningkatkan Mood

Menanam tanaman atau merawat ruang hijau/Foto: Freepik.com

Berkebun bisa meningkatkan mood/ Foto: freepik.com

Beauties, kamu juga bisa mulai merasakan mood atau suasana hati yang lebih baik saat rutin berkebun, lho. Hal ini karena berkebun menggabungkan berbagai unsur yang mendukung suasana hati seperti aktivitas fisik, sinar matahari, udara segar, stimulasi indrawi, hingga kemajuan yang nyata.

Bahkan tugas-tugas sederhana, seperti menyiram bibit atau memangkas tanaman herbal, dapat memberikan rasa senang dan ‘pencapaian’. Dr. Gayle MacBride menjelaskan bahwa manfaat dari “tugas-tugas sederhana” ini sangatlah berarti, terutama jika kamu memiliki kondisi kesehatan mental seperti depresi yang dapat membatasi rasa kendali atau kemampuan untuk bertindak.

3. Mendukung Mindfulness

Metode Tabulampot, menanam pohon buah dalam pot memberikan kemudahan bagi kamu untuk mengatur nutrisi dan posisi tanaman agar tetap subur di lahan terbatas.

Berkebun bisa mendukung mindfulness/ Foto: freepik.com

Beauties, berkebun juga bisa mendukung mindfulness, lho. Berkebun secara alami bisa mengalihkan perhatian kita ke saat ini, serta memberikan suatu kegiatan yang secara spesifik diperhatikan oleh pikiran tanpa terganggu hal-hal lain.

Selain itu, Dr. Gayle MacBride menjelaskan bahwa kegiatan berkebun bekerja hampir seperti teknik ‘grounding’. Saat berkebun, kita akan melihat warna dedaunan, bentuk baru tunas tanaman, hingga perubahan arah cahaya. Hal ini juga membuat kita bisa merasa lebih dekat dengan alam seperti mengetahui tekstur batang tanaman, merasakan tekstur tanah, menghirup aroma bunga, dan masih banyak lagi.

"Alih-alih memaksakan pikiran untuk diam, berkebun memberikan wadah bagi perhatian kita untuk fokus, dan sistem saraf pun sering kali ikut menjadi lebih tenang," ujarnya.

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE